• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

TENGKULAK SINDROM

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
March 7, 2026
in Economy, Feature
0
TENGKULAK = SAHABAT PETANI ?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Istilah “tengkulak sindrom” biasanya merujuk pada perilaku atau situasi ketika seseorang atau kelompok memanfaatkan posisi, akses, atau kekuasaan yang dimilikinya untuk meraih keuntungan secara tidak adil. Praktik ini sering terjadi melalui eksploitasi terhadap pihak yang lebih lemah, terutama petani atau produsen kecil.

Fenomena ini dapat muncul dalam berbagai konteks—ekonomi, politik, maupun sosial. Dalam dunia pertanian, misalnya, tengkulak kerap memanfaatkan momentum panen raya. Mereka membeli hasil panen dengan harga rendah dari petani, lalu menjualnya kembali dengan harga jauh lebih tinggi di pasar. Akibatnya, keuntungan besar justru dinikmati oleh perantara, sementara petani sebagai produsen utama hanya memperoleh bagian yang minim.

Dalam kehidupan petani, tengkulak sering menjadi mata rantai penghubung antara petani dan pasar. Keberadaannya memiliki dua sisi. Di satu sisi, tengkulak dapat memberikan kemudahan bagi petani dalam menjual hasil panen. Dengan jaringan pemasaran yang luas, tengkulak mampu mempercepat proses distribusi produk pertanian.

Namun di sisi lain, tidak sedikit tengkulak yang memanfaatkan posisi dominannya untuk menekan harga di tingkat petani. Petani akhirnya tidak memiliki pilihan lain selain menjual hasil panennya dengan harga yang rendah. Posisi tawar petani menjadi lemah karena keterbatasan akses terhadap pasar, informasi harga, maupun sarana distribusi.

Lebih jauh lagi, tengkulak kerap memberikan pinjaman kepada petani dengan bunga tinggi. Skema ini membuat petani terjebak dalam lingkaran utang yang sulit diputus. Ketergantungan tersebut memperburuk kondisi ekonomi petani dan menjadikannya semakin rentan terhadap praktik eksploitasi. Karena itu, dibutuhkan terobosan kebijakan yang cerdas dari pemerintah untuk mengatasi persoalan ini.

Meski demikian, tidak semua tengkulak selalu berdampak buruk. Dalam praktik yang sehat, keberadaan mereka juga dapat memberikan manfaat bagi petani. Pertama, dengan menerapkan harga yang adil, tanpa menekan petani. Kedua, melalui sistem pembayaran yang cepat sehingga petani dapat segera memenuhi kebutuhan mendesaknya.

Ketiga, memberikan bimbingan atau pendampingan teknis guna meningkatkan kualitas hasil panen. Keempat, membuka akses jaringan pemasaran yang lebih luas agar produk petani dapat terserap pasar dengan lebih baik. Dan kelima, membangun hubungan kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan, bukan sekadar mengejar keuntungan sesaat.

Tidak jarang tengkulak bahkan disebut sebagai “dewa penolong” bagi petani. Hal ini terjadi karena mereka sering menjadi sumber uang tunai tercepat ketika petani membutuhkan dana mendesak, terutama saat masa panen. Tengkulak membantu petani menjual hasil panen secara cepat, meskipun harga yang diterima petani tidak selalu ideal.

Di sisi lain, pemerintah sebenarnya memiliki berbagai program untuk membantu petani, seperti subsidi, asuransi pertanian, serta pembukaan akses pasar. Namun dalam praktiknya, pemerintah belum sepenuhnya mampu menggantikan peran tengkulak sebagai “penolong” bagi petani.

Beberapa faktor menjadi penyebabnya. Pertama, birokrasi yang lambat. Proses administrasi maupun pencairan bantuan sering memerlukan waktu yang panjang. Kedua, keterbatasan anggaran yang membuat program bantuan belum mampu menjangkau seluruh petani. Ketiga, sistem pasar yang telah lama terbentuk sehingga tengkulak tetap memiliki peran yang kuat dalam rantai distribusi hasil pertanian.

Dalam kehidupan masyarakat perdesaan, tengkulak pada akhirnya menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari sistem ekonomi petani.

Meski demikian, pemerintah tetap berupaya menata praktik perdagangan hasil pertanian agar lebih berpihak kepada petani. Tengkulak sering dipandang sebagai pihak yang mengambil keuntungan besar dari kesulitan petani dengan membeli produk mereka pada harga rendah dan menjualnya kembali dengan harga tinggi.

Beberapa langkah telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi persoalan ini. Di antaranya melalui regulasi harga, yakni penetapan harga dasar bagi sejumlah komoditas pertanian untuk melindungi petani. Selain itu, pengawasan pasar juga dilakukan oleh instansi terkait agar praktik perdagangan berjalan lebih adil.

Pemerintah juga menjalankan berbagai program bantuan bagi petani, seperti subsidi pupuk, penyediaan benih unggul, hingga bantuan alat dan mesin pertanian. Program-program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak. Namun efektivitas kebijakan tersebut sangat bergantung pada implementasi di lapangan.

Di sektor pertanian, pemerintah Indonesia juga meluncurkan sejumlah program untuk memperkuat posisi petani dalam rantai pasar, antara lain:

Pertama, pembangunan pasar induk yang menghubungkan petani secara langsung dengan pedagang besar maupun konsumen sehingga dapat meminimalkan peran tengkulak.

Kedua, pengembangan e-commerce pertanian agar petani dapat memasarkan produknya secara langsung melalui platform digital.

Ketiga, penguatan koperasi pertanian guna meningkatkan posisi tawar petani dalam transaksi jual beli.

Namun demikian, berbagai tantangan masih menghambat efektivitas program-program tersebut, terutama keterbatasan infrastruktur, akses informasi, serta kapasitas organisasi petani.

Pada akhirnya, persoalan tengkulak bukan semata-mata soal ada atau tidaknya perantara, tetapi lebih pada bagaimana menciptakan sistem perdagangan pertanian yang adil, transparan, dan memberikan nilai tambah yang layak bagi petani sebagai produsen utama pangan bangsa.

(Penulis, Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Darah di Pintu Garasi: Ketika Logika Berhenti dan Doa Dimulai

Next Post

Asal Usul Istilah “Politik Dagang Sapi”

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Dunia di Ujung Tombak Nuklir: Siapa Memulai, Semua Binasa
Crime

Dunia di Ujung Tombak Nuklir: Siapa Memulai, Semua Binasa

April 15, 2026
Economy

Bisnis Hulu Citronella Oil, Margin Tergantung Variabel Volatilitas Harga Pasar dan Kualitas Produk

April 14, 2026
Feature

Cinta Dunia dan Dampaknya ​(Manajemen Risiko Akhirat)

April 14, 2026
Next Post
Asal Usul Istilah “Politik Dagang Sapi”

Asal Usul Istilah “Politik Dagang Sapi”

BAP Saksi Lengkap, Penyidik Polda Metro Jaya Periksa Damai Hari Lubis dalam Perkara Dugaan Fitnah terhadap Eggi Sudjana

BAP Saksi Lengkap, Penyidik Polda Metro Jaya Periksa Damai Hari Lubis dalam Perkara Dugaan Fitnah terhadap Eggi Sudjana

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!
Law

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

by Karyudi Sutajah Putra
April 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Pemberitaan sejumlah media beberapa waktu lalu ihwal pembongkaran rumah tua di kawasan cagar budaya, tepatnya di Jalan Teuku...

Read more
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

April 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Langit Kedaulatan Dipertaruhkan: Jet Tempur AS Mengintip Udara Indonesia

Langit Kedaulatan Dipertaruhkan: Jet Tempur AS Mengintip Udara Indonesia

April 15, 2026
Dunia di Ujung Tombak Nuklir: Siapa Memulai, Semua Binasa

Dunia di Ujung Tombak Nuklir: Siapa Memulai, Semua Binasa

April 15, 2026
Hari Buruh 1 Mei: Massa KSPI Jabar Gelar Demo di Jakarta Besok

May Day Disuruh Tertib, Tapi Nasib Buruh Masih di Ujung Ketidakpastian

April 15, 2026
Menteri atau Mandataris? Menguji Logika Bahlil di Balik Dalih “Menjalankan Visi Presiden”

Menteri atau Mandataris? Menguji Logika Bahlil di Balik Dalih “Menjalankan Visi Presiden”

April 15, 2026
Rabat Jadi Ibu Kota Buku Dunia UNESCO 2026, Wilson Lalengke Ucapkan Selamat!

Rabat Jadi Ibu Kota Buku Dunia UNESCO 2026, Wilson Lalengke Ucapkan Selamat!

April 15, 2026

Bisnis Hulu Citronella Oil, Margin Tergantung Variabel Volatilitas Harga Pasar dan Kualitas Produk

April 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Langit Kedaulatan Dipertaruhkan: Jet Tempur AS Mengintip Udara Indonesia

Langit Kedaulatan Dipertaruhkan: Jet Tempur AS Mengintip Udara Indonesia

April 15, 2026
Dunia di Ujung Tombak Nuklir: Siapa Memulai, Semua Binasa

Dunia di Ujung Tombak Nuklir: Siapa Memulai, Semua Binasa

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...