• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Uji Coba Bill Gates, Nyawa Rakyat Jadi Taruhan

Ali Syarief by Ali Syarief
May 23, 2025
in Feature, Health
0
Inilah Ramalan Bill Gates 1994 yang Jadi Kenyataan
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di Amerika Serikat, uji klinis terhadap obat-obatan dan vaksin bukan sekadar tahapan teknis; ia adalah lorong panjang dan berliku dari serangkaian protokol yang nyaris tak mengenal kompromi. Prosesnya bisa memakan waktu delapan hingga sepuluh tahun, bahkan lebih, dengan biaya yang membengkak hingga miliaran dolar. FDA, lembaga pengawas obat dan makanan di sana, menuntut setiap tahap dijalani dengan kehati-hatian penuh, dari laboratorium hingga tubuh manusia.

Tapi dunia tidak semuanya Amerika. Di belahan lain yang bernama dunia ketiga, standar bisa ditawar. Waktu bisa dipotong. Protokol bisa disesuaikan. Dan manusia—yang miskin dan putus asa—bisa menjadi sukarelawan tanpa banyak tanya.

Saya teringat percakapan dengan seorang teman lama dari Amerika. Ia pengusaha kesehatan yang tengah menggandrungi terapi stem cell. Katanya, Indonesia adalah pasar masa depan. Ia siap membantu pemasaran, bahkan menawarkan teknologi dari luar negeri. Tapi ada yang lebih menarik dari percakapan itu: stem cell yang hendak ia jual belum sepenuhnya tuntas uji klinis. “Kami lakukan uji klinisnya di Nikaragua,” ujarnya santai. “Kalau di Amerika, bisa makan waktu satu dekade. Di sana bisa lebih cepat.”

Indonesia, kata dia, bahkan lebih bersahabat.

Dan memang benar. Indonesia menyambut “riset” seperti ini dengan tangan terbuka. Aturan longgar, pengawasan lembek, birokrasi lentur, dan pemerintah yang gemar memamerkan kata “inovasi” tanpa paham resikonya—semua adalah kombinasi yang menjadikan negeri ini ladang subur bagi percobaan global.

Kita pernah menyaksikan ini sebelumnya. Di tahun-tahun pandemi, kerjasama riset dan uji klinis vaksin asing masuk ke negeri ini seperti air bah. Nama besar seperti Bill Gates bahkan disebut-sebut mendanai uji coba vaksin TBC di Indonesia. Jawa Barat, misalnya, menjadi provinsi yang disiapkan sebagai laboratorium terbuka bagi vaksin tersebut, dengan dukungan tokoh-tokoh lokal seperti KDM yang tampak bangga menjadi pelopor.

Pertanyaannya: mengapa Indonesia?

Jawaban itu tidak sulit ditebak. Sama seperti Nikaragua, Indonesia menyediakan kombinasi yang ideal: penduduk banyak, regulasi longgar, dan antusiasme pejabat yang lebih tergoda pada imajinasi investasi ketimbang keamanan jangka panjang. Di Amerika, mustahil Bill Gates bisa mewujudkan ambisinya dalam waktu cepat. Regulasi di sana tak mengenal nama besar. Di Indonesia, pintu bisa dibuka hanya dengan proposal dan janji.

Apakah ini berarti Indonesia dijadikan kelinci percobaan global?

Pemerintah barangkali akan menyangkal keras. Tapi bila kita jujur, realitasnya tidak jauh dari itu. Di balik semangat kolaborasi internasional dan jargon “kesehatan untuk semua,” ada fakta bahwa negeri ini menjadi laboratorium uji coba yang tidak pernah cukup punya suara untuk mengatakan “tidak.”

Etika riset dipinggirkan oleh antusiasme ekonomi. Kedaulatan kesehatan dikompromikan oleh ambisi global. Dan yang paling rentan, rakyat, tidak pernah sungguh-sungguh tahu apa yang sedang terjadi pada tubuh mereka.

Tentu, tidak semua kolaborasi asing harus dicurigai. Dunia memang membutuhkan kerjasama global dalam menghadapi penyakit. Tapi yang patut dipertanyakan adalah keadilan dalam relasi itu. Mengapa yang berisiko harus selalu negara berkembang? Mengapa etika yang ketat hanya berlaku di negara maju?

Dalam kisah uji klinis vaksin TBC, Indonesia bukan sekadar lokasi. Ia adalah cerminan dari struktur dunia yang timpang. Dan selama kita terus menyambut “uji coba” dengan dua tangan terbuka tanpa suara kritis, maka negeri ini akan terus menjadi tempat di mana eksperimen dilegalkan, dan risiko dinaturalisasi.

Negara lain meneliti untuk rakyatnya. Kita justru menyerahkan rakyat demi penelitian orang lain.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Seruan Palestina Merdeka Kembali Menggema

Next Post

Jokowidodo :”Ijazah Memang Asli Kok” – Polling 11.5% Percaya

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Jokowidodo :”Ijazah Memang Asli Kok” – Polling 11.5% Percaya

Jokowidodo :"Ijazah Memang Asli Kok" - Polling 11.5% Percaya

Polisi Jahanam: Andai Tega Memenjarakan Ilmuwan Tak Bersalah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist