• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Beringin Bonsai

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2023
in Feature
0
Indonesia Negeri Para Bedebah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Beringin biasanya tumbuh besar dengan akar tunggang yang menjalar ke mana-mana. Sebab itu, pohon yang menjadi lambang sila ke-3 Pancasila, “Persatuan Indonesia” ini juga digunakan sebagai lambang Partai Golkar semenjak masih bernama Golongan Karya (Golkar) di era Orde Baru hingga kini di era reformasi. 

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto juga sosok dengan tubuh tinggi besar laksana Bima atau Werkudara, salah satu tokoh pewayangan dari keluarga Pandawa.

Tapi siapa sangka di tangan Airlangga justru beringin (Golkar) mengalami pembonsaian dan Menteri Koordinator Perekonomian itu pun mengalami pengerdilan?

“Bonsai” berasal dari bahasa Jepang yang artinya tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Penanaman (sai) dilakukan di pot dangkal yang disebut “bon”, sehingga kemudian disebut bonsai. 

Airlangga dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar 2019 ditetapkan sebagai calon presiden untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sayangnya, dari hari ke hari elektabilitas Airlangga tak kunjung terkerek, bahkan hingga saat ini ketika partai-partai lain sudah menetapkan capres.

PDI Perjuangan, misalnya, mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai capres pada 21 April lalu di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kemudian ikut mendukung pencapresan Gubernur Jawa Tengah itu. 

Sebelumnya, Partai Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan, saat itu masih menjabat Gubernur DKI Jakarta, sebagai capres pada 3 Oktober 2022. Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kemudian mendukungnya.

Sebelumnya lagi, Rapat Pimpinan Nasional (Rapinas) Partai Gerindra pada Agustus 2022 lalu menetapkan ketua umumnya, Prabowo Subianto sebagai capres untuk Pilpres 2024. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kemudian mendukungnya. 

Mungkin karena merasa elektabilitasnya tidak memadahi maka Airlangga melakukan lobi-lobi politik ke sana kemari, zig-zag, bahkan laiknya bermain akrobat. 

Airlangga pun bersafari ke Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang sudah jelas-jelas mengusung Anies Baswedan sebagai capres. Airlangga juga bersafari ke Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendukung pencapresan Anies.

Airlangga juga bersafari ke Partai Gerindra dan bertemu dengan Prabowo Subianto yang sudah paten menjadi capres. Pun, bersafari ke mantan wakil presiden Jusuf Kalla yang sudah jelas-jelas mendukung pencapresan Anies. 

Airlangga juga bertemu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang jelas-jelas mau menjadi calon wakil presiden (cawapres) bagi Prabowo. 

Di pihak lain, Airlangga juga hadir dalam pertemuan enam ketua umum partai koalisi pendukung pemerintah dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/5/2023). Keenam ketua umum partai yang hadir adalah Megawati Soekarnoputri (PDIP), Prabowo Subianto (Gerindra), Airlangga Hartarto (Golkar), Muhaimin Iskandar (PKB), Zulkifli Hasan (Partai Amanat Nasional/PAN) dan Muhammad Mardiono (PPP). PDIP dan PPP merupakan parpol pengusung dan pendukung Ganjar sebagai capres untuk Pilpres 2024.

Lobi zig-zag Airlangga ini dilakukan untuk menawarkan diri sebagai cawapres bagi siapa pun capres: Ganjar, Prabowo atau Anies. Golkar adalah parpol dengan ideologi karya-kekaryaan sehingga dari waktu ke waktu selalu berada di dalam pemerintahan, siapa pun presidennya.

Namun, Airlangga agaknya sadar bahwa elektabilitasnya jongkok, sehingga ia tak segan-segan untuk “mengkhianati” keputusan Munas Golkar 2019 yang menetapkannya sebagai capres. Airlangga mau turun derajat menjadi cawapres karena ia realistis sekaligus pragmatis. Dan politik memang demikian. 

Gayung Tak Bersambut

Tapi, tampaknya gayung tak bersambut. Golkar dan Airlangga bertepuk sebelah tangan. Golkar memang juara tiga dalam Pemilu 2019 setelah PDIP dan Gerindra. Tapi elektabilitas Airlangga yang tak kunjung terkatrol adalah realita yang menjadi pertimbangan utama partai-partai untuk tidak mudah menerima Airlangga sebagai cawapres.

Diketahui, elektabilitas personal adalah senjata pamungkas dalam pilpres. Bahkan parpol bisa mendapatkan “coat tail affect” atau efek ekor jas di pemilu dari elektabilitas capres di pilpres. Sebut saja SBY dan Demokrat di Pilpres 2004 dan 2009.

Pada 2024 nanti, pemilu legislatif dan pilpres akan dibersamakan sebagaimana tahun 2014 dan 2019, yakni pada 14 Februari.

Kini, terbukti Golkar telah mengalami pembonsaian dan Airlangga pun mengalami pengerdilan. Yang lebih menyakitkan adalah pernyataan Ketua DPP PKB Faisol Riza. Ketua Tim Pemenangan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ini usai bertemu Ketua Tim Pemenangan Airlangga Hartarto, Nusron Wahid di Senayan, Jakarta, Rabu (10/5/2023), menawarkan kepada Airlangga untuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Muhaimin, karena PKB akan mengajukan ketua umumnya itu sebagai cawapres bagi Prabowo.

Faisol Riza menyatakan, posisi Airlangga sebagai Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Muhaimin akan strategis dan menarik sebagaimana Erick Thohir menjadi Ketua Tim Pemenangan Joko Widodo-Ma”ruf Amin di Pilpes 2019 lalu yang kemudian mendapat “hadiah” kursi Menteri BUMN.

Bagaimana bisa seorang Airlangga yang pernah menjadi Menteri Perindustrian dan kini Menko Perekonomian diiming-imingi jabatan menteri? Benar-benar mengerdilkan!

PKB meskipun peroleham suaranya jauh lebih rendah daripada Golkar ternyata berani membonsai partai beringin dan mengerdilkan Airlangga yang fisiknya sebenarnya tinggi besar seperti Bima, jauh lebih besar daripada Cak Imin. Padahal dalam berbagai survei cawapres, elektabilitas Cak Imin ternyata juga 11-12 dengan Airlangga. Perolehan suara PKB pun di bawah Golkar dari pemilu ke pemilu. 

Langkah PKB yang ikut-ikutan membonsai partai beringin dan mengerdilkan ketua umumnya, Airlangga Hartarto ini barangkali dipicu oleh langkah-langkah Airlangga sendiri yang kurang percaya diri, atau mungkin juga realistis dan sadar diri bahwa elektabilitasnya tidak mencukupi. 

Kalau Airlangga dan Golkar sendiri tidak percaya diri, bagaimana orang dan partai lain mau percaya? Jangan salah, selama reformasi Golkar pernah menjuarai Pemilu 2004 dan selebihnya berada di tiga besar.

Pada Pemilu 2004, Golkar mendapatkan 21,57 persen suara atau 127 kursi DPR RI. Pada Pemilu 2009, Golkar mendapat 19,2 persen suara atau 107 kursi. Pada Pemilu 2014, Golkar meraih 16,3 persen suara atau 91 kursi. Pada Pemilu 2014, partai beringin ini meraih 14,75 persen suara atau 91 kursi. Pada Pemilu 2019, Golkar beroleh 14,8 persen suara atau 85 kursi.

Sayangnya, di Golkar tak ada tokoh kharismatik semacam Megawati di PDIP atau SBY di Demokrat, sehingga ketika mengusung capres dari internalnya sendiri atau dari hasil konvensi partai, selalu kalah di pilpres. Jusuf Kalla dua kali terpilih menjadi wapres (2004 dan 2014) bukan maju dari Golkar. 

Alhasil, ketika Golkar mengalami pembonsaian dan Airlangga Hartarto mengalami pengerdilan, hal itu wajar karena Golkar dan Airlangga telah membonsai dan mengerdilkan diri-sendiri melalui sikapnya yang kurang percaya diri. Padahal Golkar juara tiga Pemilu 2019.

Kalau kurang percaya diri, bagaimana bisa rakyat pemilih mau memilih Golkar dan Airlangga Hartarto? Pasca-Pemilu 2024, kondisi Golkar diyakini akan lebih terbonsai lagi. Semoga ini tidak terjadi!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

LockBit Ransomware, Klaim Retas Jutaan Data BSI. Tenggat Waktu 72 Jam Bagi BSI Untuk Negosiasi

Next Post

LockBit Ransomware, Penjahat Siber Sedang Peras BSI, Darimana, Siapa Meraka

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Peretas Rusia Mentarget Ilmuwan Nuklir AS

LockBit Ransomware, Penjahat Siber Sedang Peras BSI, Darimana, Siapa Meraka

Survei LSI Naiknya Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Jokowi, Penggiringan Opini Menyesatkan

Etika Politik: Jokowi, Soeharto, dan Donald Trump

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist