• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Contributor

Tiga Jurus Sakti Menihilkan Jual Beli Jabatan

fusilat by fusilat
December 8, 2021
in Contributor, Feature, News
0
Tiga Jurus Sakti Menihilkan Jual Beli Jabatan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Almizan Ulfa, SE, MSc

Praktik jual beli jabatan di instansi pemerintah sudah menjadi rahasia umum. Menurut Kompasianer Wisnu A.J. Menyoal tentang Jual Beli Jabatan, itu terjadinya baik di instansi pusat, Kementerian dan Lembaga Negara maupun instansi Pemerintah Daerah. 

Menurut Sofiandi Efendi, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), praktik jual beli jabatan itu terjadi di 90 persen instansi pemerintah. Lebih jauh lagi, Kompasianer Almizan Ulfa, “Kenapa Jokowi Gagal Mengendalikan Korupsi di Indonesia?” menjelaskan dengan cukup detil faktor-faktor penting yang menyebabkan maraknya praktik jual beli jabatan tersebut.

Sekarang bagaimana cara untuk menihilkan praktik kotor jual beli jabatan tersebut? Sangat sangat sulit sekali dalam lingkungan politik dan demokrasi Indonesia saat ini. Kata yang lebih pas adalah mustahil saya kira. 

Namun, secara teknis, dan sekedar berbagi saja, itu sangat sangat gampang. Itu hanya perlu dilakukan dengan tiga jurus sakti yang menyatuh. Tiga jurus sakti yang overlapping dalam bahasa manajemen. Ketiga jurus sakti tersebut adalah: (i) kurangi jabatan yang tersedia; (ii) perkecil anggaran belanja pegawai, dan (iii) kurangi utang negara.

Jumlah jabatan yang tersedia itu ditentukan oleh jumlah unit kerja Eselon I. Semakin banyak Eselon I bukan saja semakin banyak jabatan setingkat Direktur Jenderal tetapi juga jumlah yang berlipat untuk jabatan yang ada dibawahnya mulai dari Direktur, Kepala Bagian, dan Kepala Seksi. 

Sebagai contoh, Kementerian Keuangan RI saat ini memiliki 11 unit Eselon I, 11 unit Eselon I di Kementerian Dalam Negeri, 9 unit Eselon I di Kementerian ESDM, dan 9 unit Eselon I di Kementerian Perdagangan. Contoh untuk organisasi Pemda, coba kita lihat Provinsi Papua yang memilik 11 jabatan setingkat Eselon I, Pemda DKI Jakarta 11 unit Eselon I, dan Pemda Provinsi Jawa Barat, juga 11 unit Eselon I.

Jika satu unit Eselon I dipangkas, penulis yakin tidak akan mengurangi ketersediaan layanan publik dan/atau efektivitas penyelenggaraan negara, yang berkurang bukan hanya satu jabatan setingkat Direktur Jenderal.  

Ini akan terpangkas juga enam hingga delapan jabatan direktur, 30 hingga 40 jabatan kepala bagian, dan 150 hingga 200 jabatan kepala seksi. Jika dua, tiga,… hingga lima unit kerja Eselon I yang dipangkas, penulis masih tetap yakin tidak akan berpengaruh pada penyediaan pelayanan umum dan/atau tugas penyelenggaraan negara, akan terpangkas juga 12 hingga 16 jabatan…. dst.. dst..

Pangkas Belanja Pegawai

Pangkas pengeluaran pegawai. Pengeluaran pegawai secara nasional dapat dipangkas hingga 50 persen dari yang ada sejauh ini setiap tahunnya. Pemangkasan ini tidak akan mempengaruhi penyediaan layanan umum dan/atau tugas-tugas penyelenggaran negara. Pemangkasan ini juga konsisten dengan keputusan untuk memangkas unit kerja Eselon I. 

Terpangkasnya jumlah unit kerja Eselon I akan mempermulus keputusan untuk memangkas pengeluaran pegawai. Sebaliknya, terpangkasnya pengeluaran pegawai juga mendukung keputusan untuk memangkas unit kerja Eselon I.

Anggaran belanja pegawai pemerintah pusat tahun 2019 ditetapkan (RAPBN) sebesar Rp 368,6 triliun atau naik sekitar Rp 26,1 triliun jika dibandingkan tahun 2018. Anggaran belanja pegawai pemerintah daerah secara nasional lebih dari 50 persen APBD. 

Penulis belum menemukan angka rupiah baik APBD total apalagi porsi untuk belanja (pengeluaran) pegawai.  Penulis coba berkunjung ke situs DJPKN Kementerian Keuangan tetapi belum beruntung.

Di Kementerian Keuangan Australia, Australian Treasury, trik yang digunakan untuk memangkas pengeluaran pegawai adalah memberikan anggaran secara gelondongan (block budget) kepada kementerian dan lembaga negara. 

Mereka tetapkan jumlah anggaran setiap kementerian/lembaga negara dengan tugas-tugas standar yang wajib dilakukan. Apa saja yang dikeluarkan, termasuk untuk pengeluaran (belanja) pegawai, diserahkan seratus persen kapada kementerian/lembaga negara yang bersangkutan.

Namun, ada strings yang mengikat. Semua kementerian dan lembaga negara harus membuka akses kepada umum tentang apa saja yang dikerjakan dan berapa uang yang harus dihabiskan untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut.  Hasilnya? Sangat dahsyat. Jumlah pegawai dan belanja pegawai relatif kecil dan relatif tidak ada kenaikan setiap tahunnya. 

Kurangi Utang Negara

Pangkas utang negara. Lebih persisnya pangkas pertambahan utang negara dalam setiap tahun. Utang itu dapat saja bertambah tetapi tingkat pertambahannya yang menurun.

Berkurangnya tambahan utang negara memaksa kabinet untuk meningkatkan efisiensi pengeluaran negara dan jalan yang termudah adalah memangkas pengeluaran negara yang tidak perlu. Pengeluaran negara yang tidak perlu atau tidak mendesak termasuk pengeluaran untuk pegawai yang sebetulnya tidak perlu dilakukan, dapat dipangkas.

Utang Pemerintah di tahun 2018 sebesar Rp 4.418,3 triliun. Nilai tambahan utang tersebut Rp 423 triliun dibandingkan posisi utang pemerintah sepanjang 2017. Di Era Jokowi hingga tahun 2018, selama empat tahun, toal utang pemerintah bertambah hingga Rp 1.809,6 triliun

Di Australia, misalnya, konstitusi mereka menetapkan bahwa jika lima tahun sekarang pemerintah terus nambah utang, maka rezim pemerintahan baru yang berikutnya, periode lima tahun berikutnya, bukan saja tidak ada utang baru tetapi utang-utang lama harus dilunasi.

Hasilnya dahsyat sekali. Jumlah jabatan di kementerian dan lembaga negara Australia relatif sangat sedikit dan tidak banyak berubah dari tahun ke tahun.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bagaimana Memaknai Gunung Semeru Meletus

Next Post

GUNUNG SEMERU MELETUS

fusilat

fusilat

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka
Crime

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Next Post
GUNUNG SEMERU MELETUS

GUNUNG SEMERU MELETUS

PAPUA BERGOLAK LAGI, BAGI PRAJURIT AKHIRNYA JADI BUAH SIMALAKAMA

PAPUA BERGOLAK LAGI, BAGI PRAJURIT AKHIRNYA JADI BUAH SIMALAKAMA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist