Jakarta, Fusilatnews. — “Setelah purnatugas, memasuki masa pensiun dari dinas militer, Jenderal TNI Andika Perkasa potensial untuk dilirik partai politik sebagai paket pasangan calon presiden mendatang. Bukan tidak mungkin Andika Perkasa menjadi bagian dari paket pasangan calon bersama Anies Baswedan untuk diusung Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS (Partai Keadilan Sejahtera),” ujar peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, dikutip dari detikom Rabu (21/12).
Jenderal Andika Perkasa sudah memasuki masa pensiun dari dinas militer setelah melepaskan jabatannya sebagai Panglima TNI untuk digantikan Laksamana TNI Yudo Margono, Senin (19/12). Andika dinilai bisa menjadi calon wakil presiden (cawapres) bagi Anies Baswedan. Kok bisa?
Bawono mengatakan penilaiannya itu didasari momen sebelumnya, di mana nama Andika Perkasa juga muncul di bursa capres NasDem. Diketahui, sebelum menetapkan Anies, sejumlah nama muncul seperti Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo.
“Menjadikan Andika Perkasa sebagai bakal calon wakil presiden untuk mendampingi Anies Baswedan juga dapat menjadi solusi adil bagi Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS dalam menentukan siapa sosok pendamping mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dalam pemilihan presiden mendatang,” katanya.
Bawono menilai Andika adalah solusi untuk koalisi NasDem, PKS, dan Demokrat. Koalisi ini dinilai akan solid jika mengusung Andika Perkasa sebagai cawapres. “Dengan menjadikan Andika Perkasa sebagai bakal calon wakil presiden pendamping Anies maka soliditas koalisi pun akan relatif dapat terjaga dengan baik,” ucapnya.
Seperti diketahui, Andika Perkasa, Selasa (20/12) resmi melakukan serah terima jabatan Panglima TNI kepada Laksamana Yudo Margono. Pergantian Panglima TNI itu dilakukan lantaran Andika yang pada 21 Desember ini genap berusia 58 tahun memasuki masa pensiun. (F-2)
























