• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

fusilat by fusilat
April 28, 2026
in Feature, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Aries Musnandar

Tentang Penulis: Dr. Aries Musnandar adalah dosen di Universitas Islam Raden Rahmat, Malang, dengan pengalaman di dunia akademik dan korporasi multinasional. Ia juga merupakan advisor dan pembicara dalam bidang kebijakan pendidikan dan pengembangan SDM.

Pernyataan Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026 (23/4/2026) yang mengungkapkan rencana penutupan program studi (prodi) yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan masa depan, sontak memantik gelombang kritik publik. Wacana ini bukan hanya mengkhawatirkan bagi eksistensi institusi pendidikan tinggi, tetapi juga mencerminkan kesalahpahaman mendasar terhadap hakikat pendidikan dan ekosistem Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Antara Retorika dan Realitas Sistemik

Gagasan penutupan prodi tampak seperti jalan pintas di tengah ambisi besar menuju “Indonesia Emas 2045” yang menuntut transformasi modal manusia secara masif. Namun, selama puluhan tahun, konsep link and match di Indonesia kerap berhenti pada tataran retorika—sekadar seremoni kerja sama tanpa fondasi hukum yang kokoh dan implementasi yang berkelanjutan.

Masalah pengangguran terdidik tidak sesederhana soal banyaknya prodi yang “tidak relevan”. Akar persoalannya justru terletak pada kegagalan sistemik dalam membangun sinkronisasi kompetensi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Menutup prodi bukanlah solusi, melainkan bentuk simplifikasi atas persoalan yang kompleks.

Universitas memiliki mandat yang jauh lebih luas daripada sekadar menjadi pemasok tenaga kerja. Ia adalah ruang produksi pengetahuan, pembentukan nalar kritis, dan pengembangan peradaban. Menjadikannya sekadar “pabrik ijazah” memang keliru, tetapi menghapus prodi karena tekanan pasar jangka pendek adalah kekeliruan yang lebih besar. Yang dibutuhkan adalah pembenahan desain kurikulum—membangun “jembatan instruksional” agar setiap disiplin ilmu memiliki jalur kompetensi yang jelas dan adaptif.

Memahami Karakteristik: MIPA Bukan Vokasi

Kesalahan mendasar dalam wacana ini adalah menyamaratakan seluruh disiplin ilmu dengan satu ukuran: serapan industri. Pendekatan ini bersifat “gebyah uyah” dan mengabaikan perbedaan karakter antara ilmu murni dan terapan.

  • Prodi Murni (MIPA, Sosial, Humaniora) berfokus pada pengembangan logika dan kerangka berpikir (learning to think).
  • Prodi Terapan (Vokasi, Teknik, Akuntansi) menitikberatkan pada keterampilan praktis (learning to do).

Lulusan prodi murni tidak selalu siap pakai secara teknis di industri saat ini, tetapi mereka memiliki kemampuan analitis, fleksibilitas berpikir, dan daya adaptasi yang menjadi fondasi inovasi masa depan. Memaksa mereka untuk tunduk pada kebutuhan industri jangka pendek sama saja dengan mengerdilkan peran strategis ilmu dasar.

Ilmu Murni sebagai Penjaga Marwah IPTEK

Mengaitkan kebijakan pendidikan semata-mata dengan kebutuhan pasar adalah bentuk short-termism yang berbahaya. Jika prodi yang dianggap “tidak laku” ditutup, maka yang sebenarnya sedang dipangkas adalah fondasi intelektual bangsa.

Industri dapat dianalogikan sebagai buah dari sebuah pohon. Prodi terapan adalah dahan yang menghasilkan buah, sementara prodi murni adalah akar dan batangnya. Memotong akar karena tidak langsung menghasilkan adalah kesalahan fatal—pohon itu akan mati sebelum sempat berbuah kembali.

Tanpa ilmu murni, Indonesia akan selamanya berada di posisi konsumen teknologi, bukan pencipta inovasi.

Jembatan Kompetensi, Bukan Penutupan

Alih-alih mengancam dengan penutupan prodi, pemerintah seharusnya menempuh langkah strategis yang lebih konstruktif:

  1. Redesain Instruksional
    Kurikulum perlu diperkuat dengan pengembangan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan literasi digital, sehingga lulusan memiliki daya adaptasi tinggi di berbagai sektor.
  2. Penguatan Regulasi Kolaboratif
    Diperlukan payung hukum yang memastikan keterlibatan industri secara aktif dalam pendidikan, tanpa mengorbankan independensi akademik.

Kesimpulan

Universitas bukan sekadar lembaga pencetak tenaga kerja, melainkan institusi yang memikul tanggung jawab peradaban. Menutup prodi murni atas dasar ketidakselarasan dengan kebutuhan industri saat ini adalah bentuk kegagalan dalam memahami ekosistem intelektual secara utuh.

Transformasi pendidikan memang mendesak, tetapi ia harus dilakukan secara cerdas, sistemik, dan berjangka panjang—tanpa mengorbankan akar ilmu pengetahuan yang menjadi penopang masa depan bangsa.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...