Bangkalan, Fusilatnews— Musyawarah Besar (Mubes) Ulama yang digelar di Bangkalan, Madura, menarik perhatian publik setelah sejumlah tokoh yang hadir memberikan kritik keras terhadap arah kebijakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Para peserta Mubes menuduh bahwa PBNU telah menyimpang dari prinsip-prinsip dasar yang selama ini dipegang teguh oleh Nahdlatul Ulama.
Menanggapi kritik tersebut, Ketua Umum PBNU Gus Yahya menegaskan bahwa PBNU tetap berada di jalur yang benar dan tidak akan terpengaruh oleh opini-opini yang tidak berdasar. “PBNU akan terus fokus pada upaya memperkuat umat dan menjaga persatuan bangsa. Kami tidak akan terjebak dalam permainan politik kelompok-kelompok kecil yang hanya ingin merusak keutuhan organisasi,” ujarnya.
Gus Yahya juga menyoroti pertemuan tersebut sebagai aksi dari “sekelompok pengangguran” yang tidak memiliki kegiatan produktif dan hanya berfokus pada hal-hal yang tidak konstruktif. “Kita harus waspada terhadap kelompok-kelompok yang mencoba menciptakan polemik dengan mengatasnamakan agama. Apa yang terjadi di Bangkalan itu hanyalah sekumpulan orang yang tidak punya pekerjaan dan mencoba mencari perhatian,” tegasnya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dalam menyikapi isu-isu yang berkembang, terutama yang berasal dari kelompok-kelompok yang tidak jelas tujuannya. “Jangan sampai kita terpancing oleh provokasi yang tidak bertanggung jawab. Kita harus tetap bersatu dan menjaga harmoni dalam beragama,” tambah Gus Yahya.
Dengan pernyataan tegas ini, Gus Yahya berharap masyarakat dapat lebih memahami posisi PBNU dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang disebarkan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. “Kami akan terus bekerja untuk umat dan bangsa, dan tidak akan teralihkan oleh hal-hal yang tidak produktif,” pungkasnya.

























