Banjir dan longsor yang dipicu oleh hujan lebat telah menewaskan 14 orang di Sulawesi Selatan, sementara 115 orang dievakuasi, kata Badan Penanggulangan Bencana Negara itu pada hari Sabtu. Banjir pagi-pagi di Kabupaten Luwu memengaruhi lebih dari 1.300 keluarga dan merusak lebih dari 1.800 rumah, meskipun tingkat air telah mulai surut di beberapa daerah, kata badan tersebut.
Kabupaten Tana Toraja, Fusilatnews.--Tragedi tanah longsor di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, telah merenggut nyawa 14 orang akibat hujan deras yang memicu tanah longsor pada Sabtu (13/4) sekitar pukul 22.30 WITA.
Menurut laporan yang dikumpulkan oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada hari Minggu (14/4), peristiwa ini terjadi di dua titik, yakni Desa Lembang Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan, dan Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale.
Rincian korban jiwa menyebutkan bahwa di Kecamatan Makale Selatan, tiga warga tewas dan satu orang dilaporkan hilang. Sementara di Kecamatan Makale, tercatat 11 orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka.
Hasil kaji cepat sementara menunjukkan kerugian materi akibat longsor ini, termasuk tiga unit rumah di Kecamatan Makale dan satu unit rumah di Kecamatan Makale Selatan yang tertimbun material longsor.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja, bekerja sama dengan tim pencarian dan pertolongan, masih berupaya mencari warga yang dilaporkan hilang. Tim reaksi cepat BPBD Tana Toraja juga melakukan asesmen dan upaya penanganan darurat.
Namun, upaya tersebut tidak mudah karena kondisi cuaca yang sering hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, medan sulit karena lokasi di daerah dataran tinggi, dan kurangnya penerangan pada malam hari. Keberadaan titik longsor di beberapa bagian jalan menuju Kecamatan Makale juga menyulitkan akses kendaraan, sehingga tim penanganan darurat harus berjalan kaki menuju lokasi.
Dalam upaya penanganan darurat ini, tim gabungan membutuhkan alat berat untuk membuka akses jalan dan unit ambulance untuk mengevakuasi korban.

























