“Banyak pihak yang mengasosiasikan kebijakan ini dengan kondisi politik ketika mau menghadapi pemilu 2024 mendatang. Tapi sebenarnya memang ada kebutuhan dari BLT. Konsumsi rumah tangga terus melambat jadi perlu didorong untuk memberikan bantuan langsung,” kata Yose.
Jakarta – Fusilatnews – Beberapa pekan menjelang kampanye pemilu 2024 dan Di tengah memanasnya persaingan politik menjelang Pemilu dan pilpres 2024 baik itu pada rana legislatif maupun kontestasi presiden pemerintah berencana memberikan Bantuan Langsung Tunai atau BLT El Nino Rp 400 ribu kepada 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat atau KPM.
“Apakah memang ini digunakan untuk isu politik, kelihatannya itu sudah biasa dilakukan. Asalkan jangan diasosiasikan kepada pihak atau pasangan tertentu. Apalagi kita tahu tahun depan itu kan sebenarnya enggak ada incumbent, presiden yang masih menjabat. Pemerintah seharusnya bisa lebih netral dan tidak gunakan isu BLT untuk kepentingan kandidat yang ada,” kata Yose Rabu, (8/11)
Menurut Yose meski berbau politis dan dapat diasosiasikan dengan kondisi politik, BLT El Nino ini memang dibutuhkan oleh masyarakat untuk meningkatkan angka konsumsi rumah tangga.
“Banyak pihak yang mengasosiasikan kebijakan ini dengan kondisi politik ketika mau menghadapi pemilu 2024 mendatang. Tapi sebenarnya memang ada kebutuhan dari BLT. Konsumsi rumah tangga terus melambat jadi perlu didorong untuk memberikan bantuan langsung,” kata Yose.
Yose mengatakan, konsumsi rumah tangga masyarakat mengalami penurunan. Kondisi ini memang membuat kebijakan BLT menjadi cukup wajar dilakukan.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2023, yaitu sebesar 5,06 persen secara tahunan atau year on year (YoY).
Yose menyebut, selain kebijakan ini memang dibutuhkan masyarakat, pemerintah juga punya kemampuan untuk melakukan hal itu. Artinya, pemerintah memiliki anggaran yang cukup karena pengeluaran pemerintah menurun di banding kuartal yang sama pada tahun sebelumnya.
“Angka pengeluaran pemerintah turun hampir 4 persen dibanding pengeluaran tahun lalu kuartal yang sama. Di sini pemerintah surplus nya banyak. Jadi harus dikeluarkan yang bisa diberikan bantuan tunai untuk stimulus perekonomian,” kata Yose.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, Bantuan Langsung Tunai atau BLT Rp 200 ribu kepada 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat atau KPM akan diberikan untuk dua bulan sekaligus, yaitu periode November dan Desember 2023.
“Prosesnya bisa diakselerasi bulan November-Desember kita transfer satu kali sehingga langsung untuk dua bulan sekaligus Rp 400 ribu bagi 18,8 juta KPM, eksekutornya Kemensos,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers PDB Kuartal III 2023 pada Senin, 6 November 2023.
























