• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Streisand Effect: Ketika Sensor Negara Justru Membesarkan Informasi

Di Era Digital, Sensor Negara Justru Mengalahkan Dirinya Sendiri

Ali Syarief by Ali Syarief
August 2, 2026
in Birokrasi, Feature, Layanan Publik
0
Streisand Effect: Ketika Sensor Negara Justru Membesarkan Informasi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Ada sesuatu yang terasa janggal ketika negara di abad ke-21 masih mengandalkan cara berpikir abad ke-20: membatasi informasi dengan melarang media menyiarkan suatu peristiwa. Upaya seperti itu mungkin efektif ketika televisi hanya berjumlah beberapa stasiun, surat kabar masih menjadi sumber utama berita, dan internet belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun di era digital, kebijakan semacam itu bukan hanya sulit dijalankan, melainkan juga kontraproduktif.

Peristiwa demonstrasi mahasiswa beberapa waktu lalu menjadi contoh. Ketika sebagian media dalam negeri memilih atau dipaksa untuk membatasi pemberitaan, publik tidak lantas kehilangan akses terhadap informasi. Yang terjadi justru sebaliknya. Masyarakat beralih ke media internasional seperti Al Jazeera, BBC, Reuters, dan berbagai platform berita asing lainnya untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Ironisnya, ketika warga negara harus mencari informasi mengenai negerinya sendiri melalui media asing, yang dipertaruhkan bukan sekadar kebijakan komunikasi pemerintah, melainkan juga kredibilitas media nasional. Ruang kosong yang ditinggalkan media domestik akan segera diisi oleh pihak lain. Dalam dunia informasi, kekosongan tidak pernah bertahan lama.

Lebih jauh lagi, negara tampaknya lupa bahwa revolusi digital telah mengubah definisi jurnalisme itu sendiri. Hari ini, setiap orang yang memiliki telepon genggam pada dasarnya adalah seorang reporter. Dengan kamera di tangan dan koneksi internet, siapa pun dapat merekam kejadian, melakukan siaran langsung, mengunggah video, dan menyebarkannya dalam hitungan detik melalui Facebook, X, Instagram, Threads, TikTok, YouTube, maupun berbagai platform lainnya.

Informasi kini tidak lagi mengalir dari satu pusat menuju masyarakat. Ia bergerak dari jutaan titik secara bersamaan. Tidak ada lagi “gerbang tunggal” yang dapat ditutup untuk menghentikan arus berita.

Karena itu, sensor informasi menjadi semakin kehilangan makna. Bahkan sering kali menghasilkan efek bumerang. Semakin keras sebuah informasi ditekan, semakin besar rasa ingin tahu publik. Semakin ketat sebuah peristiwa disembunyikan, semakin cepat ia menyebar melalui saluran-saluran alternatif. Dalam ilmu komunikasi, fenomena ini dikenal sebagai Streisand Effect—upaya menyembunyikan informasi justru membuat informasi tersebut semakin luas diketahui.

Yang lebih berbahaya adalah lahirnya spekulasi. Ketika informasi resmi dibatasi, masyarakat akan mengisi kekosongan itu dengan dugaan, rumor, bahkan disinformasi. Akibatnya, pemerintah kehilangan kesempatan menjadi sumber informasi yang paling dipercaya. Alih-alih membangun kepercayaan, pembatasan informasi justru mengikis legitimasi.

Negara demokrasi semestinya memahami bahwa keterbukaan bukan ancaman. Kritik, demonstrasi, bahkan pemberitaan yang tidak menyenangkan adalah bagian dari mekanisme koreksi dalam kehidupan berbangsa. Menutup kamera tidak akan menghapus kenyataan. Melarang siaran tidak akan menghentikan peristiwa. Yang berubah hanyalah siapa yang menceritakan peristiwa tersebut.

Dalam konteks itu, tugas negara bukan mengendalikan informasi, melainkan memastikan informasi yang beredar akurat, memberikan penjelasan secara cepat, membuka akses kepada media, serta membiarkan publik menilai berdasarkan fakta. Kepercayaan tidak lahir dari pembungkaman, melainkan dari transparansi.

Sejarah menunjukkan bahwa teknologi hampir selalu menang melawan sensor. Dari mesin cetak, radio, televisi satelit, internet, hingga media sosial, setiap inovasi mempersempit kemampuan negara untuk mengontrol arus informasi secara sepihak. Di era kecerdasan buatan (AI), kemampuan itu bahkan semakin kecil. Informasi dapat diterjemahkan, disalin, dianalisis, dan disebarkan secara otomatis dalam berbagai bahasa hanya dalam hitungan detik.

Maka, mempertahankan pola sensor di tengah ekosistem digital sama seperti berusaha membendung banjir dengan telapak tangan. Energi yang dikeluarkan besar, tetapi hasilnya hampir tidak ada.

Pada akhirnya, yang dibutuhkan bukanlah lebih banyak sensor, melainkan lebih banyak keterbukaan. Sebab dalam masyarakat digital, kepercayaan publik bukan diperoleh dengan menyembunyikan kenyataan, tetapi dengan keberanian menghadapi kenyataan secara jujur. Negara yang percaya diri tidak takut pada kamera. Negara yang kuat tidak gentar terhadap pemberitaan. Karena pada akhirnya, di era digital, bukan negara yang menentukan apakah sebuah peristiwa diketahui publik atau tidak—melainkan publik itu sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

Next Post

Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Di Balik Ketakutan Jokowi: Ijazah, Aktivis, dan Ancaman Konsensus Nasional
Crime

Ijazah Telah Mengangkat Jokowi hingga Jadi Presiden, Sekaligus Telah Menghancurkan Dirinya

August 2, 2026
Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu
Feature

Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

August 2, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar
Feature

Sulit Mempertahankan Rezim Prabowo – No Hope

August 2, 2026
Next Post
Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

Di Balik Ketakutan Jokowi: Ijazah, Aktivis, dan Ancaman Konsensus Nasional

Ijazah Telah Mengangkat Jokowi hingga Jadi Presiden, Sekaligus Telah Menghancurkan Dirinya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Di Balik Ketakutan Jokowi: Ijazah, Aktivis, dan Ancaman Konsensus Nasional

Ijazah Telah Mengangkat Jokowi hingga Jadi Presiden, Sekaligus Telah Menghancurkan Dirinya

August 2, 2026
Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

August 2, 2026
Streisand Effect: Ketika Sensor Negara Justru Membesarkan Informasi

Streisand Effect: Ketika Sensor Negara Justru Membesarkan Informasi

August 2, 2026
Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

August 2, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Sulit Mempertahankan Rezim Prabowo – No Hope

August 2, 2026
Di bangun Pagar Baru Mal-Mal Jakarta – Antisipasi Apa?

Di bangun Pagar Baru Mal-Mal Jakarta – Antisipasi Apa?

August 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Di Balik Ketakutan Jokowi: Ijazah, Aktivis, dan Ancaman Konsensus Nasional

Ijazah Telah Mengangkat Jokowi hingga Jadi Presiden, Sekaligus Telah Menghancurkan Dirinya

August 2, 2026
Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

Biarkan Tanganmu Berbicara, Mengungkap Cerita Hidupmu

August 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...