“Seingat saya, yang lain (baliho-baliho capres lain) masih ada,” ujar Mardani
Jakarta – Fusilatnews – Pencopotan baliho-baliho capres di areal pusat perbelanjaan di kawasan Cijantung, Jakarta Timur (Jaktim) untuk memastikan netralitas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Kedispenad Brigadir Jenderal (Brigjen) Kristomei Sianturi, mengatakan pencopotan baliho-baliho tersebut, pun tak menyasar alat-alat peraga kampanye milik capres, ataupun caleg tertentu dan bukan dilakukan atas perintah dari TNI ataupun Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Pencopotan baliho-baliho tersebut, berawal dari keluhan masyarakat yang melibat masifnya pemasangan alat peraga kampanye dari capres-capres, dan caleg-caleg tertentu di kawasan militer tersebut.
“Pencopotan tersebut dilakukan oleh Panwaslu Jaktim dan Panwascam Ciracas, Jaktim berdasarkan pengaduan masyarakat. Jadi masyarakat yang memang mengadukan, karena menyoroti netralitas TNI dengan adanya baliho-baliho dari capres, caleg, dan partai-partai yang ada di seputaran mall (pusat perbelanjaan) Cijantung, ” kata Brigjen Kristomei di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Mabes TNI AD) Kamis (18/1/2024).
Menurut Kristomei, kawasan Mal Cijantung, masih merupakan teritorial militer AD. Yaitu lahan yang kepemilikannya di bawah kewenangan Kodam Jaya dan digunakan untuk keperluan Kopassus, Korps Stategis Angkatan Darat (Kostrad) dan satuan-satuan elite TNI lainnya dari Denpom-2/Cijantung Dam Jaya.
“Baliho-baliho yang dicopot itu, bukan hanya milik satu capres, atau milik caleg, atau partai tertentu. Melainkan, seluruh baliho seluruh partai, capres, caleg, yang didirikan di lahan dekat Mall Cijantung itu,” terang Brigjen Kristomei.
“Hal tersebut dilakukan untuk menegaskan komitmen TNI terhadap netralitas dalam Pemilu 2024,” kata Brigjen Kristomei menambahkan.
Penjelasan TNI AD ini menjawab pernyataan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera, pada Rabu (17/1/2024) mengeluhkan pencopotan poster-poster dan baliho Capres 01 Anies Rasyid Baswedan di kawasan Mal Cijantung.
Pencopotan alat-alat peraga kampanye tersebut juga menyasar milik Mardani Ali Sera yang dalam Pemilu 2024 kembali menjadi calon anggota legislatif (caleg) dari PKS. Mardani mengaku mendapatkan informasi pencopotan baliho-baliho Capres Anies Baswedan tersebut karena lokasinya yang berada di kawasan militer.
“Kalau dari penjelasan agensi, itu memang katanya itu dekat Cijantung, Kopassus,” ujar Mardani.
Akan tetapi, dia mengatakan, pemasangan baliho-baliho Capres Anies Baswedan, maupun alat peraga kampanye miliknya itu dilakukan dengan cara komersial melalui agensi. Dan menurut Mardani, pencopotan tersebut, hanya menyasar baliho-baliho milik Capres 01 Anies Baswedan.
“Seingat saya, yang lain (baliho-baliho capres lain) masih ada,” ujar dia.
Pencopotan baliho-baliho milik Capres 01 Anies Baswedan itu bukan yang pertama terjadi. Sebelum di Cijantung, di wilayah Bekasi, Jawa Barat (Jabar) juga terjadi penurunan, dan penyetopan videotron yang menampilkan pencapresan Anies Baswedan.
























