• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Akankah Para Penegak Hukum Independen Menangani Skandal Ijazah Jokowi?

Ali Syarief by Ali Syarief
May 22, 2025
in Feature, Law
0
Tidak Ingin Mati Konyol : Penuturan Polisi Penembak Eks Laskar FPI
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di tengah transisi kekuasaan menuju pemerintahan baru, publik menyaksikan satu peristiwa simbolik yang sarat makna: Prabowo Subianto meneriakkan yel “Hidup Jokowi!” sebanyak tiga kali di hadapan umum. Bagi yang awam, itu mungkin hanya bentuk penghormatan atau euforia politik. Namun bagi yang peka terhadap tanda-tanda zaman, itu bukan sekadar yel, melainkan sebuah isyarat politik yang tajam. Isyarat tentang kesinambungan kuasa. Tentang loyalitas. Tentang bagaimana garis komando tetap utuh, bahkan saat tampuk kekuasaan berganti tangan.

Teriakan itu harus dibaca sebagai kebijakan. Sebagai political will. Dalam sistem kekuasaan yang terpusat, satu sikap seorang pemimpin puncak bisa berarti perintah bagi seluruh aparat di bawahnya. Ini menyiratkan satu hal yang mengkhawatirkan: bahwa independensi penegak hukum masih menjadi mitos di negeri ini.

Telah menjadi rahasia umum bahwa dalam sistem demokrasi yang sehat, penegak hukum—polisi, jaksa, hingga hakim—harus berdiri tegak di atas prinsip keadilan, bebas dari intervensi kekuasaan manapun. Namun di Indonesia, kenyataan itu masih jauh panggang dari api. Kasus dugaan ijazah palsu Jokowi adalah contoh paling telanjang tentang bagaimana hukum tampak lumpuh, bahkan bisu, ketika berhadapan dengan simbol kekuasaan tertinggi.

Polisi bukan sekadar enggan menyentuh substansi kasus ini—justru tercium aroma cawe-cawe dalam proses hukum. Di satu sisi, laporan terkait kasus dugaan ijazah palsu yang diajukan oleh TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis) terkesan dipinggirkan. Di sisi lain, laporan balik atas dugaan penyebaran hoaks yang dilaporkan oleh Jokowi sendiri—melalui kuasa hukumnya—justru segera ditindaklanjuti. Kontras ini menyingkap selektivitas hukum yang mengaburkan keadilan. Penegakan hukum tidak lagi berdasarkan asas, melainkan berdasarkan siapa yang melapor.

Sikap Jokowi sendiri mempertegas arah angin. Alih-alih mendorong proses hukum yang adil dan transparan, ia justru berkata, “Saya prihatin bila kasus ini harus sampai ke ranah hukum.” Kalimat yang sekilas terdengar empatik, namun pada hakikatnya menandakan keberpihakan. Kata “prihatin” di sini bisa dibaca sebagai sinyal penolakan terhadap upaya membongkar kebenaran melalui jalur hukum. Ini bukan hanya pernyataan sikap; ini adalah rambu-rambu bagi semua aparat yang berada di bawah garis komando: jangan sentuh kasus ini.

Lebih ironis lagi, parlemen sebagai salah satu pilar demokrasi pun memilih bungkam. Tidak ada satu pun anggota DPR RI yang bersuara keras, mempertanyakan, apalagi mendorong pembentukan pansus atau penyelidikan lebih lanjut. Mereka semua tutup mata dan telinga atas hingar-bingar skandal yang sudah menjadi konsumsi publik. Ini bukan hanya pengkhianatan terhadap fungsi pengawasan, tapi juga pengabaian terhadap amanat rakyat yang mereka wakili.

Ketika penegak hukum tunduk pada kekuasaan, ketika parlemen diam demi kenyamanan politik, maka yang tersisa hanyalah rakyat yang kehilangan harapan. Demokrasi pun kehilangan jiwanya. Di sinilah kita mesti bertanya kembali: benarkah hukum di negeri ini masih punya nyali untuk menegakkan keadilan? Ataukah ia telah dikurung rapat-rapat oleh kepentingan politik yang mengakar?

Maka jawabannya bergantung pada satu hal: apakah kita masih punya keberanian kolektif untuk menuntut independensi, atau kita memilih diam dan m

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Libur Panjang Idul Adha 2025: Pemerintah Tetapkan 6 dan 9 Juni, Negara Tetangga Kompak Rayakan di Awal Juni

Next Post

Hari Ini Pengadilan Negeri Sleman Gelar Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Dengan Tergugat Rektor UGM Beserta Jajaran Pimpinan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Skripsi Fiktif Sang Presiden: Rekayasa Relasi Jokowi-Kasmudjo?

Hari Ini Pengadilan Negeri Sleman Gelar Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Dengan Tergugat Rektor UGM Beserta Jajaran Pimpinan

Pegawai Komdigi Terima Total Uang Suap Rp 49 Miliar Untuk Amankan Situs Judol

Pegawai Komdigi Terima Total Uang Suap Rp 49 Miliar Untuk Amankan Situs Judol

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist