Jakarta-Fusilatnews.— Diberitakan Reuters bahwa Tim penyelamat lonsor di sebuah pulau terpencil di Indonesia pada Selasa, mencari tanda-tanda kehidupan setelah tanah longsor yang menewaskan 15 orang, menunggu peralatan dan bala bantuan untuk meningkatkan upaya menemukan 42 orang yang masih hilang, kata BNPB.
Longsor pada Senin menyusul enam hari hujan lebat dan mengubur rumah di sebuah desa di Pulau Serasan di wilayah Natuna, sekitar 80 km (49,71 mil) dari pulau Kalimantan.
Juru bicara badan bencana Abdul Muhari mengatakan panjang tanah longsor diperkirakan 100-200 meter (328-656 kaki) dan hanya ada 42 orang yang terlibat dalam misi penyelamatan yang diperumit oleh lokasi terpencil.
Bencana tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, ditetapkan sebagai darurat bencana. “Apa yang terjadi di Pulau Serasan Kabupaten Natuna, Kepri, ditetapkan sebagai darurat bencana,” kata Kepala Badan Penangggulan Bencana Nasional (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melalui keterangan tertulis yang diterima fusilatnews.
Suharyanto meminta agar lokasi kejadian tidak dijadikan alasan sebagai kendala untuk melakukan pencarian secara maksimal.
1 Orang Meninggal di Perjalanan Evakuasi fokus dilakukan dan tim evakuasi harus maksimal dalam mencari korban yang masih dinyatakan hilang untuk sementara.
Warga Tertimbun Saat Sedang Bergotong Royong “Kita semua harus bahu-membahu secara maksimal melakukan pertolongan.
Sebanyak 47 orang yang dinyatakan hilang itu relatif banyak. Makanya kita harus cari dengan maksimal, sampai betul-betul tidak mungkin ditemukan lagi,” tambah Suharyanto. Untuk masyarakat yang saat ini berada di pengungsian, Suharyanto juga meminta agar kebutuhan sehari-harinya tetap terjamin, baik berupa sandang, papan, dan pangan. Bantuan Kapal Motor Penumpang (KMP) Bahtera Nusantara 01 yang seharusnya melakukan pelayaran sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa (7/3/2023), dengan tujuan Tanjung Uban-Sintete, Kalimantan Barat (Kalbar), dibatalkan.
Kapal dialihkan untuk membawa logistik dan bantuan dengan rute Tanjung Uban-Serasan- Sintete-Serasan-Subi-Penagi-Midai-Matak-Tanjung Uban. “Khusus hari ini, KMP Bahtera Nusantara 01 kami fokuskan untuk membawa logistik ke Pulau Serasan untuk korban longsor kemarin,” kata GM PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Batam. Marsadik mengatakan, barang-barang logistik yang dibawa KMP Bahtera Nusantara 01 merupakan bantuan logistik dari masyarakat Batam dan sejumlah instansi yang ada di Batam.

























