• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ayat Semesta dan Pemimpin Tanpa Beban

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 10, 2023
in Feature
0
Fenomena Hikikomori: Kehidupan Anti Sosial yang Diderita Millennial Jepang

Hikikomori biasanya memutus hubungan dengan teman-temannya. (Foto Science Focus)

Share on FacebookShare on Twitter


Oleh: Iwan Yahya

Jakarta – Dilatasi waktu adalah gejala melambatnya putaran waktu pada kerangka inersial yang bergerak relatif terhadap subyek lain pada kerangka yang diam. Gejala tersebut diungkap pertama kali oleh Albert Einstein dalam gagasan teori Relativitas Khusus tahun 1905.

Seratus tahun sesudahnya Dennis Overbye menulis kisah kosmonot Russia Sergei K Krikalev dan Sergei V. Avdeyev yang bekerja di stasiun antariksa internasional. Wahana itu mengorbit bumi dengan kecepatan 7700 meter per detik.

Setelah enam bulan bekerja, catatan waktu mereka lebih lambat 0,005 detik. Dampaknya usia keduanya terhitung lebih muda 25 mikrodetik untuk setiap satu hari usia orang di bumi. Tulisan di The New York Times 26 Juni 2005 itu membuktikan kebenaran gagasan Einstein. Mengapa demikian?

Roland Pabisch menyajikan uraian tentang hal itu berdasarkan sifat atom. Kuncinya adalah kecepatan cahaya yang bernilai 299.792.458 meter per detik. Ia menjelaskan dengan ilustrasi si kembar Fulan pada kerangka inersial yang bergerak di orbit dengan kecepatan cahaya. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa catatan waktu Fulan akan bernilai kelipatan tak berhingga kali nilai catatan waktu Fulana kembarannya yang diam di bumi.

Dengan kata lain catatan waktu Fulana akan berhenti. Itulah sihir menghentikan waktu dalam relativitas khusus Einstein. Monograf Fabish diterbitksan SpringerWien New York tahun 1999.

Catatan lain disajikan fisikawan Denmark, UI Uggerhoj di European Journal of Physics No 37 tahun 2016. Ternyata gravitasi juga dapat menyebabkan dilatasi waktu. Dia dan kawan-kawannya menemukan bahwa inti bumi berusia dua setengah tahun lebih muda dari lapisan keraknya.

Warisan teori Einstein itu mengagumkan. Menyingkap rahasia semesta yang luar biasa. Bahwa ternyata waktu akan berhenti kala sebuah subyek bergerak secepat cahaya. Terbayang senang luar biasa jika setiap orang memiliki kesempatan lebih banyak untuk berprestasi dalam keadaan tetap awet muda hanya dengan bergerak laksana cahaya. Tapi Mungkinkah?

Tanpa Beban

Binar pengetahuan laksana kunci yang menuntun akal budi kepada kearifan baru. Memahami peristiwa dalam perspektif yang sebelumnya tiada. Maka peradaban berkembang. Kata kunci dalam legasi berpengetahuan warisan Einstein di atas adalah bergerak secepat cahaya.

Kecepatan sebesar itu tercapai karena cahaya bersifat sebagai gelombang. Bergerak tanpa beban karena tidak bermassa. Begitulah ayat semesta yang mengatur relasi gerakan benda dengan putaran waktu.

Menariknya, temuan fakta ilmiah seperti disajikan oleh Denis Overbye dan U.I. Uggerhoj di atas menunjukkan sisi lainnya yang terbuka. Bahwa dilatasi dapat terjadi bahkan pada sebuah subyek yang bergerak cepat meski tak secepat cahaya.

Itu memperkuat pemahaman bahwa relativitas khusus merepresentasikan kebenaran tabiat semesta. Artinya, sifat cahaya beranalogi dengan realitas kebendaan.

Tautan filosofisnya dapat dibangun dari temuan itu. Konteksnya adalah kemampuan berlepas dari beban sebagai kata kunci. Padanannya adalah bahwa seseorang yang terbelenggu mustahil berlari kencang. Terlebih jika ia tak pula memiliki kuasa dan kendali dalam mempertahankan geraknya untuk tetap dalam keteraturan. Hukum inersia mensyaratkan demikian. Itu berlaku dalam interaksi sosial kemasyarakatan tak terkecuali kehidupan berdemokrasi.

Menarik jika lalu dikaitkan dengan sosok pemimpin. Sebut saja perkara hutang piutang
dalam kancah pilkada yang viral belum lama ini. Adanya akad tertulis seperti yang diketahui publik adalah isyarat bahwa kesepakatan itu merupakan bagian kesadaran.

Konsekuensinya pasti menyertakan dampak yang kemudian penyelesaiannya akan menjadi beban kekuasaan. Tak heran seorang politisi bahkan menyebut peristiwa semacam itu sebagai isyarat awal untuk kesengajaan tindakan korupsi. Publik riuh.

Saya tidak dalam posisi untuk menilai benar tidaknya apa pun diksi publik di ruang diskursif. Suratan apa pun beban tak wajar pasti menghambat dan menyandera keleluasaan bergerak.

Konteks semacam itu menghadirkan simpul nalar sederhana. Beban tak elok seorang pemimpin, di ranah apa pun, dapat menjerumuskannya ke dalam kubangan petaka.

Bahkan tak mustahil dapat menjadi pangkal derita masyarakat yang dipimpinnya. Itu menggelitik nalar sehat. Jika seseorang sejati berhikmat untuk perubahan yang lebih
memerdekakan, mengapa justru menautkan beban yang pasti akan menggerogoti kebebasannya?

Dalam keadaan ekstrim tak terkendali, pemimpin seperti itu bahkan berpotensi menjadi boneka kekuasaan gelap tak terindera.

Memang tak salah jika kesepakatan politik tak harus dibuka kepada publik. Kendati dekimian, tidak lantas pengingkaran atas kepatutan berlogika publik dapat dibenarkan. Terungkapnya fakta tersebut adalah bukti terpeliharanya kaidah dan konsistensi alam semesta.

Bahwa untai peristiwa paling rumit sekali pun memiliki simpul dasar yang baku dan mudah dikenali. Fraktal contohnya. Gangguan keteraturan akan memicu anomali.

Menjadi derau yang tak mungkin selaras dan padu dengan karakteristik sejati penciri peristiwa itu.

Derau itu beranalogi dengan tambahan beban tak elok seorang pemimpin. Sesuatu yang pasti akan terindera karena sifatnya mendistorsi kaidah berpikir dan berdampak pada tindakan serta kebenaran cara berkeputusan. Sungguh nestapa jika itu terjadi.

Karena kebenaran baru terbaca setelah luka terlanjur bernanah. Adakah jalan bijaksana untuk menapisnya? Inilah saat kedewasaan berdemokrasi kita diuji. Sanggupkah kita sebagai segenap anak bangsa bersuka disertai qolbu yang selaras dalam keteraturan dan sehat nalar semesta?

Terpilihnya pemimpin merdeka, hebat dan bijaksana adalah berkah kegembiraan setiap pesta demokrasi. Betapa elok jika jalan indah itu dapat dibentang bersama. Ayat semesta mengisyaratkan bahwa hanya pemimpin tanpa beban dan tak tersandera yang berpeluang memiliki lebih banyak waktu untuk mempersembahkan pencapaian untuk kesejahteraan. Tidakkah yang demikian itu merupakan sebaik-baiknya bulir harapan? Wallahualam.

Dikutip dari detikom, Jumat 10 Maret 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rubicon Mario Dandy Dilibatkan Dalam Rekonstruksi Penganiayaan David Ozora

Next Post

Ustadz Kamil Syariffudin S.Pd Terpilih sebagai Ketua DKM Masjid Ibnu Sina, Pamijahan, Bogor

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Ustadz Kamil Syariffudin S.Pd Terpilih sebagai Ketua DKM Masjid Ibnu Sina, Pamijahan, Bogor

Ustadz Kamil Syariffudin S.Pd Terpilih sebagai Ketua DKM Masjid Ibnu Sina, Pamijahan, Bogor

Papua Separatist called on  New Zealand, Australia, the United States, Britain, France, China, and Russia to stop Military Cooperation with Indonesia.

Pilot Susi Air Minta PBB Mediasi Pembebasan Dirinya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist