• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Kepuasan Publik Terjun Bebas: Cermin Retaknya Kepercayaan terhadap Kabinet Merah Putih

fusilat by fusilat
October 15, 2025
in Birokrasi, Feature, Tokoh/Figur
0
Kepuasan Publik Terjun Bebas: Cermin Retaknya Kepercayaan terhadap Kabinet Merah Putih
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Rilis hasil survei Indo Survey & Consulting (ISC) pada 3 Oktober 2025 menyuguhkan potret suram bagi Kabinet Merah Putih. Enam menteri tercatat memiliki tingkat kepuasan publik di bawah 40 persen — sebuah sinyal bahaya yang menunjukkan mulai rapuhnya kepercayaan rakyat terhadap jajaran pembantu presiden. Nama-nama yang masuk dalam daftar tersebut bukanlah figur pinggiran, melainkan tokoh-tokoh yang memegang sektor strategis pemerintahan.

Di posisi teratas, Maruarar Sirait sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman hanya meraih kepuasan publik sebesar 38 persen. Angka ini memperlihatkan bahwa kebijakan perumahan rakyat belum menyentuh kebutuhan riil masyarakat bawah. Masalah backlog perumahan, lambannya realisasi program rumah subsidi, hingga mahalnya harga tanah menjadi penyebab utama merosotnya kepercayaan publik.

Menyusul di bawahnya, Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana mencatat 36 persen. Dunia pariwisata yang semestinya menjadi lokomotif pemulihan ekonomi pasca-pandemi justru stagnan. Kritik muncul terhadap kebijakan promosi yang tak terarah dan pembangunan destinasi yang lebih banyak menguntungkan investor ketimbang masyarakat lokal.

Yandri Susanto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, menempati posisi ketiga dengan 31 persen. Program dana desa yang dulu menjadi kebanggaan pemerintahan kini banyak dipertanyakan efektivitasnya. Banyak desa yang justru stagnan dalam pembangunan karena pengelolaan dana yang tidak transparan serta lemahnya pengawasan.

Nama yang cukup mengejutkan muncul di urutan berikutnya: Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dengan tingkat kepuasan hanya 28 persen. Bahlil yang dikenal agresif dalam menarik investasi kini justru dinilai gagal mengelola transisi energi dan pengelolaan sumber daya alam. Publik menilai kebijakan yang diambil cenderung menguntungkan korporasi besar dan abai terhadap aspek keberlanjutan serta keadilan sosial. Penurunan kepuasan ini juga berkaitan erat dengan persepsi publik bahwa Bahlil lebih sibuk membangun citra politik ketimbang fokus pada kinerjanya di kementerian.

Di bawahnya, ada Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, dengan 26 persen. Ironisnya, meski dikenal sebagai aktivis HAM, kinerja kementeriannya dianggap tidak mampu menekan pelanggaran hak asasi yang terjadi di berbagai wilayah. Kasus-kasus kekerasan aparat dan penegakan hukum yang tebang pilih membuat publik semakin apatis.

Terakhir, Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan, mencatat tingkat kepuasan publik paling rendah, yakni 24 persen. Isu deforestasi, kebakaran hutan, dan lemahnya penegakan hukum terhadap perusahaan pelanggar lingkungan menjadi faktor dominan. Publik menilai kementerian ini gagal menjadi garda depan dalam menjaga keseimbangan ekologis di tengah ekspansi industri ekstraktif.

Jika dirangkum, enam menteri ini menjadi simbol dari menurunnya performa kolektif Kabinet Merah Putih. Survei ISC bukan sekadar data statistik, melainkan barometer moral: tanda bahwa publik mulai kehilangan harapan terhadap arah pemerintahan. Rakyat tidak lagi hanya menilai janji, tetapi menuntut bukti — sesuatu yang tampaknya kian langka di tengah gegap-gempita narasi keberhasilan yang terus dikumandangkan.

Turunnya kepuasan publik ini juga bisa dibaca sebagai refleksi kegagalan koordinasi di tingkat kabinet. Ketika setiap kementerian berjalan dengan ego sektoralnya sendiri, tanpa visi kolektif yang jelas, hasilnya adalah kebijakan yang tumpang tindih dan tidak efektif. Publik pun akhirnya merasakan dampaknya secara langsung: dari harga energi yang tak stabil, kesejahteraan desa yang jalan di tempat, hingga rusaknya alam yang tak terbendung.

Lebih dari sekadar kritik terhadap individu, hasil survei ini menjadi peringatan bagi seluruh jajaran pemerintahan: legitimasi politik tidak hanya lahir dari kemenangan elektoral, tetapi juga dari kemampuan menjaga kepercayaan rakyat. Dan kepercayaan itu, sekali terkikis, sulit untuk dikembalikan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Cahaya Perdamaian di Sharm el-Sheikh: Upaya Menyatukan Gaza dalam Reruntuhan

Next Post

Studi Kasus: Jokowi Bisa Dijerat Pasal Makar

fusilat

fusilat

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya

Studi Kasus: Jokowi Bisa Dijerat Pasal Makar

Jangan Lindungi Jaksa Bermasalah, Komisi Kejaksan Harus Lebih Proaktif

Jangan Lindungi Jaksa Bermasalah, Komisi Kejaksan Harus Lebih Proaktif

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist