• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Antara Amnesti dan Tali Persaudaraan: Saat Politik Diselubungi Bahasa Manis

Ali Syarief by Ali Syarief
August 2, 2025
in Feature, Politik
0
Antara Amnesti dan Tali Persaudaraan: Saat Politik Diselubungi Bahasa Manis
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ketika foto pertemuan antara Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri diunggah ke Instagram dengan narasi “Merajut Tali Kebangsaan dan Persaudaraan”, publik tidak serta-merta tersentuh oleh kata-kata indah itu. Justru, aroma politik yang pekat menyeruak dari balik senyum dan salam hangat yang tertangkap kamera.

Sebab tak lama setelah unggahan itu, DPR RI menyatakan persetujuan atas pertimbangan Presiden terkait pemberian amnesti kepada Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Kebetulan? Mungkin. Tapi di republik ini, kebetulan sering kali adalah kata lain dari kesengajaan yang dirancang rapi.

Bahasa Halus dari Proses Kasar

Dalam dunia politik Indonesia, tak semua yang terlihat sederhana bisa dimaknai dengan polos. Ketika elite dua partai besar dan seorang Menteri Sekretaris Negara bertemu dengan pemimpin partai politik yang kadernya sedang dalam jeratan hukum, tak butuh gelar doktor untuk menebak arah anginnya.

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, buru-buru membantah bahwa pertemuan tersebut bersifat transaksional. “Itu bukan karakter PDIP, bukan karakter Ibu Megawati,” ujarnya, mencoba menegakkan integritas partai di hadapan publik yang semakin apatis.

Namun publik hari ini sudah tidak mudah diyakinkan hanya dengan pernyataan normatif. Mereka paham bahwa bahasa “tali persaudaraan” atau “rekonsiliasi kebangsaan” sering kali hanya pembungkus halus dari kompromi yang tak pernah mereka undang.

Saat Hukum dan Politik Berdansa Bersama

Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP, menjadi sosok yang berada di pusat pusaran ini. Permintaan amnesti terhadapnya bukan hal sepele. Itu berarti pengampunan dari negara, melalui mekanisme hukum, terhadap seorang elite partai yang memiliki kedekatan langsung dengan lingkaran kekuasaan.

Jika amnesti diberikan, maka pertanyaannya bukan hanya tentang legalitas. Pertanyaannya adalah: untuk siapa sebenarnya hukum itu bekerja?

Apakah pertemuan itu hanya kebetulan? Apakah restu elite diberikan tanpa syarat? Atau justru inilah wajah politik Indonesia hari ini—di mana kepentingan hukum dan kekuasaan saling menyusupi, lalu menari dalam irama kompromi yang memabukkan?

Kongres PDIP dan Bayangan Amnesti

Pertemuan antara Dasco, Prasetyo Hadi, Megawati, Puan Maharani, dan Prananda Prabowo bertepatan dengan Kongres PDIP. Sebuah forum besar yang idealnya menjadi refleksi ideologis partai. Tapi ketika isu amnesti Hasto menyelip di tengahnya, ruang refleksi berubah menjadi ruang transaksi—setidaknya dalam persepsi publik.

Said Abdullah mungkin benar bahwa tak ada transaksi. Tapi bukankah dalam politik Indonesia, transaksi tak harus dalam bentuk uang atau kursi? Transaksi bisa berupa diam yang dibarter dengan kesepahaman, atau kunjungan yang dibalas dengan kelonggaran.

Rakyat Sebagai Penonton yang Tak Pernah Diajak Bicara

Masyarakat, yang menjadi pemilik sah dari negara ini, kembali hanya bisa menonton. Mereka menyaksikan bagaimana elite melintasi lorong-lorong kekuasaan, bertemu di ruang tertutup, lalu keluar membawa keputusan yang memengaruhi nasib hukum, keadilan, dan makna demokrasi.

Ketika publik bertanya, mereka diberi jawaban normatif. Ketika curiga, mereka disebut sinis. Tapi siapa yang bisa menyalahkan rakyat, jika rasa percaya mereka terkikis oleh parade pertemuan penuh senyum yang selalu diikuti oleh keputusan-keputusan penuh tanda tanya?

Penutup: Persaudaraan atau Persengkokolan?

“Merajut tali kebangsaan dan persaudaraan,” begitu narasi unggahan Dasco. Kalimat yang terdengar manis—tapi bisa terasa pahit bagi mereka yang menuntut keadilan berdiri tegak tanpa lobi-lobi gelap.

Apakah ini sungguh tentang persaudaraan bangsa, atau hanya persengkokolan elite? Waktu akan menjawab. Tapi sementara itu, publik berhak terus bertanya, agar demokrasi tak dikebiri atas nama keramahan politik.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tom Lembong dan Hasto Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo

Next Post

Mengapa Jepang Tidak Punya Ibu Kota Baru?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Simalakama Teddy Wijaya
Feature

Simalakama Teddy Wijaya

May 3, 2026
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah
Feature

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026
Feature

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Next Post
Mengapa Jepang Tidak Punya Ibu Kota Baru?

Mengapa Jepang Tidak Punya Ibu Kota Baru?

Etos Kerja Orang Jepang vs Etos Kerja Birokrasi Indonesia

Etos Kerja Orang Jepang vs Etos Kerja Birokrasi Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Simalakama Teddy Wijaya
Feature

Simalakama Teddy Wijaya

by Karyudi Sutajah Putra
May 3, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta – Bukan Amien Rais namanya jika memilih diam....

Read more
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Simalakama Teddy Wijaya

Simalakama Teddy Wijaya

May 3, 2026
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

May 3, 2026
Bobby Kertanegara: Simbol Transformasi Prabowo dari Kerasnya Medan Perang ke Kasih Sayang

Prabowo: Kritik Tak Digubris – Penderitaan Bangsa Lain Direduksi

May 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Simalakama Teddy Wijaya

Simalakama Teddy Wijaya

May 3, 2026
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist