Bandung – Fusilatnews – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan mengambil langkah konkret untuk memastikan pendidikan di SMA Negeri 21 Bekasi tidak terganggu, meskipun sekolah tersebut terdampak bencana banjir.
“Saya sangat prihatin atas bencana banjir yang mengganggu kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 21 Bekasi. Selain itu, kami memahami bahwa sekolah ini masih menggunakan bangunan dan tanah milik pihak lain dengan status sewa,” ujar Dedi Mulyadi dalam video yang dikirim kepada awak media pada Senin (10/3/2025).
Gubernur berharap pembangunan sekolah dapat berjalan lancar agar siswa dan guru bisa kembali menjalankan proses belajar mengajar tanpa hambatan.
“Saya ingin pembangunan berjalan sesuai rencana agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu ke depannya,” tambahnya.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga menanggapi kekhawatiran terkait kemungkinan pengunduran jadwal ujian bagi siswa yang terdampak bencana. Ia memastikan bahwa pemerintah akan mencari alternatif solusi agar ujian tetap berjalan sesuai jadwal tanpa merugikan siswa.
“Mengenai ujian, saya mohon semua tetap tenang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mencari solusi agar ujian tidak diundur. Kami akan memastikan anak-anak tetap dapat mengikuti ujian dengan baik, sama seperti siswa SMA lainnya,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Gubernur berpesan kepada para siswa untuk tetap bersemangat dalam belajar dan menjalani kehidupan dengan tekun. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertanggung jawab atas sistem dan pengelolaan pendidikan di SMA Negeri 21 Bekasi.
“Teruslah semangat dalam belajar dan tetap tekun dalam menjalani hidup. Jangan khawatir, kami akan memastikan sistem pendidikan berjalan dengan baik. Salam untuk orang tua, para guru, dan semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan. Tetap semangat, utamakan pendidikan untuk kecerdasan bangsa,” tutup Dedi Mulyadi.

























