• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ali Syarief by Ali Syarief
April 18, 2026
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Share on FacebookShare on Twitter

Gelombang demokrasi tidak pernah benar-benar tenang. Ia bergerak dalam tarik-menarik antara kebebasan dan kekuasaan. Kasus yang menimpa Ubedilah Badrun—dan secara paralel Saiful Mujani—menjadi penanda penting bahwa Indonesia sedang berada di titik rawan: ketika kritik mulai diperlakukan sebagai potensi kejahatan.


Kritik yang Berujung Laporan Polisi

Ubedilah Badrun, seorang akademisi, dilaporkan ke Polda Metro Jaya setelah pernyataannya dalam sebuah podcast yang menyebut Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai “beban bangsa.” Laporan itu masuk sebagai dugaan ujaran kebencian melalui media elektronik dan kini masih dalam tahap penyelidikan.

Namun, kasus ini tidak berdiri sendiri.

Beberapa hari sebelumnya, Saiful Mujani—pendiri lembaga survei SMRC—juga dilaporkan ke polisi. Bahkan, terdapat dua laporan berbeda yang menuduh pernyataannya sebagai ajakan makar atau penghasutan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam satu rangkaian waktu yang berdekatan, dua intelektual publik dengan latar belakang akademik justru menghadapi proses hukum karena pernyataan politik mereka.

Pertanyaannya sederhana: apakah ini kebetulan, atau gejala?


Dari Kritik ke Tuduhan Penghasutan

Jika ditelusuri, pola yang muncul sangat serupa.

  • Ubedilah dikaitkan dengan ujaran kebencian karena kritik keras terhadap pemerintah.
  • Saiful Mujani dikaitkan dengan penghasutan atau makar karena narasi yang dianggap mendorong perubahan kekuasaan.

Padahal, dalam demokrasi, kritik terhadap pemerintah—bahkan yang paling tajam sekalipun—merupakan bagian dari diskursus publik. Tidak semua kritik adalah hasutan, dan tidak semua ekspresi ketidakpuasan adalah ancaman terhadap negara.

Yang problematis justru ketika tafsir terhadap kritik menjadi terlalu elastis, sehingga setiap pernyataan yang tidak sejalan dengan kekuasaan berpotensi dikriminalisasi.


Demokrasi dan Ruang Intelektual

Dalam tradisi demokrasi modern, intelektual memiliki posisi khusus: mereka adalah produsen gagasan, sekaligus penjaga nalar publik. Ketika seorang akademisi berbicara, ia tidak sekadar berpendapat—ia menjalankan fungsi etik untuk menguji kekuasaan.

Namun apa yang terjadi jika ruang itu menyempit?

Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani menunjukkan bahwa ruang intelektual mulai bersinggungan dengan risiko hukum. Kritik tidak lagi cukup dijawab dengan argumen, tetapi dibawa ke ranah pidana.

Jika ini menjadi pola, maka yang terancam bukan hanya individu, tetapi ekosistem berpikir itu sendiri.


Efek Domino: Ketakutan Kolektif

Lebih berbahaya dari laporan itu sendiri adalah efek yang ditimbulkannya.

Ketika satu akademisi dilaporkan, yang lain akan berpikir dua kali.
Ketika satu pengamat diperiksa, yang lain akan mulai menahan diri.

Inilah yang disebut chilling effect—ketika masyarakat memilih diam bukan karena tidak punya pendapat, tetapi karena takut konsekuensi.

Dalam jangka panjang, demokrasi tidak runtuh karena represi besar-besaran, tetapi karena sunyi yang perlahan diciptakan.


Kritik Bukan Kejahatan

Penting untuk menegaskan satu hal: dalam negara demokrasi, kritik terhadap pemerintah bukanlah kejahatan. Bahkan, ia adalah bentuk partisipasi politik yang sah.

Jika ada pernyataan yang dianggap keliru, jawabannya adalah debat, klarifikasi, atau bantahan—bukan kriminalisasi.

Karena begitu kritik dibungkam dengan hukum, maka hukum kehilangan fungsinya sebagai penjaga keadilan dan berubah menjadi alat kekuasaan.


Penutup: Demokrasi di Persimpangan Jalan

Kasus Ubedilah Badrun dan Saiful Mujani bukan sekadar perkara hukum. Ia adalah cermin dari kondisi demokrasi Indonesia hari ini.

Apakah negara ini masih memberi ruang bagi perbedaan pendapat?
Ataukah kita sedang bergerak menuju situasi di mana kritik dianggap ancaman?

Demokrasi tidak mati dalam satu peristiwa besar. Ia melemah melalui kejadian-kejadian kecil yang dianggap biasa—laporan demi laporan, pembungkaman demi pembungkaman.

Dan ketika para intelektual mulai diam, saat itulah demokrasi kehilangan penjaganya yang paling jujur.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?
News

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum
Crime

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...