Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Michael Sitanggang memaparkan, kondisi ini berpotensi mengakibatkan hujan lebat setiap siang hingga sore dan juga malam hingga dini hari.
Jakarta – Fusilatnews – Akibat cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada 3 sampai 10 Januari 2024. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta masyarakat waspada bencana hidrometeorologi,
Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Michael Sitanggang memaparkan, kondisi ini berpotensi mengakibatkan hujan lebat setiap siang hingga sore dan juga malam hingga dini hari.
“Pada siang hingga menjelang malam hari, perlu diwaspadai potensi hujan intensitas lebat di sebagian wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan,” ujar Michael saat dikonfirmasi, Jumat (5/1/2024).
Sementara pada malam hingga dini hari,l, berpotensi terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
Kondisi yang sama juga berpotensi terjadi di wilayah utara Jakarta Barat dan Jakarta Timur.
“Pada malam hingga dini hari, perlu diwaspadai potensi hujan intensitas hingga lebat pada 3-10 Januari 2024,” kata Michael.
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto menegaskan , cuaca ekstrem dalam bentuk hujan lebat ini memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.
BPBD DKI Imbau Warga Tetap Waspada, sedangkan BMKG mengimbau instansi terkait di setiap wilayah, termasuk Jakarta, untuk mewaspadai terjadinya bencana akibat cuaca ekstrem pada 3-10 Januari 2024.
“Waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang,” kata Guswanto
Sesuai dengan Kajian Risiko Bencana hidrometeorologi meliputi
a. Bencana Banjir
Kejadian banjir cenderung terjadi pada daerah yang memiliki topografi lebih rendah dari sekitarnya. Menurut catatan dari BPBD, kejadian banjir dominan terjadi di desa yang memiliki topografi lebih rendah dan berbarengan dengan terjadinya musim penghujan. Namun belakangan ini nampaknya banjir bisa jadi berada pada wilayah dataran tinggi, namun dari sisi topografinya lebih rendah dari sekitarnya.
b. Bencana Banjir Bandang
Kejadian bencana banjir bandang biasanya terjadi di daerah yang dekat dengan aliran sungai dimana hulu sungainya terdapat potensi longsor dengan intensitas sedang sampai tinggi. Kejadian banjir bandang sudah pernah terjadi di beberapa wilayah
c. Potensi Bencana Tanah Longsor
Secara umum kejadian bencana tanah longsor dominan terjadi pada daerah yang memiliki kemiringan lereng mulai dari bergelombang sampai terjal. Kejadian tanah longsor juga dominan berada pada daerah yang memiliki kemiringan lereng bergelombang sampai terjal.
d. Ancaman Gelombang Ekstrim dan Abrasi
Potensi ancaman gelombang ekstrim dan abrasi berpotensi pada seluruh wilayah yang berbatasan dengan laut, hanya saja dampak yang ditimbulkan bervariatif sesuai dengan karakteristik pesisir. Apabila pesisir dengan topografi datar akan lebih tinggi potensi dampaknya dibandingkan dengan yang topografinya terjal.
e. Ancaman cuaca ekstrim (angin putting beliung)
Potensi ancaman bencana cuaca ekstrim (angin putting beliung), hampir terjadi di seluruh wilayah Cuaca ekstrim (angin putting beliung) adalah fenomena meteorologi yang ekstrim, khususnya fenomena cuaca yang mempunyai potensi menimbulkan bencana, menghancurkan tatanan kehidupan sosial, atau yang menimbulkan korban jiwa.

























