Damai Hari Lubis-Pengamat Hukum dan Politik Mujahid 212
Ada wacana dari salah seorang tokoh PDIP, menjadi usulan yang amat ideal untuk PDIP dan koalisinya. Tetapi menjadi provokasi bagi pihak lainnya. Bahwa, isu santer yang sedang menghangat dan berkembang, untuk kontestan Pilpres 2024 adalah memasangkan Ganjar Pranowo sebagai Capres dan Anies Baswedan Cawapres.
Hal ini muskil, bagi banyak publik para pendukung Anies, karena jika disimak dari beberapa catatan dan berbagai sudut pandang, kedua sosok figur ini amat kontradiktif, baik dari sisi kepribadian atau attitude, walaupun ada juga kesamaannya. Keduanya nyata sebagai tokoh bangsa, lalu perbedaannya yang cukup kontras menurut sebagian besar publik adalah, Ganjar diibaratkan ;
1. Tokoh ” terpapar kotoran isu ” korupsi e KTP bersama dengan Puan;
2. Sebagai Gubernur Jawa Tengah kinerjanya, jauh dari keberhasilan;
3. Transparan, mengakui Ia hobi nonton video porno, yang sejatinya melanggar adab nusantara dan video porno merupakan barang “bermasalah” menurut UU. Pornografi.
Sedangkan sosok Anies adalah,
1. Hasil audit BPK steril dari korupsi;
2. Kinerjanya sukses, saat menjadi Gubernur DKI Jakarta;
3. Tidak pernah ada tanda – tanda dirinya doyan nonton film porno.
Maka hal yang lazim dalam praktik untuk mencapai misi dan visi, setiap anggota organisasi akan melempar atau memberikan wacana, dan wacana harus sesuatu yang halal dan kepatutan, serta biasanya masuk akal, serta mudah diterima oleh multi golongan, sehingga tidak melucukan.




















