• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
in Feature, Pojok KSP, Tokoh/Figur
0
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa tersenyum lega. Pasalnya, Sekretaris Kabinet ini sudah mendapatkan pembelaan dari Kopassus dan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono terkait isu miring yang menerpanya.

Diisukan, Letkol Teddy mendapatkan tamparan keras dari Letnan Jenderal Djon Afriandi gegara tidak memberikan akses masuk Komandan Jenderal Kopassus itu untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, baru-baru ini. Padahal, Djon adalah senior Teddy di Kopassus, dan sudah dialokasikan waktu Prabowo juga.

Tetapi bukan hanya Djon, setiap orang yang hendak bertemu Prabowo konon memang harus melewati Teddy, ajudan Prabowo semasa menjabat Menteri Pertahanan. Tak terkecuali orang-orang dekat Prabowo seperti Sufmi Dasco Ahmad dan Ahmad Muzani.

Namun, isu tersebut dibantah Kopassus dan Hendropriyono. Mereka kompak menyatakan isu penamparan terhadap Teddy itu hoaks alias berita bohong.

Letkol Teddy pun sudah bisa tersenyum lega. Dan manis pula seperti biasanya. Akan tetapi, kita tidak tahu pasti apakah senyum manis Teddy itu penuh misteri seperti senyum Mona Lisa atau tidak.

Senyum misterius laiknya Mona Lisa itu pernah ditunjukkan Teddy saat mendapat kerlingan mata dari Prabowo seperti terlihat dalam video yang tersebar secara viral.

Mona Lisa (dilukis tahun 1503-1506), lukisan setengah badan karya Leonardo da Vinci (1452-1519) asal Italia, digambarkan tatapannya menuju pengunjung museum di Paris, Prancis, dengan ekspresi yang sering dideskripsikan sebagai enigmatik atau misterius.

Nama atau judul lukisan Mona Lisa berasal dari biografi Giorgio Vasari tentang Leonardo da Vinci, yang terbit 31 tahun setelah pelukisnya meninggal dunia. Di dalam buku itu disebutkan bahwa wanita dalam lukisan ini adalah Lisa Gherardin.

Ada pula yang menafsirkan objek lukisan Leonardo da Vinci itu seorang laki-laki tampan, dan sedemikian tampannya sampai-sampai menyerupai perempuan.

Akan tetapi, satu hal sudah pasti: senyum Mona Lisa penuh misteri. Sejak tercipta pada abad ke-16 hingga kini abad ke-21, atau sudah lima abad, tak seorang pun mampu memecahkan misteri senyum Mona Lisa.

Kita pun sejauh ini tak mampu memecahkan misteri senyum Teddy Wijaya. Termasuk saat pipinya “diciwel” atau dicubit Luhut Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), seperti dalam video yang tersebar secara viral.

Yang jelas, senyum Teddy itu manis sekali. Bahkan saking manisnya, sampai-sampai ada yang terkecoh bahwa senyum yang kerap tersungging di bibir Teddy adalah senyum seorang wanita. Mungkin karena Teddy kelewat ganteng, dan kulitnya pun putih bersih laiknya orang Manado, Sulawesi Utara, lainnya.

Itu seperti Mona Lisa ketika ada yang menafsirkan objek lukisan Leonardo itu sebagai seorang lelaki, padahal sesungguhnya adalah seorang perempuan. Mereka pun terkecoh.

Mungkin isu bias gender itulah yang membuat senyum misterius Mona Lisa tetap abadi hingga kini. Tak seorang pun yang mampu memecahkannya.

Mungkin pula gegara senyum yang terlalu manis itulah Teddy dikaitkan dengan isu negatif. Misalnya dianggap seperti perempuan karena mungkin kelewat ganteng dengan kulit putih bersih.

Tragisnya, di media sosial ada yang menyebut Teddy sebagai “Bunted”, singkatan dari Bunda Teddy, atau First Teddy, pelesetan dari First Lady alias Ibu Negara.

Jika dilihat dari latar belakang Teddy yang seorang TNI, bahkan Kopassus pula, mestinya isu bias gender itu tak perlu muncul, meski militer sejumlah negara lain melegalkan bias gender prajuritnya.

Dus, sampai kapan senyum Teddy Wijaya akan sarat misteri seperti senyum Mona Lisa? Biarlah waktu yang bicara.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Next Post

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”
Feature

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi
Feature

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Next Post
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...