• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Saat NU Terbakar Batubara

fusilat by fusilat
November 27, 2025
in Feature, Komunitas
0
Saat NU Terbakar Batubara
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana

Tak ada makan siang gratis. Kalimat ini kini terasa lebih dari sekadar pepatah; ia menjadi cermin pahit bagi Nahdlatul Ulama yang sedang tercabik-cabik dari dalam.

Ketika Presiden Joko Widodo pada Mei 2024 mengeluarkan Perpres yang membagikan izin usaha pertambangan kepada ormas keagamaan, banyak yang mencium bau anyir politik. PBNU langsung menerima tawaran itu dengan tangan terbuka: lahan seluas 26.000 hektare, termasuk tambang batubara eks Grup Bakrie yang menggiurkan. Di saat yang sama, ormas Kristen seperti HKBP dan PGI dengan tegas menolak. Mereka paham: menerima tambang berarti menerima kontradiksi dengan misi kemanusiaan dan pelestarian ciptaan Tuhan.

Sudah benar Amru bil-ma‘rūf wan-nahyu ‘anil-munkar ‘alāl-umarā’i qablal-‘āmmah.
(Amar makruf nahi mungkar kepada penguasa dulu, baru kepada rakyat biasa.) Tapi NU memilih jalan lain. Dan sejak itu, organisasi yang dulu satu suara menggugat UU Minerba ke Mahkamah Konstitusi karena penuh korupsi dan perusakan lingkungan, kini justru berebut kuasa atas tambang yang sama.

Pemberian konsesi tambang itu sebagai bentuk hadiah utang budi politik Jokowi ke NU atas dukungan di Pilpres 2024 untuk Prabowo-Gibran. Menghasilkan, kerusakan lingkungan kolosal—lubang tambang menganga, pencemaran air, deforestasi—dan yang lebih parah, perpecahan internal NU yang disebut fitnah tambang, yang pada akhirnya membakar NU sendiri.

Mahfud MD tak sungkan menyebut: “Ini akar masalahnya. Dulu NU menggugat tambang karena merusak. Sekarang dapat jatah, malah ribut sendiri.” Ribut itu bukan ribut biasa. Ada desakan pemakzulan Ketua Umum Yahya Cholil Staquf, ada tudingan bahwa sebagian elite PBNU sudah “dibeli” oleh janji ratusan triliun rupiah dari batubara. Ada pula bisik-bisik bahwa dukungan politik NU kepada Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 bukan murni karena ideologi, melainkan karena “pancingan” tambang ini.

Jokowi tahu persis apa yang dia lakukan. Setelah gagal memecah Demokrat, gagal menjinakkan PDIP sepenuhnya, ia menemukan titik lemah baru, yakni: keserakahan segelintir elite organisasi keagamaan. Berikan mereka tambang, maka mereka akan sibuk berebut di dalam, lupa untuk mengawasi kekuasaan. Strategi kuno divide et impera , tapi kali ini dibungkus dengan dalil “ekonomi umat”.

Hasilnya? NU yang dulu jadi benteng moral bangsa, kini terbelah dua. Di satu sisi ada elite PBNU yang membela habis-habisan dengan jargon “kesejahteraan santri”, “pemberdayaan ekonomi umat”, dan “ tidak ada yang haram dari rezeki halal”. Di sisi lain ada kyai-kyai kampung, aktivis lingkungan NU, dan generasi muda yang merasa dikhianati. Mereka yang menolak tambang kini dicap “anti-NU”, “anti-keputusan muktamar”, bahkan “antek liberal”. Persis seperti yang diinginkan penguasa: umat sibuk saling tuding, lupa bahwa musuh sebenarnya adalah sistem yang menjadikan agama sebagai komoditas. Mereka tidak menyadari bahwa agama sudah dikapitalisasi.

Ini bukan lagi soal tambang. Ini soal marwah. Ketika sebuah organisasi keagamaan rela mengorbankan prinsip demi profit, ketika dakwah bercampur bau batubara, ketika kyai harus tunduk pada logika return on investment , maka yang hilang bukan hanya hutan dan air, serta tanah, tapi juga kredibilitas moral yang selama ini jadi modal terbesar NU di mata umat.

Jokowi mungkin sudah turun tahta, tapi jebakan yang dia pasang masih bekerja dengan sempurna. NU kini sibuk memecah dirinya sendiri, persis sesuai skenario penguasa. Dan umat hanya bisa menyaksikan dengan perasaan ngeri: organisasi yang dulu menjaga agama dari cengkeraman kekuasaan, kini justru terjerat olehnya.

Kapitalisasi agama telah selesai ditahap pertamanya. Tahap keduanya adalah ketika umat sendiri lupa bahwa agama pernah punya harga diri. (Malika’s Insight 27 November 2025)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pasal 33 Ayat 5: Celah Konstitusi yang Melegalkan Penjajahan

Next Post

Aset Triliunan, Nyali Recehan: Ketika Dukungan Moral Muhammadiyah Diduga Berhenti di Meja Advokasi, Bukan di Medan Perubahan

fusilat

fusilat

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post

Aset Triliunan, Nyali Recehan: Ketika Dukungan Moral Muhammadiyah Diduga Berhenti di Meja Advokasi, Bukan di Medan Perubahan

Cawe-Cawe Boleh, Eksekusi Jangan Nanggung: Kritik untuk LBH Muhammadiyah yang Diduga Kurang Taktis dan Belum Menyentuh Penyelesaian

Cawe-Cawe Boleh, Eksekusi Jangan Nanggung: Kritik untuk LBH Muhammadiyah yang Diduga Kurang Taktis dan Belum Menyentuh Penyelesaian

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...