• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Ali Syarief by Ali Syarief
April 24, 2026
in Feature, Science & Cultural
0
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di Amerika Serikat, perdebatan tentang media sosial telah mengalami pergeseran mendasar. Jika dulu perhatian publik terfokus pada berapa lama seseorang menatap layar, kini fokusnya berubah ke arah yang lebih tajam: bagaimana desain platform itu sendiri sengaja dibuat untuk membuat pengguna tidak bisa lepas. Kasus gugatan di Los Angeles menjadi titik balik penting dalam diskursus ini—bukan sekadar soal kebiasaan, melainkan soal tanggung jawab industri.

Seorang perempuan muda, yang dalam dokumen pengadilan disebut sebagai Kaley, memenangkan gugatan terhadap raksasa teknologi Meta—induk dari Instagram, Facebook, dan WhatsApp—serta Google sebagai pemilik YouTube. Juri menyimpulkan bahwa platform-platform tersebut tidak netral, melainkan dirancang dengan kesadaran penuh untuk menciptakan ketergantungan psikologis sejak usia dini. Putusan itu tidak main-main: kompensasi sebesar 6 juta dolar AS diberikan kepada penggugat.

Putusan ini memperkuat temuan yang selama ini telah banyak dibahas dalam studi-studi di Amerika, termasuk laporan internal yang sempat bocor dari Meta sendiri. Dalam laporan itu, diketahui bahwa Instagram dapat memperburuk citra tubuh remaja perempuan dan meningkatkan kecemasan serta depresi. Penelitian dari lembaga seperti Pew Research Center dan U.S. Surgeon General juga menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang intens berkorelasi dengan penurunan kesehatan mental remaja, terutama terkait rasa kesepian, kecemasan, dan gangguan tidur.

Namun, yang membuat kasus ini berbeda adalah pengakuan implisit bahwa masalahnya bukan sekadar penggunaan berlebihan oleh individu, melainkan arsitektur sistem yang mendorong perilaku adiktif. Fitur seperti infinite scroll, notifikasi real-time, algoritma rekomendasi berbasis dopamin, hingga desain visual yang memicu respons emosional cepat—semuanya bukan kebetulan. Ini adalah hasil dari rekayasa perilaku (behavioral engineering) yang menggabungkan psikologi, data besar, dan kepentingan bisnis.

Di sinilah perdebatan menjadi lebih filosofis: apakah media sosial masih bisa disebut sebagai alat komunikasi, atau sudah berubah menjadi mesin manipulasi perhatian?

Pihak Meta dan Google menolak putusan tersebut dan berencana mengajukan banding. Argumen mereka klasik namun tidak sepenuhnya keliru: kesehatan mental remaja adalah persoalan kompleks yang tidak bisa direduksi hanya pada satu aplikasi. Lingkungan keluarga, tekanan sosial, pendidikan, hingga faktor biologis juga memainkan peran.

Tetapi argumen ini sekaligus mengandung kelemahan. Kompleksitas bukan alasan untuk menghindari tanggung jawab. Jika sebuah produk terbukti memperburuk kondisi yang sudah rentan, maka tanggung jawab moral—bahkan hukum—tetap melekat. Sama seperti industri rokok yang dulu berlindung di balik kebebasan memilih, sebelum akhirnya diakui sebagai penyebab utama berbagai penyakit.

Kasus Kaley berpotensi menjadi preseden hukum yang besar. Ratusan gugatan serupa tengah menunggu di berbagai pengadilan di Amerika Serikat. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin industri teknologi akan menghadapi “momen tembakau”-nya sendiri—sebuah fase di mana regulasi ketat dan tuntutan publik memaksa perubahan mendasar dalam cara mereka beroperasi.

Bagi masyarakat global, termasuk Indonesia, peristiwa ini seharusnya menjadi alarm. Kita sering melihat media sosial sebagai ruang hiburan, ekspresi, bahkan peluang ekonomi. Namun di balik itu, ada realitas lain: perhatian manusia telah menjadi komoditas, dan kecanduan adalah model bisnis.

Pertanyaannya bukan lagi “berapa lama kita online,” tetapi “siapa yang mengendalikan perilaku kita saat online?”

Dan mungkin, lebih dalam lagi: apakah kita masih menjadi pengguna—atau sudah menjadi produk?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?
Birokrasi

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026
Feature

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026
Feature

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist