• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Transportasi Umum Dirasa Tidak Layak Warga DKI Keberatan Jalan Berbayar

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
January 13, 2023
in News
0
Penerapan ERP di Jakarta Membuat Orang Miskin Terpinggirkan

Kendaraan bermotor melintas di bawah alat Sistem Jalan Berbayar Elektronik (ERP) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (2/3/2020). Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menargetkan sistem jalan berbayar elektronik atau "electronic road pricing" (ERP) bisa diterapkan di sejumlah ruas jalan ibu kota pada akhir tahun 2020 dengan rencana proses lelang dilakukan pada Maret. - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Fusilatnews – Menanggapi rencana Pemerintah Provinsi DKI untuk menerapkan kebijakan sistem jalan berbayar elektronik sistem jalan berbayar elektronik (electronic road pricing/ERP) di sejumlah ruas jalan di DKI .

Berdasarkan rancangan peraturan daerah (Raperda) Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PLLE), ada 25 jalan yang diberlakukan sistem berbayar. Pengendara kendaraan bermotor atau kendaraan berbasis listrik akan dikenai tarif sebesar Rp 5.000-19.000 saat melewati jalan berbayar elektronik.

Sejumlah warga DKI dan non DKI yang sehari -harinya bekerja di Ibukota dengan menggunakan kendaraan pribadi sangat keberatan dengan penerapan kebijakan jalan berbayar karena layanan transportasi umum dirasa sangat tidak memadai.

“Sangat keberatan dengan penerapan kebijakan sistem jalan berbayar elektronik (electronic road pricing/ERP) di sejumlah ruas jalan di DKI karena kurang memadainya moda transportasi umum ” kata seorang warga yang berkantor di kawasan SCBD yang tak mau disebut namanya.

Banyaknya jenis transportasi umum yang masih jauh dari memadai terutama jenis angkutan kecil lingkungan yang menjadi jembatan menuju jalan besar untuk dapat mengakses angkutan umum seperti Transjakarta, Transjabodetabek, KRL Commuter”Jadi kalau masih belum banyak warga yang beralih ke transportasi umum, tapi berlakukan ERP itu, bakal tambah kemacetan baru,”

Sebagai contoh, orang-orang yang biasanya bisa langsung melaju di suatu jalan, mereka harus antre dan tapping kartu dulu. Pada akhirnya, akan ada kemacetan jika banyak orang melintas di jalanan tersebut, terutama jika ada yang lupa membawa kartu atau mengisi saldo.

“Kurang setuju karena cukup jalan tol aja yang bayar, jangan jalan yang biasa dilewati,” kata warga lainnya

Jika setiap hari pengguna mobil harus membayar tentu saja keberatan dan akan dinilai buruk oleh masyarakat

Belum lagi kemungkinan masyarakat perlu mengeluarkan uang untuk memasang alat pendeteksi pada mobil atau motor. “Berarti kan kita harus siapkan alat buat pendeteksi. Nggak mungkin di-tap kayak jalan tol. Pasti pake RFID (Radio Frequency Identification),” kata warga lainnya.

Belum tentu orang-orang memiliki bujet untuk membeli RFID. Ia pun tidak menampik, meski mampu membeli RFID, belum tentu orang-orang mengerti cara pemakaiannya jika dikaitkan dengan ERP.

Kebijakan penerapan jalan berbayar di Jakarta masih dalam pembahasan, Nantinya dasar hukum jalan berbayar di Jakarta dalam bentuk Peraturan Daerah sedangkan sekarang Rancangan Peraturan Daerah masih dalam pembahasan di DPRD DKI Jakarta.

Sistem dan mekanisme pembayaran pada jalan berbayar di Jakarta menggunakan sistem jalan berbayar elektronik (electronic road pricing/ERP)Peraturan soal sistem ERP itu tercantum dalam rancangan peraturan daerah (Raperda) Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PPLE). Kata Heru, Raperda PPLE masih disusun oleh DPRD DKI Jakarta.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memastikan peraturan sistem jalan berbayar elektronik (electronic road pricing/ERP) masih dalam tahap pembahasan.

“ERP kan sekarang masih dalam proses di DPRD, raperda namanya. Itu masih ada beberapa tahapan. Nanti dibahas di DPRD, diolah sesuai dengan kewenangannya masing-masing,” kata Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (11/1)

Setelah peraturan turunannya selesai dan diterbitkan baru pembahasan soal tarif yang bakal dikenakan kepada pengendara kendaraan bermotor atau berbasis listrik yang melewati ERP. Dalam kesempatan itu, Heru belum merinci tarif layanan ERP., tarif layanan ERP masih akan dibahas dengan Pemerintah Pusat.

“Berikutnya adalah tarif, tarif saya tidak menyampaikan, masih perlu pembahasan dengan tingkat (Pemerintah) Pusat,” kata Heru

Raperda PLLE target disahkan ditargetkan bakal disahkan pada 2023.

“Ya, tentunya jadwal (pengesahan) itu di DPRD, mungkin mudah-mudahan bisa dibahas secepatnya,” ungkap dia.

“Iya, (pengesahan Raperda PLLE) tahun ini,” sambungnya.

Untuk diketahui, berdasar Raperda PLLE, ERP akan diterapkan setiap hari mulai pukul 05.00 WIB-22.00 WIB. Usulan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, pengendara kendaraan yang melewati ERP akan dikenai tarif Rp 5.000-Rp 19.000. Dalam Raperda PLLE, ERP akan diterapkan di 25 ruas jalan di Ibu Kota.

Sistem Electronic Road Pricing (ERP) adalah skema pengumpulan tol elektronik yang diadopsi di Singapura untuk mengatur lalu lintas melalui road pricing, dan sebagai mekanisme perpajakan berbasis penggunaan untuk melengkapi sistem Certificate of Entitlement berbasis pembelian.

ERP diimplementasikan oleh Land Transport Authority pada 1 April 1998 untuk menggantikan Singapore Area Licensing Scheme (ALS) sebelumnya yang pertama kali diperkenalkan pada 11 Agustus 1974 setelah berhasil menguji sistem dengan kendaraan yang berjalan dengan kecepatan tinggi. Sistem menggunakan tol jalan terbuka; kendaraan tidak berhenti atau melambat untuk membayar tol.

Singapura adalah kota pertama di dunia yang menerapkan sistem pengumpulan tol jalan elektronik untuk tujuan penetapan harga kemacetan. Penggunaannya telah mengilhami kota-kota lain di seluruh dunia untuk mengadopsi sistem serupa, terutama Zona Biaya Kemacetan London (CCZ) dan pajak kemacetan Stockholm. Itu juga telah diusulkan di New York City dan San Francisco.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Keenan Anderson Pria Kulit Hitam ‘Disetrum Sampai Mati’ Oleh Polisi AS 

Next Post

Lebih dari 70.000 Staf Universitas di Inggris Mogok Selama 18 hari Soal Gaji

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Feature

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat
Economy

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026
Ironi Pahit 38 Tahun Mengabdi: Ketika Mobil Pensiunan Polisi Dicuri Rekan Sejawat di Markas Sendiri
Birokrasi

Ironi Pahit 38 Tahun Mengabdi: Ketika Mobil Pensiunan Polisi Dicuri Rekan Sejawat di Markas Sendiri

June 15, 2026
Next Post
Lebih dari 70.000 Staf Universitas di Inggris Mogok Selama 18 hari Soal Gaji

Lebih dari 70.000 Staf Universitas di Inggris Mogok Selama 18 hari Soal Gaji

Beijing Murka Banyak Negara Batasi Turis dari China – Indonesia Menunggu Petunjuk Pusat

Studi:  Kasus Covid di China Sentuh 900 Juta

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist