• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Membaca Awal Ilmu – Menulis Cara Ilmu Tetap Hidup

Ali Syarief by Ali Syarief
August 1, 2026
in Feature, Spiritual
0
Membaca Awal Ilmu – Menulis Cara Ilmu Tetap Hidup
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Ketika wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira, Allah tidak memulai dengan perintah mendirikan negara, mengumpulkan harta, atau mengangkat senjata. Perintah pertama justru sangat sederhana, tetapi mengandung makna yang amat mendalam: “Iqra'”—bacalah.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
(QS. Al-‘Alaq: 1)

Selama ini kita memahami bahwa ayat tersebut merupakan ajakan untuk membaca. Namun ada satu pertanyaan filosofis yang jarang diajukan: Jika tidak ada yang menulis, lalu apa yang harus dibaca?

Membaca dan menulis sesungguhnya adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Membaca adalah pintu masuk ilmu, sedangkan menulis adalah jalan agar ilmu itu tidak berhenti pada diri seseorang. Ilmu yang hanya dibaca akan menjadi pengetahuan pribadi. Ilmu yang ditulis akan menjadi warisan peradaban.

Tidak mengherankan jika beberapa ayat setelah perintah membaca, Allah langsung mengingatkan manusia tentang pentingnya pena.

“Yang mengajar manusia dengan perantaraan pena.”
(QS. Al-‘Alaq: 4)

Pena bukan sekadar alat tulis. Pena adalah simbol peradaban. Dengan pena, ilmu berpindah dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Dengan pena, pengalaman tidak ikut mati bersama pemiliknya. Dengan pena, gagasan mampu melintasi ruang dan waktu.

Bahkan Allah mengabadikan kemuliaan pena dengan sumpah yang sangat agung.

“Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan.”
(QS. Al-Qalam: 1)

Allah tidak bersumpah atas sesuatu yang tidak penting. Ketika pena dijadikan objek sumpah Ilahi, sesungguhnya Allah sedang menunjukkan bahwa menulis adalah pekerjaan yang memiliki nilai spiritual sekaligus nilai peradaban.

Sejarah membuktikan bahwa semua peradaban besar berdiri di atas tradisi menulis. Kita mengenal pemikiran Plato, Aristoteles, Ibnu Sina, Al-Farabi, Al-Ghazali, hingga Ibnu Khaldun bukan karena mereka pandai berbicara, tetapi karena mereka meninggalkan tulisan. Lisan hanya menjangkau orang-orang yang hadir pada masanya. Tulisan menjangkau manusia yang hidup ratusan bahkan ribuan tahun sesudahnya.

Begitu pula Islam. Kita mengenal kisah para nabi, perjalanan Rasulullah SAW, serta petunjuk Al-Qur’an karena semuanya terdokumentasikan melalui tulisan. Bayangkan jika para sahabat hanya mengandalkan hafalan tanpa membukukan wahyu. Mungkin hari ini kita hanya mewarisi cerita yang telah berubah oleh waktu.

Imam Syafi’i pernah berkata:

“Ilmu adalah buruan, sedangkan tulisan adalah ikatannya.”

Betapa indah ungkapan itu. Ilmu ibarat seekor rusa yang berlari cepat. Ia mudah lepas dari ingatan. Menulis adalah tali yang mengikatnya agar tidak hilang. Karena itu, siapa pun yang merasa cukup hanya dengan membaca sesungguhnya sedang membiarkan banyak ilmu menguap bersama waktu.

Ada pula ungkapan yang sangat masyhur dalam khazanah Islam:

“Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.”

Nasihat ini telah menginspirasi tradisi keilmuan Islam selama berabad-abad. Para ulama menulis bukan untuk mencari popularitas, melainkan karena mereka sadar bahwa ilmu yang tidak ditulis akan terkubur bersama jasad pemiliknya.

Di zaman digital sekarang, paradoks justru terjadi. Kita membaca lebih banyak daripada generasi mana pun sebelumnya. Setiap hari ribuan berita, unggahan media sosial, dan pesan singkat melewati layar telepon genggam kita. Namun, hanya sedikit yang benar-benar menulis sesuatu yang layak diwariskan.

Kita menjadi konsumen informasi, bukan produsen pengetahuan.

Padahal bangsa yang besar tidak hanya memiliki masyarakat yang gemar membaca. Bangsa besar adalah bangsa yang menghasilkan penulis, peneliti, pemikir, dan intelektual yang mendokumentasikan gagasan mereka. Jepang, misalnya, memiliki budaya membaca yang kuat, tetapi budaya menulis mereka jauh lebih mengagumkan. Hampir setiap pengalaman dianggap layak menjadi catatan. Hampir setiap penelitian diterbitkan. Hampir setiap inovasi didokumentasikan. Itulah sebabnya ilmu mereka terus bertambah dan menjadi fondasi kemajuan bangsa.

Menulis juga merupakan bentuk sedekah intelektual. Harta akan habis dibelanjakan. Jabatan akan berakhir. Popularitas akan memudar. Namun tulisan yang memberi manfaat akan terus hidup selama masih dibaca orang. Ia menjadi bagian dari ilmu yang bermanfaat, sebagaimana disebutkan Rasulullah SAW sebagai salah satu amal yang pahalanya tetap mengalir setelah seseorang meninggal dunia.

Karena itu, jangan pernah meremehkan tulisan, sekecil apa pun. Sebuah artikel dapat mengubah cara berpikir seseorang. Sebuah buku dapat mengubah arah kehidupan sebuah generasi. Bahkan satu kalimat yang ditulis dengan kejujuran dapat bertahan lebih lama daripada pidato berjam-jam.

Mungkin tidak semua orang mampu menulis buku. Tidak semua orang menjadi profesor atau ulama besar. Namun setiap orang memiliki pengalaman, hikmah, pelajaran hidup, dan gagasan yang layak diwariskan. Jika tidak ditulis, semuanya akan hilang bersama waktu. Jika ditulis, ia akan menjadi bagian dari perjalanan panjang peradaban manusia.

Maka, ketika Allah memerintahkan, “Iqra'”, sesungguhnya tersimpan pula pesan yang tak terucapkan tetapi sangat logis: bacalah, agar engkau berilmu; dan tulislah, agar ilmumu tetap hidup.

Sebab pada akhirnya, membaca adalah awal ilmu, tetapi menulis adalah cara ilmu tetap hidup.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

LAW FIRM EBEN HAEZAR–ANDIKA DAN FAHMI: CALON PENEGAK HUKUM HARUS BERINTEGRITAS, BUKAN SEKADAR KUASAI TEORI

Next Post

Krisis Hakim, Bukan Soal Mutasi, Soal Integritas Peradilan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Krisis Hakim, Bukan Soal Mutasi, Soal Integritas Peradilan
Feature

Krisis Hakim, Bukan Soal Mutasi, Soal Integritas Peradilan

August 1, 2026
Mengapa Begal Marak di Bandung?
Feature

Mengapa Begal Marak di Bandung?

July 31, 2026
Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”
Feature

Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

July 31, 2026
Next Post
Krisis Hakim, Bukan Soal Mutasi, Soal Integritas Peradilan

Krisis Hakim, Bukan Soal Mutasi, Soal Integritas Peradilan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Krisis Hakim, Bukan Soal Mutasi, Soal Integritas Peradilan

Krisis Hakim, Bukan Soal Mutasi, Soal Integritas Peradilan

August 1, 2026
Membaca Awal Ilmu – Menulis Cara Ilmu Tetap Hidup

Membaca Awal Ilmu – Menulis Cara Ilmu Tetap Hidup

August 1, 2026
LAW FIRM EBEN HAEZAR–ANDIKA DAN FAHMI: CALON PENEGAK HUKUM HARUS BERINTEGRITAS, BUKAN SEKADAR KUASAI TEORI

LAW FIRM EBEN HAEZAR–ANDIKA DAN FAHMI: CALON PENEGAK HUKUM HARUS BERINTEGRITAS, BUKAN SEKADAR KUASAI TEORI

August 1, 2026
Mengapa Begal Marak di Bandung?

Mengapa Begal Marak di Bandung?

July 31, 2026
Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.

Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.

July 31, 2026
Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

July 31, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Krisis Hakim, Bukan Soal Mutasi, Soal Integritas Peradilan

Krisis Hakim, Bukan Soal Mutasi, Soal Integritas Peradilan

August 1, 2026
Membaca Awal Ilmu – Menulis Cara Ilmu Tetap Hidup

Membaca Awal Ilmu – Menulis Cara Ilmu Tetap Hidup

August 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...