• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bisnis

Saat Jutawan Angkat Kaki, Apa yang Tersisa untuk Indonesia?

Ali Syarief by Ali Syarief
June 14, 2026
in Bisnis, Feature
0
Saat Jutawan Angkat Kaki, Apa yang Tersisa untuk Indonesia?
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews.-Dunia sedang bergerak ke arah yang tidak banyak diperkirakan sebelumnya. Selama puluhan tahun, Amerika Serikat dan Eropa menjadi magnet bagi manusia terbaik dan terkaya dari berbagai penjuru Bumi. Namun kini arus itu mulai berbalik. Para jutawan meninggalkan negeri-negeri Barat dalam jumlah yang terus meningkat. Mereka mencari tempat yang dianggap lebih ramah terhadap modal, lebih stabil secara politik, dan tidak terlalu agresif dalam mengenakan pajak kekayaan.

Di saat yang sama, Amerika menghadapi perubahan demografi yang tak kalah besar. Kawasan-kawasan pinggiran kota yang dahulu identik dengan keluarga muda dan anak-anak kini berubah menjadi wilayah yang didominasi warga lanjut usia. Angka kelahiran yang terus menurun, harapan hidup yang semakin panjang, dan gelombang generasi baby boomers yang memasuki usia pensiun telah mengubah wajah masyarakat Amerika. Hampir setengah penduduk negeri itu kini tinggal di wilayah yang jumlah warga lanjut usianya lebih banyak daripada anak-anak.

Dua gejala tersebut sesungguhnya bukan sekadar cerita tentang Amerika dan Eropa. Keduanya merupakan tanda-tanda perubahan besar yang akan memengaruhi seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Perpindahan orang kaya menunjukkan bahwa modal tidak mengenal batas negara. Ketika sebuah negara dianggap tidak lagi memberikan rasa aman terhadap investasi dan kepemilikan aset, uang akan bergerak mencari rumah baru. Persaingan antarnegara untuk menarik modal kini semakin ketat. Negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Singapura, Portugal, hingga sejumlah negara Asia Tenggara berlomba menawarkan kemudahan investasi, kepastian hukum, dan insentif perpajakan.

Pertanyaannya, apakah Indonesia siap memanfaatkan perpindahan global ini?

Selama bertahun-tahun, Indonesia justru dikenal sebagai negara dengan birokrasi yang rumit, kepastian hukum yang kerap dipertanyakan, dan regulasi yang sering berubah mengikuti dinamika politik. Investor mungkin datang karena pasar yang besar dan sumber daya alam yang melimpah, tetapi banyak yang tetap berhitung panjang sebelum menanamkan modal dalam skala besar.

Lebih ironis lagi, Indonesia sendiri masih menghadapi persoalan keluarnya modal domestik. Sebagian orang kaya Indonesia memilih menyimpan aset, mendirikan perusahaan, atau membeli properti di luar negeri. Fenomena ini menunjukkan bahwa tantangan Indonesia bukan sekadar menarik modal asing, melainkan juga menjaga kepercayaan pemilik modal di dalam negeri.

Namun persoalan yang lebih mendasar justru terletak pada perubahan demografi.

Saat ini Indonesia masih menikmati bonus demografi. Jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar dibandingkan dengan kelompok usia nonproduktif. Kondisi ini sering disebut sebagai peluang emas yang hanya datang sekali dalam sejarah sebuah bangsa. Sayangnya, bonus demografi bukanlah hadiah otomatis. Ia hanya akan menjadi keuntungan apabila tersedia lapangan pekerjaan, pendidikan yang berkualitas, serta sistem ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja produktif.

Pengalaman Amerika memberi pelajaran penting. Ketika angka kelahiran terus menurun dan populasi menua, tantangan ekonomi akan berubah secara drastis. Beban jaminan sosial meningkat, biaya kesehatan membengkak, dan pertumbuhan ekonomi melambat karena semakin sedikit tenaga kerja yang tersedia.

Indonesia memang belum memasuki fase tersebut. Namun tanda-tandanya mulai terlihat. Angka kelahiran nasional terus menurun. Di sejumlah kota besar, biaya hidup yang tinggi membuat pasangan muda menunda pernikahan dan memiliki anak. Jika tren ini berlangsung tanpa persiapan yang matang, Indonesia dapat menghadapi situasi serupa beberapa dekade mendatang: menjadi negara yang menua sebelum benar-benar menjadi negara maju.

Di sinilah letak paradoks pembangunan Indonesia. Pemerintah sering berbicara tentang proyek-proyek besar, infrastruktur megah, dan investasi triliunan rupiah. Namun perhatian terhadap kualitas manusia sering kali tertinggal. Pendidikan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia belum menjadi prioritas yang sebanding dengan ambisi pembangunan fisik.

Padahal, dalam jangka panjang, manusia jauh lebih penting daripada beton dan aspal.

Dunia sedang memasuki era baru. Orang kaya bergerak mencari negara yang paling nyaman bagi modal mereka. Sementara masyarakat di banyak negara maju bergerak menuju struktur penduduk yang semakin tua. Indonesia berada di persimpangan antara dua arus besar tersebut.

Negeri ini bisa menjadi tujuan baru bagi modal dan talenta global apabila mampu menghadirkan kepastian hukum dan tata kelola yang baik. Pada saat yang sama, Indonesia harus memanfaatkan bonus demografi yang tersisa sebelum jendela kesempatan itu tertutup.

Jika gagal, Indonesia akan menghadapi dua kerugian sekaligus: tidak berhasil menarik manfaat dari migrasi kekayaan global, dan kehilangan momentum demografi yang seharusnya menjadi mesin kemajuan bangsa.

Sejarah menunjukkan bahwa sebuah negara tidak menjadi besar karena jumlah penduduknya semata, juga bukan karena kekayaan alamnya. Negara menjadi besar ketika mampu mengubah perubahan global menjadi peluang. Persoalannya, apakah Indonesia sedang bergerak ke arah itu, atau justru sibuk dengan persoalan-persoalan politik jangka pendek yang membuat peluang besar berlalu begitu saja?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tyo, Idrus, Prabowo – Etika, Moralitas, dan Ironi Para Pengkritik

Next Post

REALISME TUNTUTAN MAHASISWA

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post

REALISME TUNTUTAN MAHASISWA

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam - Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist