• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tak Mau Mendengar Gerakan Mahasiswa – Banyak Regime yang Jatuh

Ali Syarief by Ali Syarief
February 21, 2025
in Feature, Politik
0
Tak Mau Mendengar Gerakan Mahasiswa – Banyak Regime yang Jatuh
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Gerakan mahasiswa telah menjadi katalisator perubahan sosial dan politik di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Sejarah mencatat bahwa sejak era Bung Karno hingga masa pemerintahan Jokowi, demonstrasi mahasiswa hampir tidak pernah dianggap “salah” dalam konteks perjuangan demokrasi dan keadilan. Sebaliknya, justru rezim yang berkuasa yang sering kali dipertanyakan legitimasinya akibat gelombang protes yang digerakkan oleh mahasiswa. Jika Prabowo Subianto, yang segera akan mengambil tampuk kepemimpinan, tidak mengambil pelajaran dari sejarah ini, maka bukan tidak mungkin ia akan menghadapi gelombang perlawanan yang sama.

Gerakan Mahasiswa: Sebuah Tradisi Perlawanan

Sejak era Presiden Soekarno, mahasiswa telah memainkan peran penting dalam dinamika politik nasional. Gerakan mahasiswa 1966 menandai awal perubahan besar ketika mereka turun ke jalan menuntut Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat), yang akhirnya berujung pada lengsernya Bung Karno dan naiknya Orde Baru di bawah Soeharto.

Pada tahun 1998, sejarah kembali membuktikan bahwa mahasiswa memiliki peran krusial dalam meruntuhkan rezim Soeharto melalui Reformasi. Demonstrasi yang terjadi saat itu bukan sekadar ekspresi kemarahan sesaat, melainkan gerakan terorganisir yang memiliki tuntutan jelas: reformasi total, demokratisasi, dan penghapusan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Sejarah juga mencatat bagaimana gerakan mahasiswa turut mengawal perjalanan demokrasi setelah Reformasi, termasuk dalam menentang berbagai kebijakan kontroversial yang dikeluarkan oleh pemerintahan setelahnya.

Di era Jokowi, mahasiswa tetap menjadi barisan depan dalam menolak berbagai kebijakan yang dianggap merugikan rakyat, seperti Omnibus Law, revisi UU KPK, hingga kebijakan-kebijakan yang dianggap melemahkan demokrasi. Aksi-aksi mahasiswa yang terjadi selama dua periode pemerintahan Jokowi adalah bukti bahwa mahasiswa tetap menjadi kekuatan moral yang kritis terhadap kekuasaan.

Prabowo dan Tantangan Sejarah

Sebagai presiden terpilih, Prabowo harus memahami bahwa gerakan mahasiswa bukan sekadar kumpulan anak muda yang sekadar turun ke jalan untuk mengacaukan keadaan. Gerakan ini memiliki akar historis yang kuat dan selalu muncul ketika ada ketidakadilan. Jika Prabowo memilih untuk mengabaikan suara mahasiswa atau bahkan menindasnya, ia hanya akan mengulang kesalahan rezim-rezim sebelumnya yang akhirnya runtuh di tangan mahasiswa.

Prabowo juga harus sadar bahwa mahasiswa bukan sekadar kekuatan politik oposisi, tetapi juga elemen kontrol sosial yang menjaga jalannya demokrasi. Sikap represif hanya akan mempercepat lahirnya gelombang perlawanan yang lebih besar. Ia seharusnya belajar dari sejarah dan mengambil pendekatan yang lebih dialogis dalam menghadapi kritik.

Kesimpulan

Dari era Bung Karno hingga Jokowi, gerakan mahasiswa tidak pernah dicatat sejarah sebagai pihak yang “salah” dalam perjuangan melawan ketidakadilan. Justru rezim yang menolak mendengar suara mahasiswa lah yang kerap jatuh dan kehilangan legitimasi. Jika Prabowo ingin mencatat sejarah kepemimpinannya dengan tinta emas, maka ia harus belajar dari masa lalu dan menjadikan mahasiswa sebagai mitra dalam membangun negeri, bukan sebagai musuh yang harus diberangus. Sejarah telah berbicara, dan siapa pun yang menolak mendengarkannya akan berhadapan dengan konsekuensinya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Wirda Yusuf Mansur Kembali Jadi Sorotan, Bisnisnya Diduga Penipuan Ribuan Member

Next Post

Megawati Harus Mempercepat Kongres PDIP dari Jadwal April 2025

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Menangkap Sinyal Megawati Mengatakan Prihatin ke Jokowi : “Duh Kasian Deh”!!

Megawati Harus Mempercepat Kongres PDIP dari Jadwal April 2025

MALAPETAKA PROYEK PERTAMBANGAN DI MALUKU DAN HALMAHERA

MALAPETAKA PROYEK PERTAMBANGAN DI MALUKU DAN HALMAHERA

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist