• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Anies Gagal Jadi Presiden, Gibran Melenggang Jadi Wapres: Apakah Ini Sistem Demokrasi atau Komedi Politik?

Ali Syarief by Ali Syarief
September 22, 2024
in Aya Aya Wae, Feature, Politik
0
Anies Gagal Jadi Presiden, Gibran Melenggang Jadi Wapres: Apakah Ini Sistem Demokrasi atau Komedi Politik?
Share on FacebookShare on Twitter

Kita semua tahu, kan, bahwa Anies Baswedan adalah sosok yang sempat membuat banyak hati berdegup kencang di kancah politik. Mantan Gubernur Jakarta yang elegan, intelektual, dan sering kali bikin kita semua merasa bahwa Indonesia mungkin masih punya harapan. Tapi, di tengah segala harapan itu, BAM! Anies ternyata gagal jadi presiden! Kalau kita perhatikan, kok rasanya seperti ada yang salah dengan sistem ini? Tapi tunggu, mari kita periksa dengan gaya santai.

Sistem yang Kacau atau Politik yang Kocak?

Kita semua percaya demokrasi seharusnya memberikan pilihan terbaik untuk rakyat, bukan? Teorinya sih begitu, tapi praktiknya? Lihat saja, Gibran Rakabuming Raka, putra bungsu Jokowi, dengan santainya melenggang jadi calon wakil presiden. Out of nowhere, tiba-tiba Gibran mendadak jadi salah satu tokoh penting dalam kancah politik nasional. Ini seperti nonton film plot twist yang terlalu berlebihan sampai kita ingin bilang, “serius nih?”

Seharusnya, kalau sistem demokrasi kita berjalan dengan mulus, siapa pun yang dipilih rakyat seharusnya tidak membawa risiko besar bagi bangsa dan negara, kan? Intinya, any choice should be a safe choice. Tapi realitanya? Kalau Anies yang gagal, sementara Gibran yang baru hangat-hangatnya di politik bisa langsung jadi wapres, ini tanda tanya besar.

 Sistem yang Membawa Calamity (Bahaya Besar)

Mari kita pakai bahasa yang sedikit ilmiah biar kelihatan serius sedikit—sistem yang kita pakai sekarang, kalau dibiarkan terus begini, mungkin akan berujung pada calamity atau bahaya besar. Anies, yang punya pengalaman dan rekam jejak sebagai pemimpin daerah yang sukses, didn’t make the cut karena sistem yang sepertinya lebih mementingkan faktor nepotisme dan loyalitas politik daripada kapasitas dan integritas.

Lalu, di sisi lain, Gibran—yang let’s be honest, masih sangat green dalam dunia politik nasional—dengan mudahnya melaju menuju kursi nomor dua di negeri ini. Wait, what? Kalau begini caranya, apa yang terjadi dengan meritokrasi? Apa yang terjadi dengan sistem politik yang seharusnya memilih pemimpin berdasarkan kemampuan, bukan keturunan?

The Jokowi Dynasty: Legacy atau Dynasty Trap?

Sekarang, mari kita bicara tentang fenomena dynastic politics atau politik dinasti. Jokowi, presiden dua periode yang—suka atau tidak suka—bisa dibilang berhasil menciptakan “dinasti politik” yang cukup mengakar. Dari posisinya sebagai presiden, hingga kini Gibran yang menjadi calon wapres, sepertinya posisi strategis di pemerintahan bisa diwariskan seperti bisnis keluarga. Bukankah seharusnya jabatan publik itu earned, bukan inherited?

Ini jelas bukan sekadar legacy biasa. Ini lebih seperti dynasty trap—jebakan dinasti politik yang kalau dibiarkan bisa menghancurkan sistem demokrasi kita. Kalau sudah begini, wajar kan kalau kita berpikir, “Apakah pemimpin di masa depan akan lebih seperti hasil ‘pilihan rakyat’ atau sekadar penerus takhta keluarga?”

Demokrasi: Kocak atau Ironis?

Lucu kan kalau dipikir-pikir? Di satu sisi, kita terus mengeluh soal perlunya perubahan, tentang bagaimana kita butuh pemimpin yang bisa membawa negara ini ke arah yang lebih baik. Tapi, di sisi lain, sistem demokrasi kita malah meloloskan sosok-sosok yang—jujur saja—belum punya banyak track record untuk membuktikan diri. Apa ini semua cuma kebetulan atau memang sistemnya sudah rigged?

Kalau sistem ini dibiarkan, mungkin di masa depan kita bakal lihat lebih banyak lagi fenomena yang sama: politik dinasti terus berjalan, dan orang-orang yang benar-benar kompeten seperti Anies malah dibiarkan gagal. Dan saat itulah, kita harus tanya diri sendiri: apakah ini demokrasi, atau kita semua sedang tertipu oleh komedi politik yang semakin tidak masuk akal?

Closing: Risky Business atau Sistem yang Sehat?

Seharusnya, dalam sistem yang sehat, kita nggak perlu khawatir siapa pun yang terpilih. In an ideal world, setiap pilihan rakyat itu baik bagi negara. Namun, kalau sistem kita lebih mengedepankan dinasti politik, personal loyalty, dan strategi politis yang konyol daripada keahlian dan kapasitas nyata, kita sebetulnya sedang bermain dengan risky business. Dan ini, teman-teman, adalah formula menuju kehancuran, bukan kemajuan.

Jadi, mari kita tertawa sejenak melihat absurditas ini, tapi jangan lupa, di balik tawa itu ada keprihatinan mendalam tentang masa depan demokrasi di negeri ini.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“NYAAH DULANG”

Next Post

Kendala Proses Negosiasi Pembebasan pilot Philip Mark Mehrtens

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?
Feature

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam
Crime

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik
Aya Aya Wae

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
Next Post
Pilot Susi Air Philip Mark Marthens Dibebaskan

Kendala Proses Negosiasi Pembebasan pilot Philip Mark Mehrtens

Kronologi Eksploitasi Seksual Terhadap Mahasiswi Unsoed

Kronologi Eksploitasi Seksual Terhadap Mahasiswi Unsoed

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist