Jakarta – Fusilatnews – Ketua KADIN Indonesia yang tersingkir dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar di Jakarta pada Sabtu (14/9/2024), menanggapi terpilihnya Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum KADIN yang baru. Mereka menilai Munaslub tersebut tidak sah.
Dewan Pengurus KADIN Indonesia berencana menggelar konferensi pers pada Minggu (15/9) untuk memberikan tanggapan terkait pengesahan Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum. Konferensi ini akan dihadiri oleh Arsjad Rasjid, Ketua Umum KADIN sebelumnya, serta beberapa pejabat penting lainnya.
Dalam pernyataannya, Dewan Pengurus KADIN menyebut bahwa Munaslub yang mengangkat Anindya sebagai Ketua Umum tidak sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi KADIN Indonesia. Mereka menganggap bahwa Munaslub ini diadakan tanpa mematuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, sehingga hasilnya tidak sah.
Sebelumnya, Munaslub tersebut mengesahkan Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum secara aklamasi karena dihadiri oleh 28 dari 34 KADIN provinsi dan 25 asosiasi. Bambang Soesatyo, Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan, dan Keamanan KADIN Indonesia, menyatakan bahwa karena mayoritas pimpinan KADIN daerah hadir dan memberikan suara secara aklamasi, maka terpilihnya Anindya Bakrie dianggap sah dan sesuai dengan AD/ART organisasi.
Namun, Dewan Pengurus KADIN Indonesia menolak hasil Munaslub tersebut. Mereka menekankan bahwa mayoritas KADIN provinsi telah menolak Munaslub yang dinilai dapat mengancam keharmonisan organisasi dan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan.
Konferensi pers ini juga akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting lainnya, termasuk Yukki Nugrahawan Hanafi, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Hukum, dan Komunikasi KADIN Indonesia, serta Dhaniswara K. Harjono, Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan HAM. Kuasa Hukum KADIN Indonesia dan perwakilan dari 21 Ketua Umum KADIN Provinsi juga dijadwalkan hadir.
Dengan adanya perbedaan pendapat ini, situasi internal KADIN semakin memanas, terutama terkait keabsahan pemilihan Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum baru.























