• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Teten Masduki: Dari Aktivis ke Apologis Kekuasaan?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
April 25, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Teten Pecat Dua PNS Pelaku Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM, Keren!
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik

Pada suatu masa, nama Teten Masduki disematkan sebagai simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang pongah. Ia menantang rezim otoriter, menolak represi, bahkan bersuara lantang membongkar praktik-praktik korupsi dan pelanggaran HAM di masa Orde Baru. Tapi kini, pertanyaan yang tak nyaman muncul: apakah Teten telah menjelma menjadi sosok yang dulu ia lawan?

Belakangan ini, publik menyaksikan pemandangan yang membuat banyak aktivis angkatan 1998 mengernyitkan dahi—bahkan mungkin memalingkan muka. Teten, kini bukan sekadar bagian dari lingkar kekuasaan. Ia jadi penasehat utama dalam pendanaan kekuasaan lama yang ingin menanam pengaruh di era baru. Dia, yang dulu memusuhi tirani, kini berdiri bersebelahan dengan simbol kebohongan publik yang diduga telah mengkhianati dunia pendidikan: Joko Widodo.

Nama Jokowi terseret dalam pusaran tudingan ijazah palsu, kebohongan tentang proyek-proyek infrastruktur, dan narasi-narasi menyesatkan yang selama dua periode disebar sebagai kebenaran tunggal. Namun alih-alih menjauh, Teten justru menguatkan diri dalam orbitnya. Apakah ini bentuk transformasi, atau lebih tepatnya, deformasi moral seorang aktivis?

Kita pun kembali mengingat satu bab dalam sejarah kelam bangsa. TAP MPRS No. 25 Tahun 1966 yang secara substansial menolak ajaran dan keberadaan komunisme, tak hanya menjadi dokumen sejarah, tapi juga menjadi alat ukur moralitas politik. Isu bahwa Teten punya kaitan darah dan sejarah yang tak sejalan dengan semangat TAP MPRS tersebut sempat mencuat. Meski tak pernah terbukti secara resmi, isu ini sempat mengguncang kepercayaan publik terhadapnya.

Kini, pertanyaannya bertambah rumit. Mengapa Jokowi, yang dibesarkan dengan stigma dan kontroversi, merasa nyaman dikelilingi sosok seperti Teten? Dan mengapa pula Prabowo—yang dulu menjadi simbol anti-komunisme dan nasionalisme konservatif—rela menerima kehadiran Teten dalam orbit kekuasaannya?

Apakah ini bentuk pragmatisme politik yang telanjang dan tanpa malu? Ataukah sekadar transaksi untuk menutupi kekurangan masing-masing?

Kita patut khawatir. Jika sosok seperti Teten Masduki—yang dulu kita anggap sebagai lentera nurani bangsa—ternyata dapat digadaikan hanya demi kedekatan dengan kekuasaan, maka sesungguhnya kita sedang menyaksikan matinya nurani kolektif. Kekuasaan bukan lagi instrumen perubahan, tetapi kuburan nilai.

Teten mungkin tidak butuh lagi pengakuan publik. Tapi bangsa ini butuh kejelasan sejarah, butuh konsistensi moral, dan butuh pemimpin yang tidak menjual dirinya hanya demi kursi dan kedekatan.

Kalau benar aktivis telah berubah menjadi pecundang, maka musuh bangsa ini tak lagi hanya para tiran. Tapi juga mereka yang diam-diam menukar idealisme dengan kenyamanan kekuasaan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penjelasan Menko Airlangga Terkait Negosiasi Tarif Indonesia-AS Termasuk QRIS,

Next Post

Diplomasi dari Bayang-Bayang: Janggalnya Mengutus Jokowi ke Vatikan

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Bumi Pertiwi Dirusak Fir’aun Bin Raja Jawa

Diplomasi dari Bayang-Bayang: Janggalnya Mengutus Jokowi ke Vatikan

Antara Ilusi Keajaiban dan Realitas Gagal: Fenomena Yusuf Mansur

Yusuf Mansur, Si Bos Waroeng Steak: Ustadz yang Dicancel Masyarakat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist