• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sulit Mempertahankan Rezim Prabowo – No Hope

Ali Syarief by Ali Syarief
August 2, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Sebuah pemerintahan tidak runtuh hanya karena kritik. Sebaliknya, kritik justru merupakan vitamin bagi demokrasi. Yang membuat sebuah rezim sulit dipertahankan adalah ketika kritik-kritik itu berubah menjadi akumulasi kekecewaan publik yang terus membesar, sementara pemerintah gagal memberikan jawaban yang meyakinkan.

Dalam konteks itulah pernyataan filsuf publik Rocky Gerung—yang pada intinya sejalan dengan seruan Denny Indrayana agar rezim Prabowo diganti melalui mekanisme demokrasi—patut dibaca sebagai gejala politik yang lebih dalam, bukan sekadar retorika oposisi. Pernyataan tersebut lahir dari pembacaan atas berbagai persoalan yang dianggap semakin nyata.

Kontrak Sosial yang Dianggap Tidak Terpenuhi

Dalam demokrasi, kampanye bukan sekadar perlombaan slogan. Kampanye adalah kontrak moral antara calon pemimpin dan rakyat. Ketika seorang kandidat menawarkan berbagai janji, rakyat memberikan mandat berdasarkan harapan bahwa janji tersebut akan diupayakan secara sungguh-sungguh.

Namun, kritik yang berkembang menilai banyak harapan publik belum terwujud sesuai ekspektasi.

Biaya pendidikan masih menjadi beban berat bagi banyak keluarga. Masyarakat masih menghadapi berbagai pengeluaran pendidikan yang tinggi. Di sektor transportasi, janji kemudahan belum dirasakan secara luas. Pelayanan kesehatan juga dinilai masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari birokrasi hingga biaya yang dirasakan memberatkan sebagian masyarakat.

Boleh saja pemerintah berargumentasi bahwa program-program tersebut membutuhkan waktu. Akan tetapi, dalam politik, persepsi sering kali lebih menentukan daripada penjelasan teknokratis. Ketika rakyat merasa kehidupan mereka tidak membaik, maka narasi keberhasilan pemerintah menjadi semakin sulit dipercaya.

Gaya Kepemimpinan yang Dipersoalkan

Persoalan berikutnya menyangkut gaya kepemimpinan.

Sebagai mantan jenderal, Prabowo memiliki karakter komunikasi yang tegas. Akan tetapi, banyak pengamat menilai bahwa dalam sejumlah pidatonya ia lebih sering tampil sebagai seorang komandan daripada pelayan publik.

Demokrasi modern menuntut seorang presiden tidak hanya memiliki kewibawaan, tetapi juga empati. Bahasa yang digunakan seorang pemimpin seharusnya membangun kedekatan dengan rakyat, bukan sekadar menunjukkan otoritas negara.

Dalam sistem demokrasi, presiden bukan panglima bagi warga negara. Presiden adalah pejabat publik yang memperoleh mandat dari rakyat dan bertanggung jawab kepada rakyat melalui mekanisme konstitusional.

Di sisi lain, isu lama mengenai dugaan pelanggaran hak asasi manusia kembali menjadi sorotan di ruang publik. Terlepas dari berbagai pandangan hukum maupun politik mengenai isu tersebut, kemunculannya kembali menunjukkan bahwa persoalan masa lalu belum sepenuhnya hilang dari diskursus nasional dan tetap memengaruhi persepsi sebagian masyarakat.

Krisis Kepercayaan Mulai Terlihat

Dalam politik, yang paling berbahaya bukanlah demonstrasi.

Yang paling berbahaya adalah hilangnya kepercayaan.

Ketika masyarakat mulai meragukan kemampuan pemerintah menyelesaikan persoalan ekonomi, lapangan kerja, daya beli, dan masa depan mereka, legitimasi politik perlahan mengalami erosi.

Berbagai survei yang dipublikasikan sejumlah lembaga menunjukkan adanya dinamika tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah. Perbedaan hasil antarlembaga tentu perlu dibaca secara hati-hati, tetapi tren penurunan kepercayaan, apabila berlanjut, merupakan sinyal yang tidak boleh diabaikan.

Kepercayaan adalah modal politik terbesar. Ketika modal itu terus terkikis, setiap kebijakan—betapapun baiknya—akan lebih mudah dipandang dengan kecurigaan.

Ekonomi Menjadi Ujian Sesungguhnya

Akhirnya, semua pemerintahan selalu kembali diuji oleh ekonomi.

Pidato yang hebat tidak akan mengalahkan harga kebutuhan pokok.

Narasi nasionalisme tidak akan menggantikan kesempatan kerja.

Optimisme pemerintah tidak akan otomatis meningkatkan daya beli masyarakat.

Ketika pertumbuhan ekonomi tidak memenuhi target yang diharapkan, investasi belum menghasilkan efek yang luas, dan nilai tukar rupiah berada di bawah tekanan, masyarakat secara wajar akan mempertanyakan arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Bagi rakyat kecil, indikator keberhasilan bukanlah presentasi ekonomi di ruang seminar, melainkan apakah penghasilan mereka cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Jika jawaban atas pertanyaan itu semakin banyak yang negatif, maka persoalan politik tinggal menunggu waktu.

Demokrasi Menuntut Evaluasi

Tidak ada pemerintahan yang kebal terhadap kritik. Demikian pula, dalam negara demokrasi, pergantian pemerintahan merupakan mekanisme konstitusional yang sah melalui pemilu dan proses demokrasi lainnya sesuai ketentuan hukum.

Karena itu, seruan agar rezim diganti tidak seharusnya dipahami sebagai ancaman terhadap negara, melainkan sebagai bagian dari kebebasan berpendapat sepanjang disampaikan secara damai dan sesuai konstitusi.

Pemerintah tentu memiliki kesempatan untuk menjawab kritik tersebut melalui kebijakan yang efektif, komunikasi yang lebih terbuka, dan hasil yang dirasakan masyarakat. Sebaliknya, jika kontrak sosial dianggap tidak terpenuhi, kepercayaan publik terus menurun, dan persoalan ekonomi tidak menunjukkan perbaikan yang berarti, maka mempertahankan legitimasi politik akan menjadi tantangan yang semakin berat.

Dalam demokrasi, kekuasaan tidak pernah dijamin oleh kemenangan pemilu semata. Kekuasaan dipertahankan oleh kemampuan memenuhi harapan rakyat. Ketika harapan itu memudar, yang tersisa hanyalah jabatan—bukan lagi kepercayaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Di bangun Pagar Baru Mal-Mal Jakarta – Antisipasi Apa?

Next Post

Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit
News

Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

August 2, 2026
Krisis Hakim, Bukan Soal Mutasi, Soal Integritas Peradilan
Feature

Krisis Hakim, Bukan Soal Mutasi, Soal Integritas Peradilan

August 1, 2026
Membaca Awal Ilmu – Menulis Cara Ilmu Tetap Hidup
Feature

Membaca Awal Ilmu – Menulis Cara Ilmu Tetap Hidup

August 1, 2026
Next Post
Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

August 2, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Sulit Mempertahankan Rezim Prabowo – No Hope

August 2, 2026
Di bangun Pagar Baru Mal-Mal Jakarta – Antisipasi Apa?

Di bangun Pagar Baru Mal-Mal Jakarta – Antisipasi Apa?

August 1, 2026
AKBP Wahyu Sulistyo Resmi Nahkodai Polres Kudus, Siap Lanjutkan Prestasi dan Jaga Kondusivitas Daerah

AKBP Wahyu Sulistyo Resmi Nahkodai Polres Kudus, Siap Lanjutkan Prestasi dan Jaga Kondusivitas Daerah

August 1, 2026
Merampas Ruang Hidup Tanpa Hak

Merampas Ruang Hidup Tanpa Hak

August 1, 2026
Hotel Bintang 5 di IKN yang Dibahas Orang Terkaya RI Bakal Dibangun 8 Lantai

PIKI Resmi Dideklarasikan dari Bandung, Maruarar Sirait: Konsolidasi Intelektual Kristen Bergerak ke Seluruh Indonesia

August 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

August 2, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Sulit Mempertahankan Rezim Prabowo – No Hope

August 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...