• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tanda-tanda Kejatuhan Prabowo

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
February 15, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Bak menghadapi buah simalakama: dimakan ibu mati, tidak dimakan bapak mati.

Demikianlah amsal Purbaya Yudhi Sadewa. Menurut Menteri Keuangan, hanya ada dua pilihan terkait kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Yakni, terus menambah utang atau akan terjadi krisis seperti pada 1998 jika tidak menambah utang.

Posisi utang Indonesia per 31 Desember 2025 mencapai Rp9.637,90 triliun atau setara 40,46% Produk Domestik Bruto (PDB). Posisi utang tersebut mengalami kenaikan Rp229,26 triliun dibandingkan dengan posisi September 2025.

Konsekuensinya, negara yang terlalu banyak utang akan menjadi negara gagal atau failed state dan akhirnya dikuasai negara lain. Indonesia akan tersandera, tidak lagi merdeka.

Sementara, jika Indonesia tak menambah utang, maka akan terjadi krisis ekonomi seperti 1998 yang menyebabkan jatuhnya rezim Orde Baru.

Artinya, tanda-tanda Presiden Prabowo Subianto hendak jatuh seperti mendiang mantan mertuanya, Soeharto, pun sudah di depan mata. Akankah mantan suami Titiek Soeharto ini benar-benar jatuh?

Kita tidak tahu pasti. Yang jelas, keberadaan Purbaya di Kabinet Merah Putih ternyata tak menyelesaikan masalah. Purbaya memang sempat digadang-gadang sebagai sosok penyelamat perekonomian Indonesia setelah Sri Mulyani Indrawati didepak dari kabinet karena kebijakan-kebijakannya yang terindikasi salah.

Namun, apa lacur? Ternyata Purbaya hanya mengalami tren sesaat. Selebihnya terjerembab ke titik nadir. Indikatornya: jebloknya harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu.

Purbaya pun kini tak punya pilihan lain kecuali menambah utang atau membiarkan ekonomi terus melambat dan menuju krisis seperti 1998.

Ironi

Ironisnya, Prabowo dan para menterinya tak punya sense of crisis. Mereka beranggapan Indonesia sedang baik-baik saja.

Para pejabat tetap hidup hedon. Gaji pejabat dan pegawai terus ditambah. Bahkan Prabowo membawa Indonesia masuk Board of Peace yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Konsekuensinya, Indonesia harus membayar iuran Rp17 triliun.

Lebih parah lagi adalah klaim Prabowo bahwa rakyat Indonesia paling bahagia se dunia. Padahal, kondisinya sebaliknya.

Lihat saja. Seorang anak sekolah dasar di NTT memilih bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pena.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menilai bahwa pemicu bunuh diri anak SD itu sepele. Bagaimana bisa kemiskinan dianggap sebagai masalah sepele?

Ironisnya lagi, lembaga-lembaga survei juga ramai-ramai menjilat Prabowo. Mereka menyatakan, kepuasan rakyat terhadap kinerja pemerintah mencapai 79%.

Mungkin survei itu dilakukan di kantong-kantong pendukung Prabowo. Sebab itu, kita lihat saja apakah para kepala lembaga survei itu akan menjadi pejabat negara seperti M. Qodari yang kini menjabat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP).

Dus, klaim Prabowo bahwa rakyat Indonesia paling bahagia sedunia adalah kamuflase belaka. Yang terjadi justru sebaliknya. Cermati saja apa kata Purbaya yang tidak punya pilihan lain kecuali terus menambah utang. Jika tidak, krisis ekonomi seperti 1998 akan kembali melanda Indonesia dan bukan tidak mungkin presiden akan jatuh.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Makanan dan Pola Makan saat Puasa: Mana yang Baik dan Mana yang Berbahaya

Next Post

DUA LOGIKA DALAM SATU PIRING: EFISIENSI DI MATA PRESIDEN, PEMBOROSAN DI MATA RAKYAT

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
DUA LOGIKA DALAM SATU PIRING: EFISIENSI DI MATA PRESIDEN, PEMBOROSAN DI MATA RAKYAT

DUA LOGIKA DALAM SATU PIRING: EFISIENSI DI MATA PRESIDEN, PEMBOROSAN DI MATA RAKYAT

Kekuasaan yang Kuat atau Kekuasaan yang Berbahaya? (Batas Tipis antara Konsolidasi Rezim dan Demokrasi Sehat)

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...