• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Apa Perbedaan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan China

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
April 23, 2024
in Feature
0
Apa Perbedaan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan China

Shinkansen kereta cepat di Jepang. Foto/NBCnews

Share on FacebookShare on Twitter

15 tahun kemudian rencana pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya dihidupkan lagi oleh Preiden Jokowi pada perioden pertama tapi royek tidak jadi dilaksanakan

Jakarta – Fusilatnews – Rencana Pembangunan Kereta Cepat Jakarta – Surabaya sebenarnya muncul pertama kali dan digagas oleh Ketua BPPT pada era Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto yaitu Almarhum Profesor JB Habibie saat itu Pemerintah Orde Baru saat itu berniat menggandeng TGV dari Prancis.

Tapi proyek tersebut tak pernah terlaksana karena Orde Baru keburu jatuh dan pertanggungjawaban Presiden Habibie di Tolak oleh Sidang Umum MPR 1999 saat itu

15 tahun kemudian rencana pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya dihidupkan lagi oleh Preiden Jokowi pada perioden pertama tapi royek tidak jadi dilaksanakan

Selanjutnya pada masa jabatan periode kedua, Presiden menggandeng Cina untuk melanjutkan kereta cepat Bandung-Jakarta sampai ke Yogyakarta dan Surabaya.

Pada awal pemerintahannya, Jokowi-Jusuf Kalla pemerintah mencanangkan dua proyek kereta cepat, yakni Jakarta – Surabaya dan Jakarta Bandung. Kalla sempat menyatakan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya kerja sama dengan Jepang itu akan dilaksanakan pada 2019.

Sedihnya sampai saat ini, proyek tidak jalan dan Presiden Jokowi menghidupkan kembali rencana tersebut dengan menggandeng Pemerintah China.

Perbedaan KA Cepat China dan KA Cepat Jepang 

Kereta cepat China dan Jepang memiliki beberapa perbedaan yang signifikan. Perbedaan itu mulai dari sejarah pembuatan, teknologi, hingga kecepatan yang bisa dijangkau.

Mengutip berbagai sumber, ini lima perbedaan kereta cepat China dan Jepang:

  1. Sejarah

Jepang lebih dahulu memiliki kereta cepat dibanding China, bahkan Jepang disebut-sebut sebagai pelopor kereta cepat di dunia. Pada tahun 1964 Negeri Sakura sudah membangun kereta cepatnya.

Pada tahun 1965 kereta cepat di Jepang beroperasi dengan panjang rute 553 km. Sementara China baru mengoperasikan kereta cepatnya pada 2008 dengan panjang rute awal 1.077 km

. 2. Panjang Rute Mengingat wilayahnya yang sangat luas, China memiliki rute kereta cepat yang lebih panjang dari Jepang.

China memiliki total panjang rute lebih dari 42. 000 km. Sementara rute kereta cepat Jepang hanya sepanjang 3.000 km.

  1. Desain Wajah Bisa dibilang beberapa kereta cepat di Jepang memiliki desain yang sangat menonjol, ada juga yang mengatakannya ekstrem. Pasalnya, moncong kereta cepat Jepang lebih panjang.

Sementara moncong kereta cepat China lebih “kalem”.

  1. Teknologi

Baik kereta Jepang dan China sama-sama menggunakan basis teknologi maglev (magnetic levitation).

Namun kedua negara terus mengembangkan teknologi kereta cepat itu. Belum lama ini China telah meluncurkan kereta peluru berkecepatan tinggi teranyarnya, yang dirancang untuk dapat melaju di suhu yang sangat dingin dengan nama CR400AF-G.

Kereta ini dapat beroperasi dengan kecepatan tinggi hingga 350 kilometer per jam, dan mampu beroperasi di suhu minus 40 derajat Celcius, dengan dioperasikan menggunakan listrik.

Sementara Jepang sukses menemukan sistem kendali dan rem otomatis yang ditingkatkan sehingga kereta bisa berhenti lebih cepat jika terjadi keadaan darurat.

Jepang mampu menciptakan teknologi yang membuat kereta cepatnya mampu mengangkut penumpang dengan aman ketika terjadi gempa bumi.

Pada 2016, Presiden Jokowi mecanangkan pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya dengan menggandeng Jepang, yang dilanjutkan dengan kesepatakan antara Jokowi dan PM Jepang Shintaro Abe pada Januari 2017.

Proyek akhirnya tidak dilanjutkan, dan pada 2024, Jokowi menghidupkan kembali rencana lama tersebut, namun dengan menggandeng China.

Jokowi mengajak China mengembangkan kereta cepat Jakarta-Surabaya dengan membangun jaringan melanjutkan proyek kereta cepa Jakarta-Bandung yang sudah rampung.

Pada rencana kerja sama dengan Jepang, kereta cepat Jakarta-Bandung akan melaju dengan kecepatan 150-200 km perjam sehingga jarak Jakarta-Surabaya ditempuh 5 jam.

Pada rencana kerja sama dengan Cina, kereta akan melaju dengan kecepatan 200-250 km per jam sehingga bisa menempuh jarak Jakarta-Surabaya hanya 3,5 jam.

Ketiga: Biaya pembangunan

Pada proyek 2019, kereta cepat Jakarta-Bandung diperkirakan menelan biaya Rp60 triliun, dengan rincian biaya pembangunan berasal dari JICA (Jepang) dan biaya pembebasan lahan dari Pemerintah Indonesia.

Pada proyek 2024, pemerintah belum menghitung biayanya. Namun Direktur Center of Economi and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menegaskan untuk melanjutkan proyek Kereta Cepat Whoosh sampai ke Surabaya setidaknya membutuhkan ongkos 4,8 kali dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Bhima membuat perhitungan dengan mengasumsikan nilai biaya per kilometer proyek KCJB Rp 790,5 miliar.

Sehingga, dengan panjang 142,3 kilometer Jakarta-Bandung maka biayanya Rp 112,5 triliun dengan kurs Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat.

Dengan demikian dengan asumsi biaya 4,8 kali lipat maka biaya pembangunan kereta cepat Jakarta – surabaya membutuhkan Rp 112,5 Triliun dikali 4,8 maka diperkirakan Rp 560 triliun.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hari Ini Anies Dijadwalkan Bertemu Para Petinggi PKS di DPP PKS

Next Post

Pertemuan Anies – Cak Imin dengan Para Petinggi PKS di DPP PKS

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Pertemuan Anies – Cak Imin dengan Para Petinggi PKS di DPP PKS

Pertemuan Anies - Cak Imin dengan Para Petinggi PKS di DPP PKS

Bawaslu Proses Pelaporan Pertanyaan  (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan Ke Capres Prabowo

Anies - Muhaimin Nyatakan Koalisi Perubahan Sudah Selesai

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist