• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Ali Syarief by Ali Syarief
April 25, 2026
in Economy, Feature, Layanan Publik
0
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Share on FacebookShare on Twitter

Gelombang rekrutmen besar-besaran manajer Koperasi Merah Putih bukan sekadar program ekonomi. Ia adalah cermin arah baru kebijakan negara: ketika sektor sipil—khususnya ekonomi rakyat—mulai disentuh oleh pendekatan yang beririsan dengan struktur militer. Dalam konteks inilah kritik menjadi penting, bukan untuk menolak pembangunan, tetapi untuk menjaga batas-batas rasional dalam tata kelola negara.

Pemerintah memang membuka puluhan ribu posisi manajer koperasi sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa. Program ini diklaim sebagai upaya mendorong ekonomi berbasis komunitas dan menciptakan lapangan kerja baru . Secara teknis, proses rekrutmen terlihat modern—terbuka, berbasis kompetensi, dan melibatkan tahapan seleksi administratif hingga kompetensi . Namun, di balik itu, muncul persoalan yang jauh lebih mendasar: arah politik kebijakan yang memberi ruang bagi pendekatan militer dalam urusan ekonomi sipil.


Militerisasi Ekonomi: Jalan Pintas yang Berbahaya

Melibatkan militer dalam sektor bisnis bukanlah hal baru dalam sejarah Indonesia. Namun, reformasi 1998 telah memberikan garis tegas: militer harus kembali ke barak, meninggalkan peran-peran sipil, termasuk ekonomi. Ketika kebijakan hari ini kembali membuka ruang—meskipun secara tidak langsung—maka kita patut bertanya: apakah ini kemunduran?

Logika yang sering dipakai sederhana: militer dianggap disiplin, terorganisir, dan mampu mengeksekusi program dengan cepat. Tetapi ekonomi bukan sekadar soal eksekusi. Ia adalah ruang kreativitas, inovasi, dan kebebasan sipil. Ketika pendekatan militer masuk, yang muncul bukan efisiensi, melainkan potensi kontrol yang kaku.

Dalam konteks Koperasi Merah Putih, keterlibatan institusi negara yang beririsan dengan struktur komando berpotensi menggeser semangat koperasi itu sendiri. Koperasi sejatinya adalah gerakan ekonomi rakyat—berbasis partisipasi, bukan komando.


Distorsi Fungsi: Dari Pertahanan ke Bisnis

Militer memiliki mandat utama: pertahanan negara. Ketika energi dan sumber daya dialihkan ke urusan ekonomi, terjadi distorsi fungsi. Ini bukan sekadar soal efisiensi, tetapi soal prinsip dasar negara hukum.

Lebih jauh, pelibatan militer dalam bisnis berisiko menciptakan konflik kepentingan. Bagaimana mungkin sebuah institusi yang memiliki kekuatan koersif juga terlibat dalam aktivitas ekonomi yang seharusnya bersaing secara sehat? Dalam kondisi seperti ini, pelaku usaha sipil akan berada pada posisi yang tidak setara.

Kita tidak sedang berbicara tentang kompetisi yang adil, melainkan potensi dominasi.


Ilusi Stabilitas, Ancaman bagi Demokrasi

Argumen lain yang sering muncul adalah stabilitas. Militer dianggap mampu menjaga stabilitas program ekonomi, terutama di daerah. Namun, stabilitas yang dibangun dengan pendekatan komando sering kali adalah stabilitas semu—tenang di permukaan, tetapi menekan dinamika di bawahnya.

Demokrasi ekonomi membutuhkan ruang kritik, partisipasi, dan bahkan kegagalan. Koperasi, dalam sejarahnya, tumbuh dari kesadaran kolektif, bukan instruksi vertikal. Ketika pendekatan militer masuk, ada risiko bahwa kritik akan dianggap sebagai gangguan, bukan bagian dari proses.

Dalam jangka panjang, ini bukan hanya merusak ekosistem ekonomi, tetapi juga melemahkan demokrasi itu sendiri.


Koperasi Tanpa Rakyat: Paradoks Pembangunan

Program Koperasi Merah Putih pada dasarnya memiliki niat baik: memperkuat ekonomi desa. Namun, ketika pendekatan yang digunakan justru menjauh dari prinsip koperasi, yang terjadi adalah paradoks.

Koperasi yang seharusnya menjadi milik rakyat bisa berubah menjadi proyek negara. Partisipasi digantikan oleh penugasan. Kreativitas digantikan oleh instruksi. Bahkan, status para manajer yang bekerja dalam skema kontrak BUMN selama dua tahun menunjukkan bahwa orientasi program ini lebih menyerupai proyek birokrasi daripada gerakan ekonomi rakyat.

Di titik ini, pertanyaan menjadi relevan: apakah ini benar-benar koperasi, atau sekadar korporatisasi ekonomi desa dengan label koperasi?


Penutup: Menjaga Batas yang Seharusnya Jelas

Kritik terhadap pelibatan militer dalam urusan bisnis bukanlah bentuk anti terhadap pembangunan. Justru sebaliknya, ini adalah upaya menjaga agar pembangunan tetap berada dalam koridor demokrasi dan rasionalitas.

Negara memiliki banyak instrumen sipil: kementerian, BUMN, swasta, hingga komunitas lokal. Mengapa harus melibatkan pendekatan militer untuk urusan yang sejatinya bisa diselesaikan oleh mekanisme sipil?

Sejarah telah memberikan pelajaran bahwa ketika militer terlalu jauh masuk ke ranah sipil, yang terjadi bukan efisiensi, melainkan dominasi. Dan dominasi, dalam jangka panjang, selalu berlawanan dengan semangat keadilan dan kemandirian ekonomi rakyat.

Jika koperasi adalah jalan menuju kedaulatan ekonomi rakyat, maka ia harus dibangun oleh rakyat—bukan dikomandoi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh
Feature

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026
Feature

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup
Economy

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...