• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Aset Triliunan, Nyali Recehan: Ketika Dukungan Moral Muhammadiyah Diduga Berhenti di Meja Advokasi, Bukan di Medan Perubahan

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
November 27, 2025
in Feature, Komunitas
0
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Muhammadiyah melalui LBH-nya diberitakan akan—atau telah—memberikan dukungan moral lewat advokasi hukum kepada aktivis, antara lain Roy dan Rismon. Niat ini pada permukaan tampak sebagai langkah baik. Namun, publik layak bertanya lebih jauh: apakah dukungan tersebut menjadi manuver strategis yang efektif bagi kemaslahatan umat dan bangsa, atau justru berpotensi menjadi kisah tragis yang mengalihkan fokus publik dari problem hukum yang jauh lebih besar?

Dalam lanskap hukum nasional hari ini, terdapat sederet isu yang menyentuh sendi moral, harga diri, dan masa depan republik. Wacana soal kemunduran konstitusional yang dianggap sebagian publik mencederai etika kenegaraan, polemik HGU berdurasi sangat panjang bagi entitas asing, sorotan investigasi OCCRP, isu PIK 2, hingga pernyataan tegas Menhan tentang “Jangan Ada Negara dalam Negara” yang kembali menggema setelah pemberitaan tentang Bandara Morowali, semuanya berada dalam spektrum kekhawatiran yang serius: arah kebijakan hukum yang oleh sebagian dinilai membuka ruang bagi gejala kompradorisme—dan pada kasus tertentu bahkan menimbulkan perdebatan tentang potensi delik terhadap negara.

Pola peristiwa ini—meski tidak bisa disimpulkan sepihak—ditafsir sebagian publik sebagai memiliki benang merah berupa engagement kepentingan, karena kemunculannya saling bersusulan dan menyedot perhatian besar secara bergiliran. Maka, jangan sampai dukungan moral untuk kasus individu, betapapun baik niatnya, dimanfaatkan sebagai kendaraan pengalih isu oleh aktor-aktor yang pada narasi publik sering disebut “intel hitam” atau pion berkostum aksi moral.

Muhammadiyah kerap dilabeli sebagai organisasi kaya raya dengan aset bernilai triliunan rupiah, termasuk portofolio pendidikan, kesehatan, properti strategis bahkan aset tak bergerak di luar negeri. Kekayaan itu, secara ideal, seharusnya linear dengan peran sosialnya: mencerdaskan umat, memerangi kebodohan, membangun mentalitas, serta menjadi benteng pencegah kerusakan moral bangsa (building mentality and preventing moral decay).

Namun bila dukungan moral tersebut tidak diikuti keberpihakan nyata pada isu besar yang lebih mendesak bagi keselamatan publik secara umum, maka kritik publik akan terus hidup: mengapa moral berhenti di ruang advokasi, bukan bertransformasi menjadi gerakan moral kolektif bagi perubahan?

Sebagai ilustrasi pembanding, TPUA masih mengingat dan mengapresiasi kehadiran Dr. Amien Rais (eks Ketum Muhammadiyah) saat mendukung gugatan Ijazah Palsu di PN Jakarta Pusat pada 2024. Itu adalah contoh bahwa kehadiran moral di ruang publik bisa menjadi energi penggerak, bukan sekadar catatan pemberitaan.

Penulis menegaskan: bantuan hukum kepada aktivis adalah perbuatan baik, dari siapapun datangnya—termasuk dari LBH Muhammadiyah. Namun, perbuatan baik harus steril dari risiko kontaminasi kepentingan pihak tak bertanggung jawab, agar tidak dicurigai menjadi tunggangan narasi, terseret menjadi umpan tarik opini, atau justru pada akhirnya mengorbankan kader maupun pejuang umat dalam pusaran isu yang lebih menguntungkan aktor lain, bukan umat itu sendiri.

Sebab, tuntutan publik terhadap Muhammadiyah hari ini bukan lagi soal seberapa besar asetnya, melainkan seberapa berani moralnya turun ke gelanggang isu besar kebangsaan.

Kekayaan tanpa keberpihakan sama saja etalase; dukungan moral tanpa aksi nyata hanya gema. Dan publik tidak butuh gema—publik butuh barisan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Saat NU Terbakar Batubara

Next Post

Cawe-Cawe Boleh, Eksekusi Jangan Nanggung: Kritik untuk LBH Muhammadiyah yang Diduga Kurang Taktis dan Belum Menyentuh Penyelesaian

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Cawe-Cawe Boleh, Eksekusi Jangan Nanggung: Kritik untuk LBH Muhammadiyah yang Diduga Kurang Taktis dan Belum Menyentuh Penyelesaian

Cawe-Cawe Boleh, Eksekusi Jangan Nanggung: Kritik untuk LBH Muhammadiyah yang Diduga Kurang Taktis dan Belum Menyentuh Penyelesaian

Wisuda Dunia Lain

Wisuda Dunia Lain

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...