• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Vaksin TBC dan Ketelitian Amerika: Apa yang Harus Kita Pelajari dari Bill Gates dan FDA

Ali Syarief by Ali Syarief
May 20, 2025
in Feature, Health
0
Inilah Ramalan Bill Gates 1994 yang Jadi Kenyataan
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di tengah upaya global memberantas tuberkulosis (TBC)—penyakit infeksius yang masih membunuh 1,3 juta orang setiap tahun—nama Bill Gates kembali mencuat. Bukan sebagai pengusaha teknologi, melainkan sebagai filantropis yang mendanai riset vaksin TBC modern. Bersama Bill & Melinda Gates Foundation, ia mendukung pengembangan vaksin M72/AS01E, yang disebut-sebut sebagai harapan baru dalam perang melawan TBC. Indonesia menjadi salah satu negara yang direncanakan menjadi lokasi uji coba atau bahkan penggunaan vaksin ini. Namun, pertanyaannya sederhana: sudah seaman dan seefektif apa vaksin ini?

Di Amerika Serikat, pertanyaan semacam itu adalah hal mendasar. Negara tersebut memiliki sistem regulasi ketat yang dijalankan oleh Food and Drug Administration (FDA)—lembaga yang menjaga agar obat dan vaksin tidak sembarangan masuk pasar. Tidak ada produk medis yang bisa diedarkan tanpa melalui proses ilmiah panjang yang penuh penyaringan.

Sebelum sebuah vaksin boleh diberikan kepada publik, ia harus melewati tiga fase uji klinis. Mulai dari pengujian dasar pada hewan, kemudian berlanjut pada manusia dalam skala kecil (Fase I), sedang (Fase II), dan besar (Fase III). Proses ini tidak main-main: bisa memakan waktu 8 hingga 12 tahun. Bahkan setelah itu, permohonan izin edar harus melewati tinjauan mendalam oleh FDA selama berbulan-bulan. Sistem ini bukan hanya mengandalkan klaim para produsen, melainkan menuntut bukti yang kuat dan transparan, agar publik tidak menjadi korban dari ambisi korporasi atau ketergesaan politis.

Sebaliknya, vaksin TBC M72 yang digadang-gadang oleh Gates Foundation saat ini belum mendapatkan persetujuan FDA. Vaksin ini memang menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam studi Fase IIb, dengan efektivitas sekitar 50% terhadap TBC laten, dan kini sedang masuk uji Fase III. Tapi ini artinya, dari perspektif Amerika sendiri, vaksin tersebut belum layak untuk diedarkan secara umum, apalagi dijadikan program vaksinasi massal.

Namun, di negara-negara berkembang seperti Indonesia, narasi dan logika sering kali dibalik. Karena TBC adalah masalah kesehatan serius di Indonesia—dengan lebih dari 800 ribu kasus per tahun—maka setiap solusi baru langsung dipandang sebagai ‘penyelamat’, bahkan sebelum pengujian selesai. Pemerintah Indonesia menyambut baik rencana uji klinis vaksin M72, dan bahkan membuka kemungkinan adopsi program vaksinasi jika hasilnya meyakinkan. Tapi jika kita menengok pada standar Amerika, keputusan ini seharusnya disertai kehati-hatian luar biasa.

Amerika tidak menggunakan vaksin TBC BCG secara rutin karena mereka lebih mengandalkan sistem deteksi dan pengobatan dini. Bahkan vaksin BCG yang sudah berusia seabad pun tidak sembarangan digunakan di sana. Lalu mengapa Indonesia, yang sistem kesehatannya masih lemah, justru begitu terburu-buru membuka pintu bagi vaksin eksperimental yang bahkan belum disetujui negara asal penelitinya?

Pertanyaan ini bukan bermaksud menolak inovasi atau menuduh motif tersembunyi dari Bill Gates. Sebaliknya, ini adalah panggilan untuk menumbuhkan budaya sains yang kritis dan berdaulat. Kita boleh menghargai bantuan dan kolaborasi global, tapi kita tidak boleh menjadikan rakyat sendiri sebagai kelinci percobaan diam-diam, apalagi ketika lembaga pengawas seperti FDA belum memberi lampu hijau.

Belajar dari Amerika, kita seharusnya mengadopsi proses, bukan hanya produk. Ketelitian, transparansi, dan akuntabilitas harus menjadi bagian dari setiap kebijakan kesehatan publik. Kita harus bertanya lebih keras, menggali lebih dalam, dan menuntut lebih banyak dari setiap pihak yang membawa ‘solusi’ bagi penyakit rakyat. Jika Bill Gates bisa menunggu FDA, mengapa kita harus lebih cepat dari sains?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kasus Pagar Laut Mandek di Polisi, MUI Minta Kejagung Bertindak

Next Post

Awas! Covid – 19 Muncul Lagi, Beberapa Negara Asia Alami Lonjakan Kasus

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Badan Kesehatan Nasional  AS  Sedang Melacak Varian Virus Covid  Yang Sangat Bermutasi

Awas! Covid - 19 Muncul Lagi, Beberapa Negara Asia Alami Lonjakan Kasus

Prabowo Gemoy – Bisakah Melompat Tinggi?

Prabowo Gemoy - Bisakah Melompat Tinggi?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist