• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Anwar Ibrahim: Era Baru Malaysia dan Pengaruhnya di Indonesia

fusilat by fusilat
December 6, 2022
in Feature
0
Anwar Ibrahim: Era Baru Malaysia dan Pengaruhnya di Indonesia

Anwar Ibrahim.Net

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dr Nazar Nasution SH, MA

TOPIK “Anwar Ibrahim: Era Baru Malaysia dan Pengaruhnya di Indonesia” cukup menarik untuk dibahas. Ada banyak peristiwa-peristiwa terkait hubungan Indonesia dan Malaysia pada tahun 1960an. Saya mengenal Anwar Ibrahim sejak lama, tepatnya, sejak  1967.

Sekurangnya ada 5 (lima) cacatan yang menjadi sorotan, terkait peristiwa yang berhubungan dengan  Anwar Ibrahim.  

Pertama, pembentukan Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara (PEMIAT).

Pada saat itu, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) diundang oleh Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM) yang dipimpin oleh Ismail Daud selaku Ketua Umum dan Anwar Ibrahim sebagai Sekjen PKPIM, untuk berkunjung ke Kuala Lumpur. Delegasi HMI dipimpin oleh Ketua Umum Nurcholish Madjid dan beranggotakan 4 orang, yaitu Nurcholish (Ketua Umum),  Munadjat Aminarto (mantan pejabat Ketua Umum periode Dr Sulastomo),  Nazar Nasution (Sekjen),  Ahmad Dhani Marta (Badko Jawa Barat) serta  Pallawarukka (LPMI) Bogor.  

Ternyata selain dari HMI juga diundang wakil dari mahasiswa Islam Singapura yaitu University of Singapore Muslim Society (USMS) terdiri dari 5 orang dipimpin oleh Ketuanya Mohammad bin Abdullah.

PKPIM sebagai tuan rumah  mengundang pertemuan di Kuala Lumpur tersebut adalah dalam rangka meresponse terbentuknya Perkumpulan  Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). ASEAN didirikan tanggal 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok, didukung oleh 5 negara yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand dan Philipina.  Terbentuknya ASEAN ini telah memberikan inspirasi dan motivasi akan perlunya suatu badan kerjasama regional mahasiswa Islam Asia Tenggara.   

PKPIM, HMI dan USMS sepakat untuk menggagas pembentukan  Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara disingkat PEMIAT.  

Bulan November 1967 itulah lahir PEMIAT. Anwar Ibrahim yang saat itu menjadi Sekjen PKPIM mengusulkan agar Nurcholish Madjid (HMI) ditetapkan sebagai President atau ketua PEMIAT. Ketua PKPIM Ismail Daud ditunjuk menjadi Sekjen PEMIAT. Sedangkan tokoh mahasiswa Islam Singapura, Mohammad Amin menjadi Anggota pengurus PEMIAT.

Inilah perkumpulan yang digagas bersama oleh tokoh-tokoh mahasiswa Islam di tiga negara yaitu Malaysia, Indonesia dan Singapura.  

Ternyata persahabatan antara  generasi muda Islam  dari ke tiga negara terus berlanjut hingga saat ini.  Berdirinya PEMIAT tersebut merupakan momentum penting bagi HMI untuk  Go Internasional.

Menlu RI saat itu, Adam Malik, memberikan sambutan, antara lain menyatakan syukur bahwa generasi muda Islam telah digerakkan oleh kesadaran akan panggilan zamannya untuk meningkatkan kerja sama pembinaan dan pengembangan segi-segi kehidupan umat manusia di Asia Tenggara. Ini sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Hadits Nabi, yang mengandung semangat pembaharuan dan modern guna mengambil bahagian yang aktif dan positif bagi kesadaran cita-cita dibentuknya Perhimpunan Bangsa-Bangsa se-Asia Tenggara.

Pada pertemuan tersebut dirumuskanlah Piagam dan Program PEMIAT.  Salah satu program PEMIAT adalah mengusahakan terbentuknya organisasi-organisasi mahasiswa Islam di negara-negara Asia Tenggara, di mana organisasi tersebut belum ada. Juga mengadakan latihan-latihan kepemimpinan bersama yang selaras dengan ajaran Islam.

Pada tahun 1968, HMI menyelenggarakan pertemuan Executive Committee PEMIAT di Jakarta. Anwar Ibrahim hadir mewakili PKPI.

Salah satu keputusan mengenai masalah eksternal yang penting dalam pertemuan tersebut antara lain adalah  “Demokrasi  harus ditegakkan demi perjuangan umat sesuai dengan prinsip “majority rule” dan “minority right”; melakukan usaha-usaha untuk memantapkan idiologi dan pemahaman agama menghadapi aktivitas dari gerakan Komunisme.

Pada Febuari 1970, berlangsung Konferensi Kedua PEMIAT di Jakarta. Terpilih sebagai Ketua PEMIAT periode 1970-1973 Nazar Nasution (HMI/Indonesia), Wakil Ketua Zainul Abidin Rasheed (USMS/Singapura), Sekjen Zakaria Hashim (PKPIM/Malaysia).

Untuk memperkuat Exco PEMIAT, dibentuklah  Departemen Kebudayaan, Perkaderan, Keputerian, yang dijabat oleh anggota-anggota PB HMI antara lain Fauzi Ganie, Muzdan Razak, Azrul Azwar,  Titiek Chumaeroh.

Lima tahun kemudian, 1972, penulis bersama Fauzi Ganie dan Muzdan Razak memutuskan untuk bekerja di Kementerian Luar Negeri  sebagai diplomat karir hingga  mencapai jabatan puncak sebagai Duta Besar. Adapun Anwar Ibrahim di Malaysia memutuskan untuk menjadi politisi dan  melalui perjalanan panjang selama lebih 30 tahun berhasil mencapai jabatan puncak sebagai  Perdana Menteri Malaysia. Sedangkan Zainul Abidin Rasheed di Singapura sempat menjadi anggota Parlemen dan kemudian menjabat Wakil Menlu Singapura.

HMI Go Internasional ini terus berlanjut. Pada 1971, Nurcholish Madjid (Cak Nur) diundang ke Achen, Jerman, oleh Ahmad Totonji, Ketua Muslin Students of America and Canada (MSA) untuk pembentukan organisasi mahasiswa Islam Sedunia,  International Islamic Federation of Student Organizations (IIFSO). Ahmad Totonji kemudian terpilih sebagai Presiden, sedangkan Cak Nur sebagai Wakil Sekjen.

Kedua, Seminar Perkaderan Nasional HMI di Pekalongan.

Anwar Ibrahim pada tahun 1968  berkunjung ke Indonesia untuk mengikuti Seminar Perkaderan Nasional  HMI di Pekalongan. Bersama 3 orang koleganya, Anwar Ibrahim bertukar pikiran tentang nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai kebangsaan, maupun wawasan lainnya.

Pada saat itu, HMI baru saja melewati tantangan dengan upaya PKI  membubarkan HMI yang didukung oleh organisasi pendukung PKI  yaitu CGMI dan Pemuda Rakyat. Upaya tersebut gagal, bahkan dengan peristiwa G30S rakyat bangkit melawan PKI, hingga akhirnya PKI-lah yang dibubarkan. Dalam seminar tersebut, Anwar Ibrahim memperoleh pembelajaran (lesson learned) dari pengalaman HMI yang menggerakkan aksi-aksi massa dan demonstrasi melalui Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia  (KAMI), sehingga berlangsung pergantian pemerintahan di Indonesia dari rezim Sukarno (Orde Lama) ke Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Suharto.

Pengalaman itu memberikan inspirasi dan motivasi bagi Anwar dan generasi muda Malaysia, sehingga saat kembali ke Malaysia, Anwar melakukan aksi massa dan  demonstrasi di Universiti Malaya memprotes berbagai kepincangan yang terjadi di negaranya. Anwar ditahan dan dimasukkan penjara selama lebih satu tahun berdasarkan UU yang berlaku di Malaysia, yaitu  Internal Security Act (ISA).

Ketiga, Anwar Ibrahim sebagai  tokoh nasional di Malaysia.

Anwar aktif di pentas politik Malaysia  diawali dengan mempelopori berdirinya Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) pada tahun 1970an.  Anwar  bergabung dengan Barisan Nasional (UMNO).  Anwar, sebagaimana dimaklumi masuk dalam pemerintahan di Malaysia pada masa PM Mahathir Muhammad.

Mula-mula Anwar diberikan kepercayaan sebagai Menteri  Pemuda dan Olahraga, Menteri Pertanian,  Menteri Pendidikan, kemudian dipercayakan sebagai Menteri Keuangan, akhirnya menjabat Deputi Perdana Menteri mendampingi PM Mahathir Muhammad.

Pada 1998, terjadi ketidak harmonisan hubungan antara Mahathir dan Anwar Ibrahim. Sehingga Anwar Ibrahim terpaksa harus masuk penjara dan selama 24 tahun sejak 1998 absen dalam kehidupan politik di Malaysia.

Dengan amanah yang dipercayakan kepada Anwar sebagai Perdana Menteri sejak November 2022 ini, Malaysia dan masyarakat internasional akan menyaksikan bagaimana masa depan Malaysia di bawah  Anwar Ibrahim. Sewaktu Anwar menjabat Menteri Keuangan, saya berkesempatan bertemu dengan Anwar Ibrahim di Washington DC saat mengikuti sidang Bank Dunia dan IMF. Saat itu saya bertugas sebagai Wakil Duta Besar di KBRI Washington DC.  

Keempat,  wawasan Keislaman dan Kebangsaan Anwar Ibrahim.   

Pemikiran-pemikiran Anwar Ibrahim tentang wawasan Keislaman dan Kebangsaan semakin dikenal saat Anwar sering berkunjung ke Indonesia pada masa Presiden Habibie tahun 1998-1999. Bahkan pada saat menjadi aktivis mahasiswa,  interaksi Anwar Ibrahim dengan Cak Nur sangat intens, mengingat gagasan Pembaharuan Pemikiran Islam dari Cak Nur pada hakekatnya diusung juga oleh Malaysia dengan tokohnya Anwar Ibrahim.

Pemikiran keislaman, kebangsaan, dan kemodernan  yang berkembang di Indonesia diusung pula  oleh Anwar Ibrahim. Yang membedakannya lebih kepada suasana nasionalisme yang berkembang di Malaysia maupun di Indonesia.

Ada kesamaan antara Anwar dan Cak Nur, yaitu mereka sangat hormat kepada tokoh Islam terkemuka pada saat itu Mohammad Natsir. Setiap berkunjung ke Indonesia, Anwar selalu bertukar pikiran dengan Natsir, sedangkan  Cak Nur sempat dijuluki Natsir muda.

Tokoh-tokoh muda Indonesia yang segenerasi dengan Anwar Ibrahim dan saat itu  sebagai pejabat pada  masa pemerintahan Presiden Suharto dan Presiden Habibie, dapat disebutkan antara lain Mar’ie Muhammad,  Akbar Tanjung, Fahmi Idris, Adi Sasono dan lain-lain.  

Kelima, gagasan IIFTIHAR

Gagasan IFTIHAR (The International Islamic Forum for Science, Technology and Human Resources) yang diluncurkan oleh Menristek Habibie pada 1996, mendapat dukungan dari sejumlah tokoh-tokoh Islam di berbagai negara, termasuk Malaysia.

Umat Islam, dalam perubahan sejarah yang sedang berlangsung, merasa terpanggil untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga mampu berperan dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam pergaulan antar bangsa, serta mengupayakan terciptanya perdamaian, kemakmuran dan keadilan di dunia. Ini sesuai dengan ayat Al Qur’an: “Kami tidak mengutus engkau, kecuali untuk menjadi rahmat bagi alam semesta”.  

Demikian pula gagasan IIIT (International Institute of Islamic Thought), yaitu Lembaga Internasional yang melakukan Pengkajian . IIIT ini berkembang juga pada saat Anwar Ibrahim sebagai Wakil Perdana Menteri sering berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Habibie. Persidangan IIFTIHAR yang dilaksanakan di Jakarta dan dihadiri oleh Anwar Ibrahim telah memberikan wawasan khusus tentang pentingnya terus mengembangkan pemikiran-pemikiran pembaharuan Islam sehingga dapat menjawab berbagai tantangan zaman dari masa ke masa.  

Keenam, didirikannya Forum  Developing-8 (D-8) 1999

D-8 adalah Persekutuan 8 Negara Islam yang digagas oleh Wakil Presiden Habibie dan Presiden Turki Erbakan.

Delapan negara dengan ekonomi  baru itu adalah negara-negara Islam yang sedang tumbuh perkembangan ekonominya dan umumnya mencerminkan negara-negara Islam moderat. Mereka adalah Indonesia, Malaysia, Pakistan, Banglades, Mesir, Iran, Nigeria dan Turki.

Indonesia ditunjuk sebagai Sekjen D-8, yang dijabat oleh Dipo Alam. Sekretariat D-8 ini berpusat di Istambul, Turki

Kedekatan hubungan antara Dato Anwar Ibrahim dengan Habibie telah menjadikan hubungan ke dua negara cukup erat dan akrab.

Keenam butir yang diungkapkan di sini merupakan fakta yang berlangsung di kedua negara pada periode 1960 hingga 1980an, sehingga mestinya ini adalah “Anwar Ibrahim: Era Baru Indonesia dan Pengaruhnya di Malaysia”.

Namun, dengan terpilihnya Anwar Ibrahim,  tema yang diusung pada diskusi malam ini menjadi “Anwar Ibrahim: Era Baru Malaysia dan Pengaruhnya di Indonesia”.

Pertanyaannya adalah: Bagaimana pengaruh Era Baru Malaysia tersebut di Indonesia, belum bisa dijawab saat ini. Jawabannya sepenuhnya  berkaitan dengan pertanyaan “Siapa tokoh yang akan tampil sebagai pemimpin di Indonesia”  dalam waktu dekat ini.  

Dr Nazar Nasution SH, MA pengamat Hubungan Internasional di Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII)

Dikutip Rmol.id Senin, 05 Desember 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kroasia Maju Ke Perempat Final Piala Dunia Setelah Tundukan Jepang dg Adu Penalti

Next Post

Protes China: Mengapa Vaksinasi Untuk Orang Tua Rendah?

fusilat

fusilat

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
Studi menunjukkan : Efektivitas Booster Mulai Menurun Setelah 3 bulan

Protes China: Mengapa Vaksinasi Untuk Orang Tua Rendah?

Ketua Relawan Jokowi Mania Immanuel Ebenezer Dicopot dari Komisaris Anak BUMN

Memanas Saling Telanjangi  Antar Relawan dan Pendukung Jokowi  

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist