• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

BERAS IMPOR VS BERAS PETANI !

by
January 5, 2025
in Economy, Feature
0
Pasokan Langka Atau Dibuat Langka, Harga Beras Mahal,  Porsi Nasi di Warteg Dikurangi
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Beras telah ditetapkan sebagai komoditas politis dan strategis. Penetapan seperti ini, tentu dilandasi oleh berbagai pertimbangan. Bukan saja beras merupakan jenis bahan pangan yang menjadi makanan utama bangsa kita, namun sekali saja Pemerintah keliru menerapkan kebijakan, maka beras pun dapat menjadi senjata makan tuan.

Banyak hal yang dapat diungkap sekiranya kita akan membahas dunia perberasan. Selain dari sisi produksi yang dalam beberapa tahun terakhir ini menggambarkan kerisauan yang mendalam, namun dari sisi konsumsi pun kita menghadapi masalah cukup pelik. Salah satunya terkait isu kualitas beras yang dihasilkan petani dalam negeri, belum seperti yang diharapkan.

Dari sisi penampakan dan cita rasa, membandingkan beras impor dengan beras produksi petani di dalam negeri, menarik untuk dibincangkan lebih dalam. Penampakan beras impor terlihat bagus karena broken sekitar 5 %. Berbeda dengan beras dalam negeri yang brokennya jauh diatas 5 %. Namun, dari sisi rasa, beras dalam negeri lebih pulen, bergizi dan maknyus.

Apa yang bisa disimpulkan dengan melihat perbedaan beras impor dengan beras petani dalam negeri diatas ? Beras impor memang unggul dari aspek penampakan, tapi beras petani dalam negeri unggul dari aspek cita rasa. Pertanyaan kritisnya adalah mampukah produksi beras petani dalam negeri angka brokennya sebesar 5 % ? Jawabnya tegas, mestinya bisa !

Banyak faktor kalau penampakan beras dalam negeri terlihat bagus dan broken nya sebesar 5 %. Diawali dengan pemilihan benih dan teknik budidaya hingga panen tiba, sampai dengan di penggilingan ketika gabah itu digiling. Selama kualitas penggilingan padinya belum canggih dengan rendemen cukup tinggi, boleh jadi kita akan kesulitan mendapatkan beras yang angka brokennya 5 %.

Upaya menciptakan beras yang brokennya 5 %, bukanlah hal mudah untuk diwujudkan. Untuk memulainya saja dibutuhkan komitmen bersama diatara para pelaku perberasan, baik yang bergerak di budidaya atau pun di pasar. Kemitraan petani dengan bandar/tengkulak/pedagang/pengusaha sangat dibutuhkan. Semua harus berharmoni dan bekerja-sama.

Dari sisi teknis budidaya agar mampu menghasilkan produksi dan produktivitas lebih meningkat, tentu sangat memerlukan sinergi dan kolaborasi lebih nyata, diantara petani, penggilingan padi dan pelaku pasar lain. Semua harus sepakat, upaya menghasilkan beras dengan broken 5 %, membutuhkan gerakan bersama dengan menendang jauh-jauh yang namanya ego sektor.

Untuk lebih membumikan spirit
seperti ini, sangat dibutuhkan adanya desain perencanaan yang utuh, holistik dan kompehensif. Artinya diperlukan sebuah Grand Desain Peningkatan Kualitas Beras Dalam Negeri lengkap dengan Roadmap pencapaiannya. Grand Desain inilah yang akan menuntun kita menuju perbaikan kualitas produksi beras yang terukur.

Jujur kita akui, dengan jumlah petani cukup besar dan tersebar di seluruh pelosok tanah air, namun tidak didukung oleh jumlah petugas Penyuluh Pertanian yang memadai, cenderung akan memperlambat proses penularan inovasi. Itu sebabnya, menjadi sangat logis, bila dalam tempo yang sesegera mungkin, Pemerintah menambah jumlah Penyuluh Pertanian, sehingga satu desa satu Penyuluh terwujud.

Walaupun ada Kepala Daerah yang menganggap Penyuluh Pertanian tidak terlampau penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, namun hingga kini banyak pihak yang meyakini, para Penyuluh Pertanian inilah sosok terbaik untuk melaksanakan proses pembelajaran, pemberdayaan dan pemartabatan petani. Penyuluh adalah guru terbaiknya petani.

Problemnya adalah apakah dunia Penyuluhan Pertanian di negeri ini, masih seperti yang digambarkan diatas ? Atau tidak, dimana dunia Penyuluhan Pertanian, kini sedang mencari bentuk idealnya setelah 10 tahun lalu, kelembagaan Penyuluhan diporak-porandakan oleh lahirnya UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah ?

Jawaban jujur atas masalah ini, benar-benar sangat kita butuhkan, sekiranya kita akan berusaha untuk mewujudkan kualitas beras petani yang lebih baik. Tanpa dukungan para Penyuluh Pertanian dan keterlibatan penggilingan padi yang optimal, omong kosong para petani akan mampu menghasilkan beras yang memiliki broken 5 %. Kita tetap saja menghasilkan beras dengan broken diatas 5 %.
Satu persoalan serius dalam pencapaian swasembada beras adalah kekakuan dalam meraih swasembada yang hanya fokus pada upaya peningkatan produksi dan produktivitas setinggi-tingginya, tanpa dibarengi dengan adanya strategi untuk meningkatkan kesejahteraan petaninya. Akibatnya, terjadi kondisi produksi meningkat, namun kesejahteraan petani jalan ditempat alias tidak beranjak.

Lebih parah lagi, upaya peningkatan produksi setinggi-tingginya ini tidak juga dibarengi dengan langkah untuk meningkatkan kualitas beras yang dihasilkan. Yang penting produksi meningkat sekalipun beras diperoleh kurang sesuai dengan aturan. Sebut saja, kadar air jauh diatas 14 %. Butir hampa diatas 3 %. Broken diatas 5% dan lain sebagainya.

Semoga jadi percik permenungan kita bersama. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo Tidak Paham Arti Hutan

Next Post

Keluarga Korban Penembakan di Tol Tangerang-Merak Akan Ajukan Perlindungan ke LPSK

Related Posts

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika
Economy

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus
Feature

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS
Feature

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

April 27, 2026
Next Post
Keluarga Korban Penembakan di Tol Tangerang-Merak Akan Ajukan Perlindungan ke LPSK

Keluarga Korban Penembakan di Tol Tangerang-Merak Akan Ajukan Perlindungan ke LPSK

Kadin Indonesia Apresiasi Kebijakan Pemerintah Terkait Penetapan PPN 12 Persen Barang – Jasa Mewah

Kadin Indonesia Apresiasi Kebijakan Pemerintah Terkait Penetapan PPN 12 Persen Barang - Jasa Mewah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan
Crime

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

by fusilat
April 27, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Suharyono alias Dobrak (42), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, kini menyandang status tersangka berdasarkan Surat Ketetapan Tersangka...

Read more
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

April 27, 2026
Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

April 27, 2026
Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...