• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Syarikat Islam versus Tantangan Singularitas dan Kecerdasan Buatan di Masa Depan

fusilat by fusilat
May 8, 2026
in Feature, Komunitas
0
Syarikat Islam versus Tantangan Singularitas dan Kecerdasan Buatan di Masa Depan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh; Barna Soemantri

Di tengah derasnya perubahan zaman, umat manusia sedang memasuki sebuah fase peradaban baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dunia tidak lagi hanya berubah secara perlahan sebagaimana era revolusi industri, tetapi meloncat secara eksponensial melalui kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), otomasi, big data, robotika, bioteknologi, dan transhumanisme. Perubahan itu melahirkan sebuah pertanyaan besar: apakah manusia masih menjadi subjek peradaban, atau justru perlahan tergantikan oleh ciptaannya sendiri?

Dalam konteks itulah, gagasan besar Syarikat Islam menjadi relevan untuk dibaca kembali. Bukan sekadar sebagai organisasi sejarah yang pernah melahirkan kesadaran kebangsaan Indonesia, tetapi sebagai gerakan yang mencoba menjawab tantangan masa depan dengan fondasi tauhid, ilmu pengetahuan, dan siyasah.

Syarikat Islam sejak awal menyadari bahwa tantangan umat ke depan bukan hanya kolonialisme fisik, tetapi juga kolonialisme ekonomi, teknologi, budaya, bahkan kolonialisme kesadaran. Karena itu, dalam transformasi gerakannya, SI mengangkat konsep “Back to Azimuth”, yakni kembali kepada garis perjuangan awal yang relevan dengan zaman kekinian.

Namun tantangan hari ini jauh lebih kompleks dibanding masa kolonial. Jika dahulu penjajahan datang melalui senjata dan kekuatan militer, kini penjajahan hadir melalui algoritma, dominasi platform digital, penguasaan data, dan kontrol ekonomi global berbasis teknologi.

Singularitas: Ketika Mesin Melampaui Manusia

Dalam dokumen resmi SI bahkan disebutkan secara eksplisit tentang tantangan “singularitas”, yaitu kondisi ketika kecerdasan buatan berkembang melampaui kemampuan manusia dan mengubah tata kehidupan dunia.

Ini bukan lagi sekadar cerita film fiksi ilmiah. Hari ini AI telah mampu menulis, menggambar, menerjemahkan bahasa, mengendalikan industri, membaca perilaku manusia, bahkan memengaruhi pilihan politik masyarakat melalui algoritma media sosial.

Di masa depan, jutaan pekerjaan manusia berpotensi hilang:

  • kasir diganti mesin otomatis,
  • sopir diganti kendaraan otonom,
  • wartawan diganti AI generatif,
  • guru diganti sistem pembelajaran virtual,
  • bahkan pengambilan keputusan pemerintahan perlahan dipengaruhi machine learning.

Ironisnya, manusia modern justru semakin bergantung kepada teknologi yang diciptakannya sendiri. Manusia kehilangan kemampuan berpikir mendalam, kehilangan kepekaan sosial, dan perlahan menjadikan teknologi sebagai “agama baru” yang dianggap mampu menjawab seluruh persoalan kehidupan.

Di sinilah kegelisahan SI menjadi penting. Sebab ketika teknologi berkembang tanpa adab, manusia berisiko berubah hanya menjadi makhluk biologis yang kehilangan ruh kemanusiaannya.

SI dan Pertarungan Menjaga Kemanusiaan

Berbeda dengan paradigma Barat modern yang menempatkan teknologi sebagai pusat peradaban, Syarikat Islam justru menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. SI menegaskan pentingnya menyeimbangkan keahlian dan adab agar manusia tidak kehilangan akal budinya.

Syarikat Islam memahami bahwa kemajuan teknologi tidak boleh melahirkan manusia yang cerdas secara intelektual tetapi miskin secara moral. Sebab krisis terbesar masa depan bukan semata krisis ekonomi, melainkan krisis nilai.

Ketika AI mampu menggantikan pekerjaan manusia, maka nilai utama manusia bukan lagi sekadar keterampilan teknis, melainkan:

  • akhlak,
  • kreativitas,
  • kebijaksanaan,
  • empati,
  • dan spiritualitas.

Hal-hal itulah yang tidak bisa sepenuhnya digantikan mesin.

Karena itu, konsep “Sebersih-bersih Tauhid, Ilmu Pengetahuan, dan Siyasah” yang menjadi fondasi gerakan SI sesungguhnya adalah upaya membangun keseimbangan antara spiritualitas dan modernitas.

Dakwah Ekonomi versus Kapitalisme Digital

Tantangan besar lain di era AI adalah lahirnya kapitalisme digital global. Segelintir perusahaan teknologi dunia menguasai data miliaran manusia. Mereka mengendalikan informasi, pola konsumsi, hingga perilaku masyarakat.

Dalam situasi seperti itu, umat Islam berisiko hanya menjadi:

  • pasar,
  • pengguna,
  • dan objek eksploitasi digital.

Karena itulah SI mengusung “Dakwah Ekonomi” sebagai strategi perlawanan.

Dakwah ekonomi bukan sekadar bisnis, tetapi membangun kemandirian umat:

  • menguasai perdagangan,
  • membangun kewirausahaan,
  • memperkuat ekonomi syariah,
  • menciptakan jejaring usaha,
  • dan mengembangkan ekonomi digital berbasis nilai Islam.

Pertanyaannya hari ini: mampukah umat Islam membangun platform digital sendiri? Mampukah lahir generasi Muslim yang menjadi pencipta teknologi, bukan hanya konsumen teknologi?

Jika tidak, maka kolonialisme digital akan menjadi bentuk penjajahan baru yang lebih halus tetapi jauh lebih kuat.

Pendidikan Visioner: Melahirkan Manusia Masa Depan

SI juga menyadari bahwa pertarungan masa depan ditentukan oleh pendidikan. Karena itu mereka menekankan pendidikan visioner yang melahirkan manusia:

  • merdeka,
  • mandiri,
  • kreatif,
  • berani,
  • bertauhid bersih,
  • dan unggul dalam sains teknologi.

Di era AI, pendidikan tidak cukup hanya menghafal teori. Dunia membutuhkan manusia yang mampu:

  • berpikir kritis,
  • beradaptasi,
  • menciptakan inovasi,
  • sekaligus menjaga moralitas.

Jika sekolah hanya melahirkan manusia administratif, maka mereka akan kalah oleh mesin. Tetapi jika pendidikan melahirkan manusia berkarakter dan visioner, maka teknologi justru menjadi alat untuk memperkuat peradaban.

Masa Depan: Pertarungan Adab versus Teknologi

Akhirnya, tantangan terbesar masa depan bukan soal siapa paling canggih teknologinya, tetapi siapa yang mampu menjaga kemanusiaannya.

Peradaban modern sedang bergerak menuju dunia yang serba otomatis tetapi sekaligus sepi makna. Manusia semakin terkoneksi secara digital tetapi semakin terasing secara spiritual.

Di titik itu, gagasan Syarikat Islam menemukan relevansinya kembali.

Bahwa kemajuan tidak boleh memisahkan manusia dari Tuhan.
Bahwa ilmu tanpa adab melahirkan kerusakan.
Bahwa teknologi tanpa tauhid hanya akan menciptakan kesombongan baru.
Dan bahwa masa depan umat tidak cukup dibangun hanya dengan politik kekuasaan, tetapi dengan pendidikan, ekonomi, moralitas, dan peradaban.

Jika SI mampu menerjemahkan gagasan besarnya ke dalam gerakan nyata — membangun pendidikan teknologi, ekonomi digital syariah, kader intelektual, dan penguasaan AI berbasis etika Islam — maka SI bukan hanya akan menjadi organisasi nostalgia sejarah, tetapi bisa kembali menjadi pelopor kebangkitan umat di era peradaban digital.

Karena pada akhirnya, pertarungan terbesar manusia bukan melawan mesin, melainkan melawan kemungkinan hilangnya kemanusiaan itu sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

WASIAT PENDIRI BANGSA YANG DIKHIANATI OLEH PENGAMANDEMEN DAN ELIT PARTAI POLITIK

Next Post

Membedah Akar Filosofis Pendidikan Islam: Menepis Dikotomi, Membangun Integrasi

fusilat

fusilat

Related Posts

Pikiran Todung Mulya Lubis
Feature

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan
Feature

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026
Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal
Feature

Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

May 14, 2026
Next Post

Membedah Akar Filosofis Pendidikan Islam: Menepis Dikotomi, Membangun Integrasi

Paradox Peradaban -Ketika Agama dan Teknologi Bertemu

Paradox Peradaban -Ketika Agama dan Teknologi Bertemu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026
Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

May 14, 2026

Lingkungan Bersih (Ketika Korupsi Tidak Lahir dari Orang Jahat, tetapi dari Sistem yang Membiarkan Celah)

May 14, 2026
Tak Ada Kuasa yang Benar-Benar Bisa Bernegosiasi dengan Nurani

“Pulih 99 Persen”, Jokowi Siap Keliling Indonesia: Konsolidasi Relawan atau Pemanasan Politik Baru?

May 14, 2026
Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist