Secara eksplisit Wapres telat sadar dengan langkah kinerjanya selama ini tidak merubah kodisi real yang masyarakat alami selama ini.
Jakarta-Fusilatnews.–Wapres Ma’ruf Amin anggap pemerintah semestinya kurangi pemberian bansos terhadap masyarakat, alasan Ma’ruf Amin sangat eksplisit bahwa pemberian bansos setiap saat sama dengan melestarikan kemiskinan secara terus-menerus.
Pada hari Jumat (5/1/2024) di istana merdeka ia mengatakan “Kalau bansos diteruskan namanya melestarikan kemiskinan. Jadi, bagaimana supaya lama-lama ini bansos makin sedikit, makin sedikit maka sedikit.”
Pada kesempatan itu, Wapres mengingatkan untuk memastikan pentingnya peningkatan UMKM. Menurutnya, hal itu lebih krusial daripada bagi-bagi bansos. Secara eksplisit Wapres telat sadar dengan langkah kinerjanya selama ini tidak merubah kodisi real yang masyarakat alami selama ini.
“Oleh karena itu, berbanding lurus dengan apa yang saya bilang bahwa peningkatan usaha kecil UMKM jangan stunting terus. Supaya tidak stunting dinaikkan,” Ungkapnya.
Selanjutnya, Wakil presiden Ke-13 berharap agar anggaran pemerintah 2024 tidak hanya difokuskan untuk bantuan sosial, melainkan pemberdayaan sosial untuk menghilangkan kemiskinan. Jadi, secara sadar wapres sedang mengkritik kekuasaannya sendiri dan membuktikan pembagian bansos selama ini sebagai cara branding pencitraan.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis laporan bahwa realisasi anggaran perlindungan sosial (perlinsos) sebanyak Rp 443,4 triliun sampai akhir Desember 2023. Angka tersebut turun 3,7% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp460,6 triliun.
Menurut Kementrian keuangan, turunnya realisasi anggaran perlindungan sosial disebabkan pergerakan harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang cenderung volatil sepanjang tahun sebelumnya. Ini juga mempengaruhi jumlah terhadap subsidi energi, sementara untuk subsidi non-energi terus meningkat.
Penulis RT























