TOKYO — Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, pada hari Kamis menuduh Amerika Serikat “tidak menggunakan seluruh kekuatan, pengaruh, dan sumber dayanya” untuk menangani “krisis kemanusiaan” di Gaza yang telah diakibatkan oleh perang Israel-Hamas.
Anwar berbicara di forum Future of Asia yang diselenggarakan oleh Nikkei di Tokyo. Dia menggambarkan situasi di Gaza sebagai “krisis kemanusiaan dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
Perdana Menteri mendesak komunitas internasional untuk mendorong gencatan senjata kemanusiaan antara Israel dan kelompok Palestina Hamas, yang memicu konflik ketika mengirim militan ke Israel pada 7 Oktober.
Dia juga menyinggung konflik lain yang membelah dunia — persaingan AS-Tiongkok untuk kepemimpinan global. Negara-negara Asia harus tetap netral dan menyeimbangkan hubungan mereka dengan kedua kekuatan tersebut, “selain menjadi bagian dari kelompok semacam Perang Dingin.”
Future of Asia, konferensi tahunan unggulan Nikkei yang diadakan selama dua hari, dibuka pada hari Kamis di Tokyo, menghadirkan tokoh-tokoh politik dan bisnis dari seluruh kawasan untuk membahas tema tahun ini: kepemimpinan Asia di dunia yang tidak pasti.
Pembicara hari ini termasuk Wakil Perdana Menteri Kamboja Sun Chanthol dan Chey Tae-won, ketua dan CEO SK Group dari Korea Selatan. Hari kedua forum akan dimulai dengan sesi bersama Srettha Thavisin, Perdana Menteri Thailand, diikuti oleh sesi bersama Gan Kim Yong, Wakil Perdana Menteri Singapura.

























