BANDUNG – FusilatNews.– Persatuan Intelektual Kristen Indonesia (PIKI) secara resmi mendeklarasikan berdirinya organisasi tersebut dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Bandung, 15 Juli 2026. Berbeda dengan kebanyakan peluncuran organisasi nasional yang digelar di ballroom hotel, deklarasi PIKI justru dilaksanakan di sebuah gereja modern, memberikan nuansa simbolik yang menegaskan akar historis dan spiritual organisasi tersebut.
Deklarasi dipimpin langsung oleh Ketua Umum PIKI, Maruarar Sirait, yang secara simbolis mengetuk palu sebagai tanda dimulainya perjalanan organisasi yang digadang-gadang menjadi wadah berhimpunnya kalangan intelektual Kristen Indonesia.
Di jajaran Dewan Pembina, nama Hasyim Djojohadikusumo tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina sekaligus salah satu penggagas berdirinya PIKI.
Dalam sambutannya, Maruarar Sirait menegaskan bahwa PIKI dibentuk sebagai ruang kolaborasi bagi kaum intelektual Kristen untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pemikiran, profesionalisme, dan pengabdian di berbagai sektor strategis.
“Ini adalah deklarasi seri pertama. PIKI akan melakukan serangkaian deklarasi di kota-kota lain. Kita akan terus mengonsolidasikan jaringan intelektual Kristen dari Sabang sampai Merauke,” ujar Maruarar Sirait.
Struktur Besar dengan 30 Bidang Strategis
PIKI memperkenalkan struktur organisasi yang cukup besar dengan 30 Wakil Ketua, masing-masing membidangi sektor-sektor strategis, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, pertambangan, keuangan, hukum, teknologi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang profesional masuk dalam jajaran kepengurusan.
Salah satunya adalah Tony Wenas, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, yang dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pertambangan.
Tokoh dunia usaha lainnya yang turut hadir adalah James Riady, salah satu pengusaha nasional terkemuka. Kehadirannya dinilai memperlihatkan dukungan kalangan dunia usaha terhadap lahirnya organisasi tersebut.
Di bidang kesehatan, dr. Beni, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Kesehatan, dipercaya menjadi Wakil Ketua Bidang Kesehatan.
Sementara itu, Riska yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan ditetapkan sebagai Anggota Kehormatan PIKI.
Konsolidasi Nasional
Menurut Maruarar, deklarasi di Bandung bukanlah puncak kegiatan, melainkan titik awal konsolidasi organisasi secara nasional.
PIKI berencana menggelar deklarasi lanjutan di berbagai kota besar di Indonesia guna memperluas jejaring intelektual dan memperkuat kontribusi organisasi dalam berbagai bidang pembangunan.
Dengan melibatkan akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat, PIKI berharap dapat menjadi wadah kolaborasi lintas profesi yang menghasilkan gagasan dan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
Kehadiran sejumlah figur nasional dari berbagai sektor pada deklarasi perdana tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap lahirnya organisasi yang ingin memperkuat peran intelektual Kristen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
























