Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)
Jakarta – Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa tersenyum lega. Pasalnya, Sekretaris Kabinet ini sudah mendapatkan pembelaan dari Kopassus dan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono terkait isu miring yang menerpanya.
Diisukan, Letkol Teddy mendapatkan tamparan keras dari Letnan Jenderal Djon Afriandi gegara tidak memberikan akses masuk Komandan Jenderal Kopassus itu untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, baru-baru ini. Padahal, Djon adalah senior Teddy di Kopassus, dan sudah dialokasikan waktu Prabowo juga.
Tetapi bukan hanya Djon, setiap orang yang hendak bertemu Prabowo konon memang harus melewati Teddy, ajudan Prabowo semasa menjabat Menteri Pertahanan. Tak terkecuali orang-orang dekat Prabowo seperti Sufmi Dasco Ahmad dan Ahmad Muzani.
Namun, isu tersebut dibantah Kopassus dan Hendropriyono. Mereka kompak menyatakan isu penamparan terhadap Teddy itu hoaks alias berita bohong.
Letkol Teddy pun sudah bisa tersenyum lega. Dan manis pula seperti biasanya. Akan tetapi, kita tidak tahu pasti apakah senyum manis Teddy itu penuh misteri seperti senyum Mona Lisa atau tidak.
Senyum misterius laiknya Mona Lisa itu pernah ditunjukkan Teddy saat mendapat kerlingan mata dari Prabowo seperti terlihat dalam video yang tersebar secara viral.
Mona Lisa (dilukis tahun 1503-1506), lukisan setengah badan karya Leonardo da Vinci (1452-1519) asal Italia, digambarkan tatapannya menuju pengunjung museum di Paris, Prancis, dengan ekspresi yang sering dideskripsikan sebagai enigmatik atau misterius.
Nama atau judul lukisan Mona Lisa berasal dari biografi Giorgio Vasari tentang Leonardo da Vinci, yang terbit 31 tahun setelah pelukisnya meninggal dunia. Di dalam buku itu disebutkan bahwa wanita dalam lukisan ini adalah Lisa Gherardin.
Ada pula yang menafsirkan objek lukisan Leonardo da Vinci itu seorang laki-laki tampan, dan sedemikian tampannya sampai-sampai menyerupai perempuan.
Akan tetapi, satu hal sudah pasti: senyum Mona Lisa penuh misteri. Sejak tercipta pada abad ke-16 hingga kini abad ke-21, atau sudah lima abad, tak seorang pun mampu memecahkan misteri senyum Mona Lisa.
Kita pun sejauh ini tak mampu memecahkan misteri senyum Teddy Wijaya. Termasuk saat pipinya “diciwel” atau dicubit Luhut Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), seperti dalam video yang tersebar secara viral.
Yang jelas, senyum Teddy itu manis sekali. Bahkan saking manisnya, sampai-sampai ada yang terkecoh bahwa senyum yang kerap tersungging di bibir Teddy adalah senyum seorang wanita. Mungkin karena Teddy kelewat ganteng, dan kulitnya pun putih bersih laiknya orang Manado, Sulawesi Utara, lainnya.
Itu seperti Mona Lisa ketika ada yang menafsirkan objek lukisan Leonardo itu sebagai seorang lelaki, padahal sesungguhnya adalah seorang perempuan. Mereka pun terkecoh.
Mungkin isu bias gender itulah yang membuat senyum misterius Mona Lisa tetap abadi hingga kini. Tak seorang pun yang mampu memecahkannya.
Mungkin pula gegara senyum yang terlalu manis itulah Teddy dikaitkan dengan isu negatif. Misalnya dianggap seperti perempuan karena mungkin kelewat ganteng dengan kulit putih bersih.
Tragisnya, di media sosial ada yang menyebut Teddy sebagai “Bunted”, singkatan dari Bunda Teddy, atau First Teddy, pelesetan dari First Lady alias Ibu Negara.
Jika dilihat dari latar belakang Teddy yang seorang TNI, bahkan Kopassus pula, mestinya isu bias gender itu tak perlu muncul, meski militer sejumlah negara lain melegalkan bias gender prajuritnya.
Dus, sampai kapan senyum Teddy Wijaya akan sarat misteri seperti senyum Mona Lisa? Biarlah waktu yang bicara.

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)




















