Jakarta – Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan Kabinet Merah Putih. Akan tetapi, sebenarnya tak ada yang baru. Sebab mereka yang dilantik adalah muka-muka lama. Hanya saja tugasnya memang baru.
Senin (27/4/2026) sore ini di Istana Negara, Jakarta, Prabowo melantik enam pejabat dalam pos baru. Mereka adalah muka-muka lama. Bahkan bisa dibilang “4L” (lu lagi lu lagi).
Keenamnya adalah Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Mohammad Jumhur Hidayat sebagai
Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia, dan Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Sebelumnya, Hanif adalah Menteri Lingkungan Hidup yang kemudian jabatannya “direbut” Jumhur Hidayat. Sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif akan mendampingi Zulkifli Hasan.
Jumhur Hidayat pernah menjabat Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) tahun 2007-2014 di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Aktivis buruh ini dikenal sebagai pendukung kuat Prabowo.
M Qodari yang kini juga diangkat menjadi Juru Bicara Presiden juga bukan orang baru. Qodari sebelumnya adalah Kepala KSP, jabatan yang kini diduduki Dudung Abdurachman.
Dudung juga bukan orang baru di pemerintahan Prabowo. Sebelumnya, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini adalah Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
Abdul Kadir Karding juga bukan orang baru di pemerintahan Prabowo. Karding adalah Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia pada 2024-2025 di Kabinet Merah Putih.
Pun, Hasan Nasbi yang sebelumnya mundur dari jabatan Kepala Komunikasi Kepresidenan dan kemudian diangkat menjadi Komisaris PT Pertamina hingga sekarang.
Bagi-bagi Jabatan
Dalam reshuffle kabinet ke-5 ini Prabowo masih menganut prinsip yang sama dengan saat menyusun Kabinet Merah Putih, yakni bagi-bagi jabatan.
Reshuffle kali ini juga untuk mengakomodasi para pendukung Prabowo yang belum punya jabatan di pemerintahannya. Jumhur adalah pendukung Prabowo yang belum kebagian kue jabatan.
Hanif Faisol yang akan terlempar dari kabinet dibuatkan jabatan baru, yakni Wakil Menko Bidang Pangan. Sebenarnya apa urgensinya seorang menko sehingga di rezim Prabowo ini ada sejumlah wakil menko? Tidak ada, kecuali memang untuk sekadar bagi-bagi jabatan.
Blunder
Hasan Nasbi sempat terlempar dari kabinet karena reaksi negatif publik atas beberapa pernyataannya yang blunder. Kini, ketika diangkat ke pos baru sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, diyakini akan kembali membuat blunder suatu persoalan. Dengan mengangkat kembali Hasan Nasbi, Prabowo hanya akan menciptakan masalah baru.
Tidak itu saja. Dalam praktiknya, pekerjaan Hasan Nasbi nanti diyakini juga akan over lapping atau tumpang-tindih dengan Qodari. Kebetulan latar belakang keduanya juga sama: peneliti di lembaga survei.
Alhasil, tidak ada yang baru dalam reshuffle kabinet ke-5 ini, kecuali memang sekadar bagi-bagi jabatan. Kinerjanya pun tidak akan kinclong, bahkan sebaliknya sebagian anggota kabinet baru akan kembali melakukan blunder.




















