Bangkalan – Fusilatnews – Perwakilan para ulama Nahdlatul Ulama (NU) berkumpul dalam Musyawarah Besar (Mubes) Alim Ulama di Bangkalan, Jawa Timur, pada Minggu (18/8). Pertemuan ini membahas berbagai masalah yang melanda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan langkah penyelamatan organisasi NU. Mubes ini dihadiri oleh 200 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan 18 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari seluruh Indonesia.
“Ada 200 PCNU dan 18 PWNU yang sudah menyampaikan kegelisahan dan keresahan kepada peserta Mubes terhadap kebijakan dan pernyataan PBNU,” kata Juru Bicara Mubes Alim Ulama, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam).
Gus Salam mengungkapkan bahwa keresahan tersebut mencakup berbagai hal, mulai dari kegaduhan yang disebabkan oleh pernyataan-pernyataan PBNU yang dinilai mengadu domba antarwarga NU, hingga kekhawatiran tentang kader NU yang bertemu dengan Presiden Israel, serta intervensi PBNU dalam politik.
Berikut ini adalah enam poin kesimpulan dari Mubes Alim Ulama yang kemudian dinamakan ‘Amanah Bangkalan’:
- Pelanggaran Berat oleh PBNU
Mubes menilai bahwa PBNU hasil Muktamar Lampung telah melakukan pelanggaran berat terhadap Qonun Asasi, AD-ART, Perkum, etika, dan moral dalam berorganisasi. Pelanggaran ini dianggap nyata dan telah melukai prinsip-prinsip dasar NU. Praktik Politisasi di PBNU
PBNU di bawah kepemimpinan Yahya Cholil Staquf dituduh telah melakukan politisasi institusi NU, menjadikan NU sebagai alat politik untuk merebut kekuasaan. Langkah ini dinilai melanggar aturan organisasi dan Khittah 1926, yang merupakan pedoman dasar NU.Pembentukan Presidium Penyelamat Organisasi NU
Para alim ulama sepakat untuk membentuk Presidium Penyelamat Organisasi NU sebagai langkah awal menuju Muktamar Luar Biasa NU. Presidium ini terdiri dari beberapa kiai terkemuka, termasuk KH Abdussalam Shohib, KH Imam Jazuli, dan KH Muhaimin.Koordinasi dan Sosialisasi Amanah Bangkalan
Presidium diberi tugas untuk melakukan koordinasi, konsolidasi, dan sosialisasi Amanah Bangkalan kepada seluruh Alim Ulama, Pengasuh Pesantren, PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia, serta PCINU se-Dunia dan Banom dan Lembaga NU.Forum Lanjutan untuk Solusi dan Rekonsiliasi
Mubes juga bersepakat untuk mengadakan forum lanjutan yang melibatkan seluruh elemen NU guna mencari solusi cepat dan tepat terhadap berbagai permasalahan di tubuh NU. Forum ini juga diharapkan dapat mendorong rekonsiliasi di antara sesama warga NU.Langkah Strategis Penyelamatan NU
Para kiai menegaskan bahwa Presidium berhak melakukan langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan NU dari krisis yang sedang dihadapi. Sekretariat Presidium akan ditempatkan di ndalem Kasepuhan Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur.
Kesimpulan-kesimpulan ini diharapkan dapat membawa NU kembali ke jalur yang benar dan mengembalikan muruah (kehormatan) organisasi sebagaimana yang telah digariskan oleh para pendiri NU.
























