• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Nganggur! Jokowi Sebut 85 Juta Pekerjaan Akan Hilang di Tahun 2025 Gara-gara AI

Ali Syarief by Ali Syarief
September 21, 2024
in Feature, Science & Cultural, Tekhnologi
0
Tanggapan Presiden Jokowi Tentang Rencana PDIP Untuk Beroposisi Lawan Pemerintah
Share on FacebookShare on Twitter

Kecerdasan buatan (AI) telah menjadi salah satu topik yang paling hangat dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir. Kemajuan pesat dalam teknologi AI membawa berbagai manfaat luar biasa, terutama dalam efisiensi dan kemudahan di berbagai sektor industri. Namun, di balik semua keunggulannya, muncul satu pertanyaan besar: bagaimana nasib manusia di masa depan, terutama terkait dengan lapangan pekerjaan?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini menyatakan bahwa pada tahun 2025, sekitar 85 juta pekerjaan diperkirakan akan hilang akibat otomatisasi dan implementasi AI. Pernyataan ini menyoroti dampak serius yang mungkin terjadi jika masyarakat tidak siap menghadapi perubahan yang diakibatkan oleh teknologi ini. AI, yang mampu menyelesaikan berbagai tugas kompleks—mulai dari analisis data, pengambilan keputusan, hingga penciptaan karya seni—menggantikan peran manusia di banyak bidang, dan berpotensi menyebabkan lonjakan angka pengangguran.

Kemajuan AI: Berkah atau Ancaman?

AI tanpa diragukan lagi telah memberikan sumbangsih besar terhadap kemajuan ekonomi. Perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Tesla, dan Amazon telah mengadopsi AI dalam operasional mereka untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Dari sektor manufaktur hingga layanan pelanggan, kehadiran AI memungkinkan penghematan biaya serta penyelesaian tugas yang lebih cepat dan akurat.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa transformasi teknologi ini juga membawa tantangan besar. Salah satunya adalah risiko penggantian tenaga kerja manusia oleh mesin. Pekerjaan-pekerjaan yang bersifat repetitif dan administratif, yang selama ini menjadi sumber penghasilan bagi jutaan orang, kini terancam oleh otomatisasi. Contoh nyata adalah industri perbankan, di mana AI telah mengambil alih banyak pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh teller, analis, dan petugas administrasi.

Selain itu, dengan AI yang semakin mampu melakukan pekerjaan yang membutuhkan kreativitas dan pemikiran kritis, seperti pembuatan konten dan desain, ruang bagi tenaga kerja manusia semakin sempit. Dalam dunia penulisan, misalnya, banyak aplikasi AI yang mampu menghasilkan artikel, puisi, hingga skenario film, hanya dengan input sederhana. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa profesi yang dahulu dianggap “aman” dari otomatisasi kini tidak lagi terlindungi.

Tantangan Sosial: Meningkatnya Pengangguran

Prediksi Jokowi bahwa 85 juta pekerjaan akan hilang bukanlah isapan jempol belaka. Banyak studi telah menunjukkan bahwa otomatisasi dan AI akan mendisrupsi pasar tenaga kerja secara masif. Sektor-sektor seperti manufaktur, retail, transportasi, dan bahkan sektor jasa kesehatan mulai menggantikan pekerja manusia dengan robot atau algoritma cerdas. Akibatnya, pekerja-pekerja dengan keterampilan rendah hingga menengah yang selama ini menggantungkan hidup pada pekerjaan-pekerjaan tersebut mungkin akan kesulitan mencari lapangan pekerjaan baru.

Di sisi lain, peningkatan angka pengangguran ini juga dapat memperburuk ketidaksetaraan sosial. Mereka yang memiliki akses terhadap pendidikan dan pelatihan teknologi yang baik mungkin mampu beradaptasi dengan revolusi AI, sementara mereka yang tidak, akan semakin tertinggal. Kesenjangan ini dapat menciptakan ketidakstabilan sosial dan ekonomi yang serius jika tidak segera diatasi.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Menghadapi Tantangan Ini?

Meskipun prediksi tentang hilangnya pekerjaan massal terdengar menakutkan, kita tidak harus menyerah pada pesimisme. Seperti halnya dengan revolusi industri di masa lalu, setiap perubahan besar membawa peluang baru. Tantangan yang ditimbulkan oleh AI sebenarnya bisa menjadi kesempatan bagi kita untuk mengembangkan keterampilan baru dan menciptakan industri-industri baru yang mungkin belum pernah kita bayangkan sebelumnya.

Ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk memitigasi dampak negatif dari otomatisasi ini:

  1. Pendidikan dan Pelatihan Ulang (Reskilling): Pemerintah dan sektor swasta perlu bekerja sama untuk menyediakan program pelatihan ulang bagi tenaga kerja yang terdampak oleh otomatisasi. Fokusnya adalah pada pengembangan keterampilan di bidang teknologi, analisis data, pemrograman, serta soft skills seperti kreativitas dan manajemen. Pendidikan yang berorientasi pada masa depan sangat penting agar tenaga kerja dapat beradaptasi dengan tuntutan industri baru.

  2. Fokus pada Industri Kreatif dan Teknologi: Sementara beberapa pekerjaan mungkin hilang, industri kreatif dan teknologi akan terus berkembang. Kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir kritis adalah aset yang sulit digantikan oleh AI. Oleh karena itu, sektor-sektor ini harus didorong agar lebih banyak lapangan kerja baru tercipta.

  3. Peningkatan Inovasi dalam Kebijakan Sosial: Pemerintah perlu merumuskan kebijakan yang inovatif untuk mendukung mereka yang terdampak oleh perubahan ini. Misalnya, pengenalan Universal Basic Income (UBI) telah menjadi salah satu ide yang sering dibahas untuk mengatasi pengangguran akibat otomatisasi. Kebijakan ini memungkinkan masyarakat tetap memiliki daya beli dan stabilitas ekonomi meskipun mereka kehilangan pekerjaan.

Kesimpulan

AI membawa perubahan besar yang tidak dapat dihindari, dan prediksi hilangnya 85 juta pekerjaan pada tahun 2025 mungkin hanya awal dari transformasi yang lebih luas. Namun, alih-alih melihatnya sebagai ancaman, kita harus menjadikannya sebagai kesempatan untuk beradaptasi dan berkembang. Dengan mempersiapkan diri melalui pendidikan, pelatihan, dan kebijakan yang mendukung, manusia akan selalu memiliki tempat dalam dunia yang terus berkembang. Keberanian untuk berubah adalah kunci, dan AI, meskipun tampak menakutkan, dapat menjadi mitra dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pandemi COVID: Peneliti Buat Daftar Hewan yang Bisa Ungkap Asal Virus Wuhan

Next Post

Jokowi Curhat Dalam upayanya Ambil Alih Freeport

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Next Post
Perludem, DEEP, dan KontraS Tanggapi Pernyataan Presiden Jokowi

Jokowi Curhat Dalam upayanya Ambil Alih Freeport

Red Dot, Jangan Manfaatkan “Disabilitas” Rezim

Red Dot, Jangan Manfaatkan "Disabilitas" Rezim

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist