Berkaitan dengan survei, saya sudah sampaikan berkali-kali bahwa kami sudah sangat berpengalaman dinomortigakan, dan itu memang lebih baik begitu,” kata Anies di Kantor DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat, Senin.
Jakarta – Fusilatnews – Dalam konferensi pers usai rapat pemenangan bersama DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Senin (11/9) Bakal calon presiden (capres), Anies Baswedan menanggapi hasil survei yang diterbitkan oleh sejumlah lembaga, Anies, menegaskan bahwa dirinya sudah terbiasa dinomortigakan.
Berkaitan dengan survei, saya sudah sampaikan berkali-kali bahwa kami sudah sangat berpengalaman dinomortigakan, dan itu memang lebih baik begitu,” kata Anies di Kantor DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat, Senin.
Meski dinomor tigakan Anies optimistis untuk langkahnya ke depan. Dan meminta semua pihak menunggu perkembangan elektabilitasnya dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
“Insyaallah, nanti kita akan lihat perkembangannya pada minggu-minggu dan bulan-bulan ke depan,” kata dia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengenang survei elektabilitas dirinya sebelum mengikuti Pilkada DKI 2017. “Di Jakarta belum pernah dalam survei kami di posisi nomor dua, apalagi nomor satu. Akan tetapi, ketika hasil pilkada keluar, kita sudah tahu hasilnya seperti apa,” ucap Anies.
Temuan elektabilitas capres dari sejumlah lembaga survei cenderung menempatkan Anies di posisi ketiga setelah Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto. Terbaru, Ipsos Public Affairs menyebutkan bahwa elektabilitas Ganjar Pranowo diklaim unggul di kalangan Gen Z (17—24 tahun), yaitu sebesar diklaim 42,40 persen. Sementara itu, Prabowo Subianto dengan klaim sebesar 41,6 persen dan Anies Baswedan dengan klaim 16 persen.
Di kalangan milenial (25—39 tahun), Ganjar diklaim masih unggul di angka 39,90 persen, lalu Prabowo klaimnya 35,71 persen, dan Anies Baswedan dikalaim 24,38 persen. Sementara itu, di kalangan pemilih dengan rentang usia 40—49 tahun, Ganjar diklaim 35,42 persen, Prabowo diklaim 41,67 persen, dan Anies diklaim 22,92 persen.
Di kalangan pemilih dengan rentang usia 50—59 tahun, Ganjar diklaim 47,90 persen, Prabowo diklaim 29,41 persen, dan Anies Baswedan diklaim 22,69 persen. Sementara itu, kalangan pemilih usia di atas 60 tahun, Ganjar diklaim 27,27 persen, Prabowo diklaim 36,36 persen, dan Anies Baswedan diklaim 36,36 persen.
Dia menjelaskan dalam simulasi tiga nama, elektabilitas Prabowo berada di angka diklaim 36,3 persen. Di posisi kedua menurut dia, ada Ganjar dengan klaim 32,4 persen, lalu Anies dengan klaim dukungan 20 persen.
Dalam simulasi dua nama antara Prabowo dan Anies, elektabilitas Prabowo semakin meningkat yaitu sebesar klaim 56 persen. Sementara itu, Anies mendapatkan klaim dukungan 26 persen dan responden yang tidak menjawab sebesar 18,1 persen.
“Dalam simulasi dua nama antara Prabowo dan Ganjar, dukungan untuk Prabowo sebesar klaimnya 47,9 persen. Sementara Ganjar hanya memperoleh 38,3 persen,” ujarnya.
Kennedy menjelaskan keunggulan Prabowo juga terjadi di kelompok demografi, dibandingkan Ganjar dan Anies. Menurut dia, Prabowo unggul di wilayah Sumatera, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi, Bali-Nusa, dan Maluku-Papua. Ganjar unggul di Jawa Tengah dan Kalimantan, sementara itu Anies unggul di DKI Jakarta.
Peneliti politik Indonesia dari Havard University Seth Soderborg, mengungkapkan bahwa keluarnya PKB dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) tidak akan menggerus signifikan dukungan pemilih di Jawa Timur (Jatim) kepada Prabowo. Hal itu menurut dia karena PKB dalam setahun terakhir sebelum berpindah dukungan, sempat menyosialisasikan Prabowo sebagai capres.
“PKB berbasis kiai dan kiai sudah setahun penuh sosialisasi untuk mendukung Prabowo. Akan ada beberapa yang masih tinggal sama Prabowo (setelah PKB keluar dari KIM),” katanya.
Polling Institute melakukan survei dalam rentang 21-25 Agustus 2023. Survei dilakukan melalui sambungan telepon dengan pewawancara terlatih. Survei tersebut melibatkan 1.201 responden dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen. Pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan pada 19 Oktober 2023 sampai dengan 25 November 2023.
Indikator Politik Indonesia pada pertengahan Agustus 2024, merilis hasil survei terkait Tren Elektabilitas Capres dan Partai Politik Jelang Pemilu 2024. Dalam survei tersebut, elektabilitas Anies Baswedan pernah mengalami peningkatan paling besar pasca pencapresannya oleh Nasdem awal 2022, tapi kemudian trennya menurun di 2023 ini.























