• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ada Tom & Jerry di KPK

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
November 10, 2022
in Feature
0
Ada Tom & Jerry di KPK
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Pegiat Media

Jakarta – Ingat pertemuan Firli Bahuri dan Lukas Enembe, kita jadi ingat kisah Tom & Jerry, serial animasi yang diproduksi oleh MGM Cartoon Studio di Hollywood, Amerika Serikat, tahun 1940 hingga 1957. 

Tom & Jerry berkisah tentang seekor kucing bernama Tom, dan seekor tikus bernama Jerry yang selalu bertengkar. Sehari saja tidak bertemu, mereka akan saling merindukan.

Jika pemburu koruptor itu kita ibaratkan kucing, maka Tom itulah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Sedangkan jika kita ibaratkan tersangka korupsi itu tikus, maka Jerry itulah Gubernur Papua Lukas Enembe. Tom berburu Jerry. Ketua KPK berburu tersangka korupsi.

Akan tetapi, sayang seribu sayang, meski posisinya ibarat kucing dan tikus, yang sesuai pakemnya harus saling bertengkar, ternyata Firli Bahuri dan Lukas Enembe, Kamis (3/11/2022) lalu bertemu di kediaman Gubernur Papua itu di Koya Tengah, Jayapura, Papua. 

Memang, pertemuan itu didahului dengan “pertengkaran” antara Tom dan Jerry. Tom atau Firli Bahuri menghendaki Jerry atau Lukas Enembe datang ke KPK untuk diperiksa sebagai tersangka korupsi, sementara Enembe beralibi sedang sakit, sehingga tak sekali ia mangkir dari pamaggilan KPK. 

Akhirnya, Tom “mengalah”. Bersama sejumlah penyidiknya dan dokter independen dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), ia terbang ke Jayapura untuk memeriksa Jerry di kediamannya yang luas, megah dan mewah. Tom bahkan sempat menjabat erat tangan Jerry. Pertemuan pun berakhir “happy ending”.

Entah apa yang mereka bisikkan. Apakah ada “deal-deal” tertentu, kita tidak tahu. Yang jelas, dua anggota Dewan Pengawas KPK, yakni Syamsuddin Haris dan Albertina Ho langsung pasang badan. Mereka tidak mempersoalkan pertemuan antara Tom dan Jerry itu. Bahkan, kata mereka, itu merupakan bagian dari tugas Tom memburu Jerry. 

Juru Bicara KPK Ali Fikri pun setali tiga uang. Apa yang dilakukan Tom, katanya, tidak melanggar undang-undang, bahkan sesuai dengan Pasal 113 UU No 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Pasal tersebut menyatakan, ketika seorang tersangka maupun saksi yang dipanggil penyidik menyatakan tidak bisa datang dengan alasan yang patut dan wajar, maka penyidik bisa melakukan pemeriksaan di kediamannya.

Ali Fikri, Syamsuddin Haris dan Albertina Ho agaknya alpa bahwa KPK memiliki undang-undang tersendiri yang bersifat khusus atau “lex specialis”, sehingga mestinya mengesampingkan undang-undang yang bersifat umum atau “lex generalis” dalam pemberantasan korupsi, seperti KUHAP itu. Dalam hukum ada adagium, “lex specialis derogat lex generalis” (aturan yang khusus mengesampingkan aturan yang umum).

Ya, KPK punya aturan tersendiri, yakni UU No 30 Tahun 2002 yang diperbarui dengan UU No 19 Tahun 2019 tentang KPK. Pasal 36 UU KPK melarang pimpinan KPK mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani KPK, dengan alasan apa pun. Ya, dengan alasan apa pun.

Bukan kali ini saja Firli Bahuri bertemu dengan pihak yang sedang berperkara dengan KPK. Semasa menjabat Deputi Penindakan KPK, misalnya, mantan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri dengan tiga bintang di pundak ini juga bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zaenul Majdi alias Tuan Guru Bajang yang saat itu menjadi saksi kasus dugaan korupsi divestasi haham perusahaan tambang PT Newmont Nusa Tenggara.

Firli juga bertemu dengan pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bahrullah Akbar yang saat itu juga menjadi saksi perkara korupsi. Atas dua pertemuan kontroversial itu, Firli Bahuri dinyatakan melakukan pelanggaran berat kode etik dan dijatuhi sanksi. Tapi Firli tak pernah kapok.

Benci Tapi Rindu

Begitulah Tom yang selalu rindu akan kehadiran Jerry. Kini, Tom telah bertemu dengan Jerry bernama Lukas Enembe. Enembe memang patut dirindukan. Apalagi duitnya tak berseri. Yang diduga mengalir ke kasino judi di Singapura saja mencapai 560 miliar rupiah.

Bagi sebagian pihak, memang ada semacam perasaan benci tapi rindu kepada tersangka korupsi. Benci karena mereka diduga mencuri uang negara, rindu karena siapa tahu ada yang kecipratan.

Alhasil, saat memimpin Tiongkok, Deng Xiaoping (1904-1997) sering mengutip pepatah Sichuan: Tidak masalah mau kucing kuning atau kucing hitam, asalkan bisa menangkap tikus!

Tidak masalah Tom itu kucing kuning (bersih dari masalah) atau kucing hitam (bermasalah), asalkan bisa menangkap Jerry. Pertanyaannya kini, pasca-pertemuan hangat yang memantik kontroversi itu, apakah Tom bisa menangkap Jerry? Kita tunggu saja tanggal mainnya. 

Jika usai perjumpaan itu ternyata progres penanganan kasus dugaan korupsi Lukas Enembe berjalan di tempat atau bahkan mundur dengan KPK menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), maka patut diduga ada “deal-deal” tertentu antara Firli dan Enembe, antara Tom dan Jerry. 

Hidup memang terkadang bak film kartun ala Tom & Jerry yang jenaka!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Masa Depan Politiknya Dapat Dorongan Biden Puji ‘Hari Baik Bagi Demokrasi

Next Post

Advokat Junior Yanuarni Rakhmawati Ade SH: Tanpa Idealisme, Tak Mungkin Pilih Profesi Advokat

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Advokat Junior Yanuarni Rakhmawati Ade SH: Tanpa Idealisme, Tak Mungkin Pilih Profesi Advokat

Advokat Junior Yanuarni Rakhmawati Ade SH: Tanpa Idealisme, Tak Mungkin Pilih Profesi Advokat

Tentukan Capres 2024, Relawan Jokowi Gelar Musyawarah Rakyat

Skenario All President's Candidates – Apa Kata Hasto?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist