Oleh: Wisnu S Dewobroto
Jakarta – Pada krisis ekonomi 1998 dan 2008, sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terbukti menjadi penyelamat perekonomian Indonesia, bukan konglomerasi atau korporasi besar. Bahkan Indonesia menjadi salah satu negara penyelamat ekonomi Asia.
Kini, ketika Indonesia terancam resesi 2023 bersama negara-negara lain, kita pun berharap sektor UMKM akan kembali menjadi pahlawan penyelamat perekonomian Indonesia bahkan Asia.
Pada krisis 1998, tercatat hanya 34 persen UMKM yang mengalami penurunan omzet dan sisanya tidak mengalami penurunan. Pada krisis 2008, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih tercatat tumbuh 5,8 persen. Penopang utamanya adalah UMKM.
Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), UMKM memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 60%. Angka ini paling besar jika dibandingkan sumbangsih ekonomi dari sektor bisnis lainnya.
Tak hanya itu, di sisi pembukaan lapangan kerja saat ini, UMKM mampu menyerap 120 juta tenaga kerja. Hal itu sebanding dengan jumlah unit usaha UMKM di seluruh wilayah Indonesia yang tercatat mencapai 99,7%.
Kini, bayang-bayang resesi mengintai ekonomi dunia akibat lonjakan inflasi di sejumlah negara yang dipicu dampak Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina. Bank-bank sentral banyak negara pun berlomba menaikkan suku bunga acuan.
Namun, tingkat inflasi RI masih relatif rendah sebagai bukti penguat bahwa Indonesia masih aman dari ancaman resesi 2023. Data Bank Indonesia (BI), inflasi Indonesia ada di angka 5,9% per September 2022. Angka ini memang meningkat dari bulan sebelumnya yang di angka 4,6%, tapi masih lebih rendah dari perkiraan BI yang memprediksi tingkat inflasi tembus 6,2%.
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati memprediksi empat negara akan selamat dari ancaman resesi 2023 karena ekonominya masih cukup kuat. Keempat negara itu adalah Indonesia, India, Brasil dan Meksiko.
International Monetary Fund (IMF) memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 5,3% tahun ini, dan 5% tahun 2023.
Presiden Jokowi pun percaya diri, ekonomi Indonesia bakal tetap tumbuh di atas 5% atau bahkan di atas 5,4% pada kuartal III 2022. Sementara realisasi pertumbuhan PDB Indonesia pada kuartal II 2022 sebesar 5,44% (year on year).
Meski diyakini akan terhindar dari ancaman resesi ekonomi 2023, Indonesia tetap harus waspada. Terutama dengan memperkuat sektor UMKM. Kita berharap UMKM akan kembali menjadi pahlawan penyelamat perekonomian Indonesia bahkan Asia senagaimana pada 1998 dan 2008.
Sekali lagi, kontribusi UMKM bagi pertumbuhan PDB Indonesia mencapai 60%, dengan serapan tenaga kerja mencapai 120 juta orang, di mana jumlah unit usaha UMKM mencapai 99,7%.
UMKM digital juga dapat diharapkan. Ekspor ekonomi digital saat ini meningkat hingga 35%-45% menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Adapun ekspor UMKM ekonomi kreatif Indonesia saat ini mencapai 25 miliar dolar AS. Saat ini jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64 juta.
Alhasil, UMKM dapat diharapkan kembali menjadi pahlawan yang akan menyelamatkan Indonesia dari ancaman resesi ekonomi 2023. UMKM adalah solusi menghadapi resesi. Semoga!
Dr Wisnu S Dewobroto MSc, Dosen Program Studi Kewirausahaan Universitas Agung Podomoro.






















