• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Tayangan Trans7 dan Cermin Buram Pendidikan Pesantren

Ali Syarief by Ali Syarief
October 15, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Pendidikan
0
Tayangan Trans7 dan Cermin Buram Pendidikan Pesantren
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Sebuah tayangan di Trans7, Xpose Uncensored, menampilkan sisi lain dunia pesantren dengan cara yang dianggap menyinggung. Dalam program itu, kehidupan kiai dan relasi mereka dengan santri disorot dengan nada curiga: seolah pesantren hanyalah ruang feodal tempat kiai dipuja dan santri tunduk tanpa nalar.

Protes keras pun datang dari PBNU. Ketua Umum-nya, KH Yahya Cholil Staquf, menyebut tayangan itu melecehkan pesantren dan para tokohnya. Trans7 buru-buru meminta maaf, mengaku lalai dalam menjaga sensitivitas dan konteks. Tapi di balik kegaduhan itu, ada satu hal yang justru lebih penting dari sekadar siapa yang benar atau salah: apakah dunia pesantren masih sanggup menjawab tantangan zaman?


Cermin yang Retak

Reaksi keras dari warga Nahdliyin dapat dimengerti. Pesantren selama ini bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi simbol tradisi dan kehormatan. Menyentuhnya tanpa pemahaman budaya yang memadai bisa seperti melempar batu ke kaca jendela keimanan. Tapi di sisi lain, tayangan itu—betapapun keliru narasinya—memantulkan sesuatu yang lebih dalam: kebutuhan akan refleksi.

Sebagian pola pendidikan di pesantren memang tampak berjalan di tempat. Disiplin masih dimaknai sebagai ketundukan mutlak, bukan pembiasaan berpikir. Penghormatan pada kiai kadang berubah menjadi kepatuhan tanpa ruang dialog. Pembelajaran kitab kuning berjalan tanpa jembatan menuju realitas dunia modern.

Sementara di luar sana, dunia berlari. Kecerdasan buatan menggantikan banyak profesi, teknologi informasi mengubah cara belajar dan bekerja. Anak-anak muda hidup dalam ekosistem digital, di mana keterampilan berpikir kritis dan kreatif lebih dihargai daripada hafalan semata.

Di tengah pusaran itu, sebagian pesantren masih mengulang pola lama. Maka pertanyaannya bukan lagi apakah Trans7 salah menggambarkan pesantren, tetapi apakah pesantren sudah cukup jujur melihat dirinya sendiri?


Dari Tradisi ke Transformasi

Tak ada yang salah dengan tradisi, sejauh ia memberi arah. Tapi ketika tradisi menjadi pagar yang membatasi pandangan, ia kehilangan makna asalnya.

Pesantren perlu bergerak dari sekadar menjaga warisan menjadi ruang pembaruan. Santri tak cukup hanya fasih membaca kitab kuning, tapi juga perlu mampu membaca tanda-tanda zaman. Mereka harus dibekali kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan berkolaborasi dalam dunia yang lintas disiplin dan lintas budaya.

Kiai, sebagai poros utama pesantren, harus memimpin transformasi ini. Ia tak hanya guru ruhani, tapi juga inovator pendidikan. Ia harus membuka pintu bagi ilmu pengetahuan modern tanpa merasa kehilangan nilai-nilai Islam yang mendasari pendidikannya.

Dalam konteks ini, introspeksi menjadi lebih penting daripada kemarahan. Sebab setiap kritik, betapa pun menyakitkan, bisa menjadi cermin untuk berbenah.


Jurnalisme dan Tanggung Jawab Moral

Tentu saja, media juga tidak bisa lepas dari tanggung jawab. Kritik yang lahir dari ruang redaksi seharusnya lahir dari riset, bukan prasangka. Dunia pesantren memiliki kompleksitas spiritual dan kultural yang tak bisa ditangkap hanya lewat kamera dan narasi singkat.

Tugas jurnalis adalah menyingkap fakta tanpa kehilangan empati, bukan menebar sensasi atas nama keberanian. Tapi kesalahan media tidak boleh menutupi kenyataan bahwa pendidikan di pesantren juga membutuhkan penyegaran visi.


Menatap ke Depan

Kemarahan PBNU dan umatnya sah, tapi jangan berhenti di situ. Karena yang lebih penting dari meminta maaf adalah mengambil pelajaran.

Pesantren harus menatap ke depan, menata ulang orientasi pendidikannya agar selaras dengan kebutuhan zaman. Santri yang lahir dari rahim pesantren masa depan seharusnya bukan hanya taat dan alim, tapi juga mampu bersaing di dunia global—tanpa kehilangan akar moralnya.

Di titik itulah pesantren akan kembali menemukan relevansinya: sebagai lembaga yang bukan sekadar mengajar, tapi membentuk manusia utuh—berilmu, berakal sehat, dan berakhlak kuat.

Karena jika pesantren berhenti belajar dari dunia, maka dunia akan berhenti belajar dari pesantren.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Politik Petani: Dari Sawah ke Senayan, dari Cangkul ke Kebijakan

Next Post

Cahaya Perdamaian di Sharm el-Sheikh: Upaya Menyatukan Gaza dalam Reruntuhan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Next Post
Cahaya Perdamaian di Sharm el-Sheikh: Upaya Menyatukan Gaza dalam Reruntuhan

Cahaya Perdamaian di Sharm el-Sheikh: Upaya Menyatukan Gaza dalam Reruntuhan

Kepuasan Publik Terjun Bebas: Cermin Retaknya Kepercayaan terhadap Kabinet Merah Putih

Kepuasan Publik Terjun Bebas: Cermin Retaknya Kepercayaan terhadap Kabinet Merah Putih

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist