• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Mengapa Jepang Tidak Punya Ibu Kota Baru?

Ali Syarief by Ali Syarief
August 2, 2025
in Cross Cultural, Feature, Japanese Supesharu
0
Mengapa Jepang Tidak Punya Ibu Kota Baru?
Share on FacebookShare on Twitter

Saat Indonesia sibuk membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di tengah belantara Kalimantan dengan anggaran raksasa dan gegap gempita seremoni, Jepang—sebuah negara yang jauh lebih maju, lebih rawan bencana, dan lebih padat penduduknya—tetap setia pada Tokyo sebagai ibu kotanya. Mengapa Jepang tidak merasa perlu membangun ibu kota baru?

Pertanyaan ini tampaknya sederhana, tetapi jawabannya menyimpan refleksi panjang tentang tata kelola, sejarah, dan arah kebijakan negara. Ini bukan semata soal urban planning atau keindahan lanskap kota, melainkan tentang bagaimana sebuah bangsa melihat masa depan, menghargai masa lalu, dan menata hari ini dengan nalar dan kesadaran.


Tokyo: Kota yang Tidak Sempurna, Tapi Rasional

Tokyo adalah kota megapolitan yang berdiri di atas kawasan rawan gempa. Ia pernah hancur total akibat Gempa Besar Kanto (1923) dan dibom habis-habisan saat Perang Dunia II. Namun setiap kali bangkit, Tokyo justru memperbaiki diri—baik secara infrastruktur maupun manajemen kota. Sistem transportasi Tokyo kini dianggap paling efisien di dunia. Sistem drainasenya dapat menghindarkan banjir besar. Kebijakan perumahannya cenderung berpihak pada keterjangkauan. Dan yang terpenting: Tokyo adalah simbol kontinuitas.

Tokyo tidak dipindahkan karena Jepang memahami bahwa masalah kota tidak dipecahkan dengan pelarian geografis, tetapi dengan penyelesaian sistemik. Jepang tidak membuang sejarahnya, tidak membangun mimpi utopis di atas reruntuhan utang, dan tidak memperlakukan pembangunan sebagai panggung pencitraan elite.


IKN: Sebuah Mimpi yang Terlalu Mahal?

Kontras dengan Tokyo, Indonesia justru menjadikan pemindahan ibu kota sebagai proyek nasionalis dengan nuansa ideologis. Wacana IKN tidak dibangun dari krisis administratif atau urgensi fungsional, melainkan dari retorika “pemerataan pembangunan” yang belum terbukti arahnya.

Pembangunan IKN justru terjadi di saat utang luar negeri meningkat, defisit anggaran melebar, kualitas pendidikan stagnan, dan distribusi layanan publik timpang. Dalam kondisi seperti itu, memaksakan proyek ibu kota baru terasa seperti membangun kastil di atas pasir.


Pelajaran dari Jepang

Ada tiga pelajaran penting dari sikap Jepang terhadap ibu kotanya:

  1. Keberlanjutan lebih penting daripada sensasi
    Jepang membangun dengan konsistensi, bukan kejutan. Tidak ada pemindahan pusat pemerintahan hanya karena ingin meninggalkan bayang-bayang masa lalu atau mengejar warisan politik.
  2. Modernisasi tidak berarti pindah tempat
    Jepang terus memodernisasi Tokyo dari dalam, tanpa harus menggusur, membangun dari nol, atau mengalihkan sumber daya secara besar-besaran.
  3. Pemerintahan yang bertanggung jawab tidak lari dari masalah
    Bila Jakarta macet, banjir, dan semrawut, solusinya bukan ditinggalkan, tetapi diperbaiki. Jepang memahami bahwa kota adalah cermin kebijakan, bukan korban kebijakan.

Penutup: Bangsa yang Bijak Tidak Meninggalkan Sejarahnya

Pembangunan IKN bisa saja menjadi prestasi fisik. Tetapi Jepang mengajarkan bahwa membangun bangsa tak hanya soal gedung dan jalan, tapi soal konsistensi, akal sehat, dan rasa hormat pada sejarah bangsanya sendiri.

Tokyo tetap menjadi ibu kota bukan karena Jepang tidak mampu membangun yang baru, melainkan karena mereka tidak merasa perlu menutup masa lalu demi memahat prasasti politik sesaat.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Antara Amnesti dan Tali Persaudaraan: Saat Politik Diselubungi Bahasa Manis

Next Post

Etos Kerja Orang Jepang vs Etos Kerja Birokrasi Indonesia

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Simalakama Teddy Wijaya
Feature

Simalakama Teddy Wijaya

May 3, 2026
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah
Feature

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026
Feature

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Next Post
Etos Kerja Orang Jepang vs Etos Kerja Birokrasi Indonesia

Etos Kerja Orang Jepang vs Etos Kerja Birokrasi Indonesia

Kota Kecil di Jepang yang Menjadi Teladan Dunia: Apa Pelajaran untuk Indonesia?

Kota Kecil di Jepang yang Menjadi Teladan Dunia: Apa Pelajaran untuk Indonesia?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Simalakama Teddy Wijaya
Feature

Simalakama Teddy Wijaya

by Karyudi Sutajah Putra
May 3, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta – Bukan Amien Rais namanya jika memilih diam....

Read more
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Simalakama Teddy Wijaya

Simalakama Teddy Wijaya

May 3, 2026
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

May 3, 2026
Bobby Kertanegara: Simbol Transformasi Prabowo dari Kerasnya Medan Perang ke Kasih Sayang

Prabowo: Kritik Tak Digubris – Penderitaan Bangsa Lain Direduksi

May 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Simalakama Teddy Wijaya

Simalakama Teddy Wijaya

May 3, 2026
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...